Seputar Kaltim

    Sosok di Balik Kapolres Kutim Baru, AKBP Aryansyah Pernah Tangani Kasus Siber Internasional

    Penulis:Lisda|Redaktur:Lodya A
    18 Juli 2026 pukul 16:09 WITA

    Polres Kutai Timur (Kutim), AKBP Aryansyah, (Foto: Lisda/Seputarfakta.com)

    Sangatta – Sebelum dipercaya memimpin Polres Kutai Timur (Kutim), Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Aryansyah dikenal sebagai perwira yang memiliki rekam jejak di bidang reserse, khususnya dalam penanganan kejahatan siber. 

    Saat bertugas di Polda Kalimantan Timur (Kaltim), ia terlibat dalam penanganan sejumlah perkara kejahatan siber, termasuk kasus yang melibatkan jaringan lintas negara.

    Perwira kelahiran Jakarta, 1 September 1986 itu kini dipercaya memimpin Polres Kutim menggantikan AKBP Fauzan Arianto.

    Sebelum menjabat Kapolres Kutim, Aryansyah mengemban tugas sebagai Kepala Subdirektorat Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Kasubdit Siber Ditreskrimsus) Polda Kaltim. Selama bertugas, ia menangani sejumlah perkara yang menjadi perhatian publik.

    Salah satunya adalah pengungkapan kasus grooming dan sextortion yang melibatkan jaringan internasional dengan korban seorang remaja perempuan berusia 15 tahun asal Swedia.

    Kasus tersebut diungkap oleh tim Siber Ditreskrimsus Polda Kaltim melalui patroli siber. Pelaku diduga memanfaatkan komunikasi daring untuk membangun kedekatan dengan korban. Setelah memperoleh kepercayaan korban, pelaku kemudian melakukan pemerasan menggunakan konten pribadi.

    Selain itu, ia juga terlibat dalam penanganan perkara dugaan judi online jaringan Asia serta kasus dugaan peretasan akun media sosial yang melibatkan pelaku lintas negara.

    Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan karier Aryansyah sebelum dipercaya memimpin Polres Kutim.

    Ia mengawali karier setelah lolos seleksi Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) pada 2005. Setelah menjalani pendidikan di Akademi Kepolisian Semarang selama tiga tahun, ia dilantik sebagai Inspektur Polisi Dua (Ipda) pada 2008 dalam angkatan "Deta Sementa Parakita Raksaka".

    Selama bertugas di Polda Riau dan Polda Kalimantan Selatan, Aryansyah mengemban sejumlah jabatan di bidang reserse, samapta dan kepolisian sektor. Ia juga menempuh pendidikan pengembangan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) dan Sekolah Pimpinan dan Staf Menengah (Sespimmen) Polri sebagai bagian dari pengembangan kariernya. 

    Setelah itu, ia melanjutkan penugasan di Polda Kaltim hingga dipercaya menjabat Kabag Ops Polresta Samarinda. Selanjutnya, ia dipercaya menjadi Kasubdit Siber Ditreskrimsus Polda Kaltim sebelum akhirnya memimpin Polres Kutim. 

    Pengalaman di bidang reserse dan penanganan kejahatan siber mewarnai perjalanan karier AKBP Aryansyah sebelum dipercaya memimpin Polres Kutim. Kini, ia mengemban tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta meningkatkan pelayanan kepolisian di wilayah Kutim.

    "Insyaallah kami akan memaksimalkan seluruh ide, pikiran dan tenaga untuk masyarakat Kutim. Tentunya menjaga kamtibmas, menegakkan hukum, memberikan perlindungan dan pelayanan agar kami dapat membantu serta mendukung pembangunan di Kutim," ujar AKBP Aryansyah.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Sosok di Balik Kapolres Kutim Baru, AKBP Aryansyah Pernah Tangani Kasus Siber Internasional

    Penulis:Lisda|Redaktur:Lodya A
    18 Juli 2026 pukul 16:09 WITA

    Polres Kutai Timur (Kutim), AKBP Aryansyah, (Foto: Lisda/Seputarfakta.com)

    Sangatta – Sebelum dipercaya memimpin Polres Kutai Timur (Kutim), Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Aryansyah dikenal sebagai perwira yang memiliki rekam jejak di bidang reserse, khususnya dalam penanganan kejahatan siber. 

    Saat bertugas di Polda Kalimantan Timur (Kaltim), ia terlibat dalam penanganan sejumlah perkara kejahatan siber, termasuk kasus yang melibatkan jaringan lintas negara.

    Perwira kelahiran Jakarta, 1 September 1986 itu kini dipercaya memimpin Polres Kutim menggantikan AKBP Fauzan Arianto.

    Sebelum menjabat Kapolres Kutim, Aryansyah mengemban tugas sebagai Kepala Subdirektorat Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Kasubdit Siber Ditreskrimsus) Polda Kaltim. Selama bertugas, ia menangani sejumlah perkara yang menjadi perhatian publik.

    Salah satunya adalah pengungkapan kasus grooming dan sextortion yang melibatkan jaringan internasional dengan korban seorang remaja perempuan berusia 15 tahun asal Swedia.

    Kasus tersebut diungkap oleh tim Siber Ditreskrimsus Polda Kaltim melalui patroli siber. Pelaku diduga memanfaatkan komunikasi daring untuk membangun kedekatan dengan korban. Setelah memperoleh kepercayaan korban, pelaku kemudian melakukan pemerasan menggunakan konten pribadi.

    Selain itu, ia juga terlibat dalam penanganan perkara dugaan judi online jaringan Asia serta kasus dugaan peretasan akun media sosial yang melibatkan pelaku lintas negara.

    Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan karier Aryansyah sebelum dipercaya memimpin Polres Kutim.

    Ia mengawali karier setelah lolos seleksi Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) pada 2005. Setelah menjalani pendidikan di Akademi Kepolisian Semarang selama tiga tahun, ia dilantik sebagai Inspektur Polisi Dua (Ipda) pada 2008 dalam angkatan "Deta Sementa Parakita Raksaka".

    Selama bertugas di Polda Riau dan Polda Kalimantan Selatan, Aryansyah mengemban sejumlah jabatan di bidang reserse, samapta dan kepolisian sektor. Ia juga menempuh pendidikan pengembangan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) dan Sekolah Pimpinan dan Staf Menengah (Sespimmen) Polri sebagai bagian dari pengembangan kariernya. 

    Setelah itu, ia melanjutkan penugasan di Polda Kaltim hingga dipercaya menjabat Kabag Ops Polresta Samarinda. Selanjutnya, ia dipercaya menjadi Kasubdit Siber Ditreskrimsus Polda Kaltim sebelum akhirnya memimpin Polres Kutim. 

    Pengalaman di bidang reserse dan penanganan kejahatan siber mewarnai perjalanan karier AKBP Aryansyah sebelum dipercaya memimpin Polres Kutim. Kini, ia mengemban tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta meningkatkan pelayanan kepolisian di wilayah Kutim.

    "Insyaallah kami akan memaksimalkan seluruh ide, pikiran dan tenaga untuk masyarakat Kutim. Tentunya menjaga kamtibmas, menegakkan hukum, memberikan perlindungan dan pelayanan agar kami dapat membantu serta mendukung pembangunan di Kutim," ujar AKBP Aryansyah.

    (Sf/Lo)