Seputar Kaltim

    SPMB Gelombang Kedua di PPU Dibuka, Sejumlah Sekolah Favorit Sudah Lampaui Kuota

    Penulis:Cindy|Redaktur:Rusdianto
    29 Juni 2026 pukul 13:24 WITA

    SMP 5 PPU melaksanakan SPMB gelombang kedua jalur domisili dengan sistem pendaftaran daring. (Foto: Cindy/Seputarfakta.com)

    Penajam - Sistem Pendaftaran Murid Baru (SPMB) gelombang kedua jalur domisili dan mutasi di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) masih berlangsung. Meski pendaftaran dilakukan secara daring dan tanpa antrean di sekolah, sejumlah sekolah favorit tetap mencatat jumlah pendaftar tinggi bahkan mulai melampaui kuota yang tersedia.

    Salah satunya terjadi di SD Negeri 013 Penajam, Desa Girimukti. Hingga Senin (29/6/2026) pukul 10.00 WITA, jumlah pendaftar yang masuk telah mencapai 60 orang, sementara sekolah hanya membuka dua rombongan belajar (rombel) dengan kuota 56 murid.

    Kepala SDN 013 Penajam, Rusmilawati mengatakan pendaftaran tetap dibuka sesuai jadwal selama dua hari meskipun jumlah pendaftar telah melebihi kapasitas.

    "Sudah melebihi kuota, namun pihak sekolah tetap membuka pendaftaran sesuai jadwal," katanya.

    Ia menjelaskan proses pendaftaran kini dilakukan secara daring sehingga mayoritas orangtua mengunggah dokumen dari rumah masing-masing. Sekolah hanya memfasilitasi masyarakat yang mengalami kendala teknis.

    "Kebanyakan daftar di rumah, kecuali ada yang tidak paham datang ke sekolah kita fasilitasi," ujarnya.

    Pada jalur gelombang kedua, SD 013 juga menerima perpindahan murid akibat mutasi orangtua. Tahun ini terdapat pendaftar yang berasal dari Balikpapan hingga Kalimantan Barat.

    "Kebetulan ada yang pindah ke sini, tapi duduk di kelas 4. Kuotanya ada, kami terima, tapi kami rekomendasikan ke yang terdekat dulu," katanya.

    Menurut Rusmilawati, tingginya jumlah pendaftar menunjukkan antusias masyarakat terhadap sekolah tersebut masih tinggi. Tahun lalu jumlah pendaftar mencapai hampir 80 siswa.

    Jalur domisili SD 013 mencakup 17 RT yang berada di wilayah Desa Girimukti, Kelurahan Petung, hingga sebagian Lawe-Lawe.

    Ia menegaskan sekolah tidak dapat menutup pendaftaran meski kuota terpenuhi. Jika pendaftar melebihi daya tampung, hasil seleksi akan dikoordinasikan dengan Dinas Pendidikan.

    "Di luar kuota walaupun sudah melebihi, kita tidak boleh tutup. Nanti selebihnya kita koordinasikan ke Disdik," katanya.

    Seleksi jenjang sekolah dasar dilakukan berdasarkan usia. Sejauh ini mayoritas pendaftar berada pada rentang usia enam hingga tujuh tahun.

    Sementara itu, kondisi serupa terjadi di SMP Negeri 5 PPU. Sekolah membuka enam rombongan belajar dengan total 192 kursi.

    Ketua Panitia SPMB SMP 5 PPU, Dewi mengatakan hingga hari pertama jalur domisili telah masuk 73 berkas pendaftaran, belum lagi tambahan jalur afirmasi dan prestasi pada gelombang sebelumnya. 

    "Pendaftaran dibuka tiga hari sampai 1 Juli. Perangkingan domisili dilihat dari jarak terdekat," ujarnya.

    Dewi menyebut seluruh proses berlangsung secara daring dan sekolah telah membentuk grup informasi untuk membantu calon peserta didik selama tahapan berjalan.

    Menurutnya, jumlah pendaftar diperkirakan kembali melampaui kuota sehingga siswa yang tidak tertampung diarahkan ke sekolah pilihan kedua. Hingga kini saja, sudah terdapat 161 calon murid yang mendaftar.

    "Kalau tidak keterima di SMP 5 maka masuk sekolah pilihan kedua, jadi mereka harus menerima itu," katanya.

