Seputar Kaltim

    Soroti Kesejahteraan Masyarakat di Momen HUT ke-81 RI, Gubernur Kaltim: Kemerdekaan harus diisi kerja nyata

    Penulis:Maulana|Redaktur:Lodya A
    17 Agustus 2026 pukul 12:48 WITA

    Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud menjadi inspektur upacara Kemerdekaan Indonesia. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)

    Samarinda - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) sukses menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia (RI). 

    Kegiatan yang dipusatkan di Gelora Kadrie Oening, Sempaja, pada Senin (17/8/2026) ini berlangsung khidmat dan lancar dengan dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

    ​Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud, bertindak langsung sebagai Inspektur Upacara dalam peringatan bersejarah tersebut. Sementara itu, naskah proklamasi kemerdekaan dibacakan secara lantang oleh Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud. 

    ​Momen puncak pengibaran bendera merah putih pun berjalan sempurna berkat kesigapan 40 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka). 

    Pasukan tersebut merupakan putra-putri pilihan yang diseleksi dari 10 kabupaten dan kota se-Kaltim, yang sebelumnya telah dikukuhkan secara resmi oleh Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji.

    ​Ditemui usai pelaksanaan upacara, Gubernur Rudy Mas'ud menyampaikan pandangannya mengenai esensi kemerdekaan pada masa kini. Baginya, momentum 17 Agustus tidak boleh hanya dimaknai sebagai rutinitas peringatan tahunan semata.

    ​"Makna kemerdekaan pastinya bukan sekadar perayaan seremonial, tetapi tentang bagaimana kita mengisi kemerdekaan yang telah diwariskan oleh para pahlawan bangsa. Tentunya, kita harus mengisinya dengan kerja-kerja nyata dan melaksanakan kegiatan pembangunan," ujar Rudy.

    ​Lebih lanjut, orang nomor satu di Pemprov Kaltim ini menegaskan bahwa muara dari segala pembangunan yang sedang dipacu oleh pemerintah adalah untuk kepentingan dan hajat hidup rakyat banyak.

    ​"Tujuan utamanya adalah agar masyarakat Indonesia, khususnya di Kaltim, bisa merasakan kesejahteraan, keadilan dan pemerataan pembangunan di segala sisi," tuturnya.

    ​(Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Soroti Kesejahteraan Masyarakat di Momen HUT ke-81 RI, Gubernur Kaltim: Kemerdekaan harus diisi kerja nyata

    Penulis:Maulana|Redaktur:Lodya A
    17 Agustus 2026 pukul 12:48 WITA

    Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud menjadi inspektur upacara Kemerdekaan Indonesia. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)

    Samarinda - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) sukses menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia (RI). 

    Kegiatan yang dipusatkan di Gelora Kadrie Oening, Sempaja, pada Senin (17/8/2026) ini berlangsung khidmat dan lancar dengan dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

    ​Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud, bertindak langsung sebagai Inspektur Upacara dalam peringatan bersejarah tersebut. Sementara itu, naskah proklamasi kemerdekaan dibacakan secara lantang oleh Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud. 

    ​Momen puncak pengibaran bendera merah putih pun berjalan sempurna berkat kesigapan 40 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka). 

    Pasukan tersebut merupakan putra-putri pilihan yang diseleksi dari 10 kabupaten dan kota se-Kaltim, yang sebelumnya telah dikukuhkan secara resmi oleh Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji.

    ​Ditemui usai pelaksanaan upacara, Gubernur Rudy Mas'ud menyampaikan pandangannya mengenai esensi kemerdekaan pada masa kini. Baginya, momentum 17 Agustus tidak boleh hanya dimaknai sebagai rutinitas peringatan tahunan semata.

    ​"Makna kemerdekaan pastinya bukan sekadar perayaan seremonial, tetapi tentang bagaimana kita mengisi kemerdekaan yang telah diwariskan oleh para pahlawan bangsa. Tentunya, kita harus mengisinya dengan kerja-kerja nyata dan melaksanakan kegiatan pembangunan," ujar Rudy.

    ​Lebih lanjut, orang nomor satu di Pemprov Kaltim ini menegaskan bahwa muara dari segala pembangunan yang sedang dipacu oleh pemerintah adalah untuk kepentingan dan hajat hidup rakyat banyak.

    ​"Tujuan utamanya adalah agar masyarakat Indonesia, khususnya di Kaltim, bisa merasakan kesejahteraan, keadilan dan pemerataan pembangunan di segala sisi," tuturnya.

    ​(Sf/Lo)