Seputar Kaltim

    SPBUN Hadir di Maratua dengan Harga Lebih Terjangkau, Dorong Kesejahteraan Nelayan Setempat 

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    23 Oktober 2025 pukul 12:12 WITA

    SPBUN di Jalan Poros Kampung Payung-Payung, Pulau Maratua, Kabupaten Berau. (Foto: Istimewa)

    Tanjung Redeb - Kehadiran Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBUN) No. 68.773.02 di Jalan Poros Kampung Payung-Payung, Pulau Maratua, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, membawa dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan nelayan di wilayah pesisir.

    Fasilitas yang dikelola oleh PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan ini menjadi solusi atas keterbatasan akses energi yang selama ini dihadapi masyarakat nelayan. Sebelum SPBUN beroperasi, nelayan di Maratua harus membeli bahan bakar dari pengecer dengan harga mencapai Rp13.000 per liter, yang mana hal itu mengurangi pendapatan mereka dan menurunkan efisiensi kerja.

    Dengan resminya beroperasi SPBUN tersebut memberi kemudahan sekaligus penghematan besar bagi para nelayan setempat. saat ini nelayan setempat dapat memperoleh bahan bakar dengan harga Rp6.800 per liter.

    Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan Pertamina Patra Niaga, Edi Mangun, menyampaikan bahwa pembangunan SPBUN di Maratua merupakan wujud nyata komitmen Pertamina dalam mendukung program pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

    "Kami berharap fasilitas ini tidak hanya memberi manfaat ekonomi, tetapi juga memperkuat kebersamaan di komunitas nelayan," jelas Edi Mangun.

    Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan menegaskan bahwa SPBUN bukan sekadar fasilitas bisnis, tetapi juga bagian dari upaya pemerataan energi nasional. Dengan dukungan masyarakat, SPBUN Maratua diharapkan menjadi contoh sukses sinergi antara BUMN dan masyarakat lokal dalam memperkuat perekonomian daerah pesisir.

    "Dengan harga yang lebih terjangkau kami berharap dapat membantu nelayan menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih baik," tuturnya 

    Sementara itu, salah seorang nelayan setempat, Guntaris, mengakui bahwa dengan keberadaan SPBUN sangat membantu aktivitas mereka.

    "Dulu, kami harus mengeluarkan biaya dan tenaga lebih untuk mendapatkan bahan bakar. Tapi sekarang, Alhamdulillah dengan ada SPBUN bisa lebih mudah dan pendapatan meningkat," ujarnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    SPBUN Hadir di Maratua dengan Harga Lebih Terjangkau, Dorong Kesejahteraan Nelayan Setempat 

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    23 Oktober 2025 pukul 12:12 WITA

    SPBUN di Jalan Poros Kampung Payung-Payung, Pulau Maratua, Kabupaten Berau. (Foto: Istimewa)

    Tanjung Redeb - Kehadiran Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBUN) No. 68.773.02 di Jalan Poros Kampung Payung-Payung, Pulau Maratua, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, membawa dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan nelayan di wilayah pesisir.

    Fasilitas yang dikelola oleh PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan ini menjadi solusi atas keterbatasan akses energi yang selama ini dihadapi masyarakat nelayan. Sebelum SPBUN beroperasi, nelayan di Maratua harus membeli bahan bakar dari pengecer dengan harga mencapai Rp13.000 per liter, yang mana hal itu mengurangi pendapatan mereka dan menurunkan efisiensi kerja.

    Dengan resminya beroperasi SPBUN tersebut memberi kemudahan sekaligus penghematan besar bagi para nelayan setempat. saat ini nelayan setempat dapat memperoleh bahan bakar dengan harga Rp6.800 per liter.

    Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan Pertamina Patra Niaga, Edi Mangun, menyampaikan bahwa pembangunan SPBUN di Maratua merupakan wujud nyata komitmen Pertamina dalam mendukung program pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

    "Kami berharap fasilitas ini tidak hanya memberi manfaat ekonomi, tetapi juga memperkuat kebersamaan di komunitas nelayan," jelas Edi Mangun.

    Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan menegaskan bahwa SPBUN bukan sekadar fasilitas bisnis, tetapi juga bagian dari upaya pemerataan energi nasional. Dengan dukungan masyarakat, SPBUN Maratua diharapkan menjadi contoh sukses sinergi antara BUMN dan masyarakat lokal dalam memperkuat perekonomian daerah pesisir.

    "Dengan harga yang lebih terjangkau kami berharap dapat membantu nelayan menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih baik," tuturnya 

    Sementara itu, salah seorang nelayan setempat, Guntaris, mengakui bahwa dengan keberadaan SPBUN sangat membantu aktivitas mereka.

    "Dulu, kami harus mengeluarkan biaya dan tenaga lebih untuk mendapatkan bahan bakar. Tapi sekarang, Alhamdulillah dengan ada SPBUN bisa lebih mudah dan pendapatan meningkat," ujarnya.

    (Sf/Rs)