    Kendala yang paling sering ditemui selama pendaftaran daring adalah proses mengunggah berkas dan mengakses tautan pendaftaran. Namun begitu, sekolah tetap membuka layanan pendampingan bagi orangtua yang membutuhkan bantuan.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    SPMB Gelombang Kedua di PPU Dibuka, Sejumlah Sekolah Favorit Sudah Lampaui Kuota

    Penulis:Cindy|Redaktur:Rusdianto
    29 Juni 2026 pukul 13:24 WITA

    SMP 5 PPU melaksanakan SPMB gelombang kedua jalur domisili dengan sistem pendaftaran daring. (Foto: Cindy/Seputarfakta.com)

    Penajam - Sistem Pendaftaran Murid Baru (SPMB) gelombang kedua jalur domisili dan mutasi di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) masih berlangsung. Meski pendaftaran dilakukan secara daring dan tanpa antrean di sekolah, sejumlah sekolah favorit tetap mencatat jumlah pendaftar tinggi bahkan mulai melampaui kuota yang tersedia.

    Salah satunya terjadi di SD Negeri 013 Penajam, Desa Girimukti. Hingga Senin (29/6/2026) pukul 10.00 WITA, jumlah pendaftar yang masuk telah mencapai 60 orang, sementara sekolah hanya membuka dua rombongan belajar (rombel) dengan kuota 56 murid.

    Kepala SDN 013 Penajam, Rusmilawati mengatakan pendaftaran tetap dibuka sesuai jadwal selama dua hari meskipun jumlah pendaftar telah melebihi kapasitas.

    "Sudah melebihi kuota, namun pihak sekolah tetap membuka pendaftaran sesuai jadwal," katanya.

    Ia menjelaskan proses pendaftaran kini dilakukan secara daring sehingga mayoritas orangtua mengunggah dokumen dari rumah masing-masing. Sekolah hanya memfasilitasi masyarakat yang mengalami kendala teknis.

    "Kebanyakan daftar di rumah, kecuali ada yang tidak paham datang ke sekolah kita fasilitasi," ujarnya.

    Pada jalur gelombang kedua, SD 013 juga menerima perpindahan murid akibat mutasi orangtua. Tahun ini terdapat pendaftar yang berasal dari Balikpapan hingga Kalimantan Barat.

    "Kebetulan ada yang pindah ke sini, tapi duduk di kelas 4. Kuotanya ada, kami terima, tapi kami rekomendasikan ke yang terdekat dulu," katanya.

    Menurut Rusmilawati, tingginya jumlah pendaftar menunjukkan antusias masyarakat terhadap sekolah tersebut masih tinggi. Tahun lalu jumlah pendaftar mencapai hampir 80 siswa.

    Jalur domisili SD 013 mencakup 17 RT yang berada di wilayah Desa Girimukti, Kelurahan Petung, hingga sebagian Lawe-Lawe.

    Ia menegaskan sekolah tidak dapat menutup pendaftaran meski kuota terpenuhi. Jika pendaftar melebihi daya tampung, hasil seleksi akan dikoordinasikan dengan Dinas Pendidikan.

    "Di luar kuota walaupun sudah melebihi, kita tidak boleh tutup. Nanti selebihnya kita koordinasikan ke Disdik," katanya.

    Seleksi jenjang sekolah dasar dilakukan berdasarkan usia. Sejauh ini mayoritas pendaftar berada pada rentang usia enam hingga tujuh tahun.

    Sementara itu, kondisi serupa terjadi di SMP Negeri 5 PPU. Sekolah membuka enam rombongan belajar dengan total 192 kursi.

    Ketua Panitia SPMB SMP 5 PPU, Dewi mengatakan hingga hari pertama jalur domisili telah masuk 73 berkas pendaftaran, belum lagi tambahan jalur afirmasi dan prestasi pada gelombang sebelumnya. 

    "Pendaftaran dibuka tiga hari sampai 1 Juli. Perangkingan domisili dilihat dari jarak terdekat," ujarnya.

    Dewi menyebut seluruh proses berlangsung secara daring dan sekolah telah membentuk grup informasi untuk membantu calon peserta didik selama tahapan berjalan.

    Menurutnya, jumlah pendaftar diperkirakan kembali melampaui kuota sehingga siswa yang tidak tertampung diarahkan ke sekolah pilihan kedua. Hingga kini saja, sudah terdapat 161 calon murid yang mendaftar.

    "Kalau tidak keterima di SMP 5 maka masuk sekolah pilihan kedua, jadi mereka harus menerima itu," katanya.

    Kendala yang paling sering ditemui selama pendaftaran daring adalah proses mengunggah berkas dan mengakses tautan pendaftaran. Namun begitu, sekolah tetap membuka layanan pendampingan bagi orangtua yang membutuhkan bantuan.

    (Sf/Rs)