Cari disini...
Seputar Kaltim
Ilustrasi (Dok: shutterstock)
Samarinda – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda memastikan seluruh calon peserta didik jenjang SMP yang hingga kini belum memperoleh sekolah akan tetap diupayakan tertampung sebelum tahun ajaran baru dimulai.
Kepastian itu disampaikan menyusul adanya laporan sejumlah orang tua terkait anak yang belum diterima pada proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.
l
Kepala Bidang Pembinaan SD Disdikbud Kota Samarinda, Andi Tendri Sumpala, mengatakan pihaknya telah menerima laporan dari para orang tua dan langsung melakukan komunikasi untuk mencari solusi.
Menurutnya, masih terdapat sejumlah kuota SMP negeri yang belum terisi sehingga dapat dimanfaatkan untuk menempatkan siswa yang belum memperoleh sekolah.
"Kami sudah komunikasi dengan mereka. Insyaallah dari dinas akan ada penyelesaian. Anak-anaknya bisa tertampung karena untuk SMP masih ada kuota yang belum terpenuhi," ujar Andi, Rabu (1/7/2026).
Ia menegaskan penempatan siswa akan diupayakan selesai sebelum hari pertama masuk sekolah agar seluruh peserta didik dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar sejak awal tahun ajaran.
"Sebelum anak masuk sekolah, insyaallah mudah-mudahan bisa," ungkapnya.
Andi menjelaskan kondisi kuota di setiap SMP negeri berbeda-beda. Beberapa sekolah telah memenuhi daya tampung, sementara sekolah lainnya masih memiliki kursi kosong. Karena itu, siswa yang belum diterima akan diarahkan ke sekolah yang masih memiliki kuota tersedia.
"Ada yang sudah penuh kuotanya, ada juga yang masih kekurangan kuota. Jadi anak-anak kita yang memang belum mendapatkan sekolah, insyaallah semuanya akan tertampung," pungkasnya.
Selain penyelesaian terhadap siswa yang belum memperoleh sekolah, Disdikbud juga akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan SPMB tahun ini.
Evaluasi tersebut akan dilakukan setelah seluruh tahapan penerimaan peserta didik selesai, termasuk proses daftar ulang.
"Setiap kita melakukan sesuatu pasti ada evaluasinya. Apa saja kendala-kendala yang ada di SPMB tahun ini akan menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan ke depan," tuturnya.
Menurut Andi, evaluasi tersebut diharapkan dapat menjadi dasar penyempurnaan pelaksanaan SPMB pada tahun berikutnya, sehingga berbagai kendala yang muncul selama proses penerimaan tahun ini tidak kembali terulang.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Ilustrasi (Dok: shutterstock)
Samarinda – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda memastikan seluruh calon peserta didik jenjang SMP yang hingga kini belum memperoleh sekolah akan tetap diupayakan tertampung sebelum tahun ajaran baru dimulai.
Kepastian itu disampaikan menyusul adanya laporan sejumlah orang tua terkait anak yang belum diterima pada proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.
l
Kepala Bidang Pembinaan SD Disdikbud Kota Samarinda, Andi Tendri Sumpala, mengatakan pihaknya telah menerima laporan dari para orang tua dan langsung melakukan komunikasi untuk mencari solusi.
Menurutnya, masih terdapat sejumlah kuota SMP negeri yang belum terisi sehingga dapat dimanfaatkan untuk menempatkan siswa yang belum memperoleh sekolah.
"Kami sudah komunikasi dengan mereka. Insyaallah dari dinas akan ada penyelesaian. Anak-anaknya bisa tertampung karena untuk SMP masih ada kuota yang belum terpenuhi," ujar Andi, Rabu (1/7/2026).
Ia menegaskan penempatan siswa akan diupayakan selesai sebelum hari pertama masuk sekolah agar seluruh peserta didik dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar sejak awal tahun ajaran.
"Sebelum anak masuk sekolah, insyaallah mudah-mudahan bisa," ungkapnya.
Andi menjelaskan kondisi kuota di setiap SMP negeri berbeda-beda. Beberapa sekolah telah memenuhi daya tampung, sementara sekolah lainnya masih memiliki kursi kosong. Karena itu, siswa yang belum diterima akan diarahkan ke sekolah yang masih memiliki kuota tersedia.
"Ada yang sudah penuh kuotanya, ada juga yang masih kekurangan kuota. Jadi anak-anak kita yang memang belum mendapatkan sekolah, insyaallah semuanya akan tertampung," pungkasnya.
Selain penyelesaian terhadap siswa yang belum memperoleh sekolah, Disdikbud juga akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan SPMB tahun ini.
Evaluasi tersebut akan dilakukan setelah seluruh tahapan penerimaan peserta didik selesai, termasuk proses daftar ulang.
"Setiap kita melakukan sesuatu pasti ada evaluasinya. Apa saja kendala-kendala yang ada di SPMB tahun ini akan menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan ke depan," tuturnya.
Menurut Andi, evaluasi tersebut diharapkan dapat menjadi dasar penyempurnaan pelaksanaan SPMB pada tahun berikutnya, sehingga berbagai kendala yang muncul selama proses penerimaan tahun ini tidak kembali terulang.
(Sf/Lo)