Seputar Kaltim

    SMAN 1 Tanah Grogot Sediakan 324 Kursi, Siap Didik 36 Siswa Baru Per Kelas

    Penulis:Padliannor|Redaktur:Rusdianto
    09 Juni 2026 pukul 14:33 WITA

    Kepala SMAN 1 Tanah Grogot, Suyarno. (Foto: Padliannor/seputarfakta.com)

    Tana Paser - Menjelang Seleksi Penerimaan Murid Baru (SNBP) tahun ajaran 2026/2027, Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Tanah Grogot menyediakan sebanyak 324 kursi bagi siswa baru yang ingin menempuh pendidikan tingkat atas.

    Jumlah tersebut akan dibagi menjadi sembilan kelas dengan 36 siswa baru per kelas.

    SMAN 1 Tanah Grogot memang diketahui telah menjadi salah satu sekolah favorit di Paser dikarenakan berbagai prestasi yang dihasilkan oleh siswanya.

    Selain itu, SMAN 1 juga merupakan sekolah menengah tertua yang ada di wilayah Tanah Grogot.

    "Kuota awalnya delapan kelas. Namun di tahun ajaran baru ini kita tambah menjadi sembilan kelas" kata Suyarno, Selasa (9/6/2026).

    Meskipun penambahan kelas dilakukan, jumlah siswa per kelas akan dikurangi dari 40 menjadi 36 siswa.

    Berkaca dari tahun sebelumnya, ia menilai, dengan kapasitas 40 siswa per kelas proses belajar-mengajar kurang efektif.

    Sementara bagi wali murid yang ingin mendaftarkan anaknya di SMAN 1 Tanah Grogot, ada proses seleksi yang dibagi dalam beberapa tahap.

    "Pendaftaran wajib melewati sistem online. Sistem ini memungkinkan untuk masyarakat melihat pergerakan posisi pendaftar secara real time," tambahnya.

    Tahap pertama, sekolah akan membuka seleksi jalur prestasi dengan kuota 30 persen, jalur afirmasi, dan jalur mutasi atau perpindahan tugas orang tua.

    Kategori prestasi yang akan dinilai yaitu akumulasi nilai rapor lima semester ditambah hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA).

    Tahap dua, pada jalur domisili kuota yang tersedia sebanyak lima persen atau hanya tersedia untuk sekitar 16 siswa baru.

    Pada tahap ini, jarak antara rumah dan sekolah bukan menjadi satu-satunya indikator penilaian. Namun, nilai rapor dan usia juga akan dipertimbangkan.

    Selain itu, pihaknya juga telah menyiapkan tim khusus guna melakukan verifikasi faktual langsung yang akan diturunkan ke lapangan.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    SMAN 1 Tanah Grogot Sediakan 324 Kursi, Siap Didik 36 Siswa Baru Per Kelas

    Penulis:Padliannor|Redaktur:Rusdianto
    09 Juni 2026 pukul 14:33 WITA

    Kepala SMAN 1 Tanah Grogot, Suyarno. (Foto: Padliannor/seputarfakta.com)

    Tana Paser - Menjelang Seleksi Penerimaan Murid Baru (SNBP) tahun ajaran 2026/2027, Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Tanah Grogot menyediakan sebanyak 324 kursi bagi siswa baru yang ingin menempuh pendidikan tingkat atas.

    Jumlah tersebut akan dibagi menjadi sembilan kelas dengan 36 siswa baru per kelas.

    SMAN 1 Tanah Grogot memang diketahui telah menjadi salah satu sekolah favorit di Paser dikarenakan berbagai prestasi yang dihasilkan oleh siswanya.

    Selain itu, SMAN 1 juga merupakan sekolah menengah tertua yang ada di wilayah Tanah Grogot.

    "Kuota awalnya delapan kelas. Namun di tahun ajaran baru ini kita tambah menjadi sembilan kelas" kata Suyarno, Selasa (9/6/2026).

    Meskipun penambahan kelas dilakukan, jumlah siswa per kelas akan dikurangi dari 40 menjadi 36 siswa.

    Berkaca dari tahun sebelumnya, ia menilai, dengan kapasitas 40 siswa per kelas proses belajar-mengajar kurang efektif.

    Sementara bagi wali murid yang ingin mendaftarkan anaknya di SMAN 1 Tanah Grogot, ada proses seleksi yang dibagi dalam beberapa tahap.

    "Pendaftaran wajib melewati sistem online. Sistem ini memungkinkan untuk masyarakat melihat pergerakan posisi pendaftar secara real time," tambahnya.

    Tahap pertama, sekolah akan membuka seleksi jalur prestasi dengan kuota 30 persen, jalur afirmasi, dan jalur mutasi atau perpindahan tugas orang tua.

    Kategori prestasi yang akan dinilai yaitu akumulasi nilai rapor lima semester ditambah hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA).

    Tahap dua, pada jalur domisili kuota yang tersedia sebanyak lima persen atau hanya tersedia untuk sekitar 16 siswa baru.

    Pada tahap ini, jarak antara rumah dan sekolah bukan menjadi satu-satunya indikator penilaian. Namun, nilai rapor dan usia juga akan dipertimbangkan.

    Selain itu, pihaknya juga telah menyiapkan tim khusus guna melakukan verifikasi faktual langsung yang akan diturunkan ke lapangan.

    (Sf/Rs)