Seputar Kaltim

    Solusi Kekurangan Air Bersih di Samarinda Utara, Wali Kota Bakal Bangun IPA Baru

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    17 April 2024 pukul 15:21 WITA

    Wali Kota Samarinda, Andi Harun saat tinjauan lokasi rencana pembangunan IPA di Perumahan Bumi Sempaja, Rabu (17/4/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Wali Kota Samarinda, Andi Harun, melakukan peninjauan terhadap rencana lokasi pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) di Perumahan Bumi Sempaja.  

    Langkah ini diambil sebagai tanggapan terhadap keluhan warga dan keadaan distribusi air yang belum optimal di bagian utara Samarinda.

    Setelah analisis mendalam, diputuskan bahwa pembangunan IPA merupakan solusi terbaik dalam jangka panjang. 

    "Tidak ada pilihan lain bagi kita. Kita harus memastikan bahwa masalah distribusi air di Samarinda Utara dapat diselesaikan secara permanen,” ujar Andi Harun, Rabu (17/4/2024). 

    Ia mengaku telah melakukan diskusi panjang dengan pihak terkait, termasuk pengembang perumahan Bumi Sempaja perihal lahan pembangunan.  

    "Kami telah menemukan lahan yang sesuai, dengan luas sekitar 2.019 meter persegi, untuk pembangunan IPA dengan kapasitas 50 liter per detik dan diestimasi akan selesai pada bulan November," terangnya. 

    Ia menyampaikan, saat ini negosiasi dengan pihak perumahan Bumi Sempaja juga sudah dimulai terkait dengan lokasi pembangunan IPA. 

    Perihal teknisnya, sudah dimulai pengerjaan penimbunan lokasi yang diperkirakan rampung selama dua pekan. 

    “Pembangunan IPA ini tidak akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Kami meminta PDAM (Perumdam) untuk menggunakan dananya sendiri," jelasnya. 

    Pria yang akrab disapa AH itu memperkirakan dana yang diperlukan untuk membangun IPA berkapasitas 50 liter perdetik itu sekitar Rp24 miliar. 

    Orang nomor satu di Samarinda itu juga mempertimbangkan pertumbuhan populasi dan kebutuhan industri yang akan terus bertambah seiring berjalannya waktu. 

    Sehingga menurutnya diperlukan untuk lebih awal menyiapkan infrastruktur yang memadai untuk merespons permintaan air bersih dari sektor industri kedepannya. 

    "Kita harus siap untuk menambah kapasitas sesuai dengan pertumbuhan kebutuhan. Semoga kedepannya anggaran kita memadai untuk menambah pembangunan baru di tahun depan," ujarnya. 

    Dengan langkah-langkah yang diambil ini, diharapkan distribusi air di Samarinda Utara akan menjadi lebih baik dan dapat mengakomodasi pertumbuhan kebutuhan masyarakat serta industri di masa depan.

    “Kami berharap bahwa pada Desember atau paling lambat Januari, masalah air di Samarinda Utara dapat terselesaikan secara jangka panjang," pungkasnya. 

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Solusi Kekurangan Air Bersih di Samarinda Utara, Wali Kota Bakal Bangun IPA Baru

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    17 April 2024 pukul 15:21 WITA

    Wali Kota Samarinda, Andi Harun saat tinjauan lokasi rencana pembangunan IPA di Perumahan Bumi Sempaja, Rabu (17/4/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Wali Kota Samarinda, Andi Harun, melakukan peninjauan terhadap rencana lokasi pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) di Perumahan Bumi Sempaja.  

    Langkah ini diambil sebagai tanggapan terhadap keluhan warga dan keadaan distribusi air yang belum optimal di bagian utara Samarinda.

    Setelah analisis mendalam, diputuskan bahwa pembangunan IPA merupakan solusi terbaik dalam jangka panjang. 

    "Tidak ada pilihan lain bagi kita. Kita harus memastikan bahwa masalah distribusi air di Samarinda Utara dapat diselesaikan secara permanen,” ujar Andi Harun, Rabu (17/4/2024). 

    Ia mengaku telah melakukan diskusi panjang dengan pihak terkait, termasuk pengembang perumahan Bumi Sempaja perihal lahan pembangunan.  

    "Kami telah menemukan lahan yang sesuai, dengan luas sekitar 2.019 meter persegi, untuk pembangunan IPA dengan kapasitas 50 liter per detik dan diestimasi akan selesai pada bulan November," terangnya. 

    Ia menyampaikan, saat ini negosiasi dengan pihak perumahan Bumi Sempaja juga sudah dimulai terkait dengan lokasi pembangunan IPA. 

    Perihal teknisnya, sudah dimulai pengerjaan penimbunan lokasi yang diperkirakan rampung selama dua pekan. 

    “Pembangunan IPA ini tidak akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Kami meminta PDAM (Perumdam) untuk menggunakan dananya sendiri," jelasnya. 

    Pria yang akrab disapa AH itu memperkirakan dana yang diperlukan untuk membangun IPA berkapasitas 50 liter perdetik itu sekitar Rp24 miliar. 

    Orang nomor satu di Samarinda itu juga mempertimbangkan pertumbuhan populasi dan kebutuhan industri yang akan terus bertambah seiring berjalannya waktu. 

    Sehingga menurutnya diperlukan untuk lebih awal menyiapkan infrastruktur yang memadai untuk merespons permintaan air bersih dari sektor industri kedepannya. 

    "Kita harus siap untuk menambah kapasitas sesuai dengan pertumbuhan kebutuhan. Semoga kedepannya anggaran kita memadai untuk menambah pembangunan baru di tahun depan," ujarnya. 

    Dengan langkah-langkah yang diambil ini, diharapkan distribusi air di Samarinda Utara akan menjadi lebih baik dan dapat mengakomodasi pertumbuhan kebutuhan masyarakat serta industri di masa depan.

    “Kami berharap bahwa pada Desember atau paling lambat Januari, masalah air di Samarinda Utara dapat terselesaikan secara jangka panjang," pungkasnya. 

    (Sf/Rs)