Seputar Kaltim

    SMAN 1 Bontang Bakal Tampil di Nasional, Pelatih Sebut Penyelenggara sudah Makin Baik Sejak Kejadian di Kalbar

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    16 Juni 2026 pukul 19:13 WITA

    SMAN 1 Bontang mendapatkan juara 1 di ajang LCC Empat Pilar MPR RI. (Foto: Dok. SMA 1 Bontang)

    Samarinda - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh dunia pendidikan Kota Taman. 

    Tim Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar dari SMA Negeri 1 Bontang sukses meraih Juara 1 di tingkat Provinsi Kalimantan Timur dan berhak mewakili provinsi tersebut ke ajang nasional. 

    Keberhasilan ini disambut antusias oleh pelatih tim LCC 4 Pilar SMAN 1 Bontang, Miftahul Fadli Sudirman. 

    Di balik rasa syukur atas kemenangan tim asuhannya, Fadli juga memberikan apresiasi khusus kepada Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) selaku pihak panitia yang dinilai telah banyak berbenah.  

    Fadli menyoroti evaluasi menyeluruh yang dilakukan panitia setelah sempat terjadinya polemik di beberapa penyelenggaraan sebelumnya yang sempat viral. 

    "Satu hal yang saya soroti, ini bagusnya panitia dari MPR RI mengevaluasi hasil lomba kemarin," ujar Fadli. 

    Menurutnya, perbaikan sistem penjurian di tahun ini sangat signifikan. Beberapa perbaikan tersebut antara lain diterapkannya sistem banding ala VAR, di mana tersedia rekaman lomba yang akan diputar ulang jika ada peserta yang mengajukan banding. 

    Hal ini dinilai efektif untuk meminimalisir kesalahan pendengaran oleh juri. Selain itu, panitia juga membekali dewan juri dengan fasilitas headset selama pertandingan berlangsung. 

    Aturan perlombaan pun diperketat melalui larangan jawaban sapu jagat. Kini, peserta tidak boleh lagi menyebutkan satu pasal penuh jika yang ditanyakan hanya salah satu unsur dalam UUD. Apabila hal tersebut dilanggar, maka jawaban peserta akan langsung disalahkan.  

    Perjalanan SMAN 1 Bontang menuju takhta juara Kaltim ini dilalui dengan cukup gemilang. Lomba yang terbagi menjadi tiga sesi (wawasan empat pilar, tematik mosi pro-kontra, dan rebutan) ini menuntut kecakapan tinggi. 

    Pada babak penyisihan, tim ini berhasil meraup 105 poin saat berhadapan dengan SMAN 1 Tenggarong dan SMAN 2 Berau. 

    Ketangguhan mereka kembali terbukti di partai final melalui perolehan 95 poin, mengalahkan SMAN 1 Sangatta Utara dan MAN IC Paser.  

    Fadli mengungkapkan bahwa tim tangguh ini dibentuk melalui proses open recruitment (seleksi terbuka) di sekolah. Dari 25 hingga 26 siswa yang mendaftar, tersaringlah 10 siswa terbaik yang kemudian masuk ke dalam tim.  

    Menjelang pertarungan di tingkat nasional, porsi latihan anak-anak akan semakin ditingkatkan dan aturan disiplin diperketat. 

    "Ke depan kita mau bikin jadwal pasti. Kalau mereka ada agenda, mereka yang harus sesuaikan dengan jadwal (latihan), bukan jadwal yang menyesuaikan mereka," tegasnya.  

    Sayangnya, di tengah persiapan matang tersebut, tim SMAN 1 Bontang masih harus murni mengandalkan dana dari internal sekolah. 

    Fadli menyebutkan bahwa hingga saat ini belum ada komunikasi maupun kucuran dana bantuan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang. Biasanya, untuk perwakilan tingkat nasional terdapat atensi dari wali kota atau wakil wali kota, namun hingga saat ini komunikasi terkait hal itu belum ada.  

    Meskipun demikian, Fadli menaruh harapan besar agar anak asuhnya dapat tampil maksimal di kancah nasional. 

    "Ini pertama kalinya sekolah saya masuk ke nasional, pertama kalinya juara 1 di Kaltim. Pengen memberikan yang terbaik, pengen dijuara satu. Harapannya kita bisa lancar aja tanpa ada kontroversi," tutupnya.  

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    SMAN 1 Bontang Bakal Tampil di Nasional, Pelatih Sebut Penyelenggara sudah Makin Baik Sejak Kejadian di Kalbar

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    16 Juni 2026 pukul 19:13 WITA

    SMAN 1 Bontang mendapatkan juara 1 di ajang LCC Empat Pilar MPR RI. (Foto: Dok. SMA 1 Bontang)

    Samarinda - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh dunia pendidikan Kota Taman. 

    Tim Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar dari SMA Negeri 1 Bontang sukses meraih Juara 1 di tingkat Provinsi Kalimantan Timur dan berhak mewakili provinsi tersebut ke ajang nasional. 

    Keberhasilan ini disambut antusias oleh pelatih tim LCC 4 Pilar SMAN 1 Bontang, Miftahul Fadli Sudirman. 

    Di balik rasa syukur atas kemenangan tim asuhannya, Fadli juga memberikan apresiasi khusus kepada Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) selaku pihak panitia yang dinilai telah banyak berbenah.  

    Fadli menyoroti evaluasi menyeluruh yang dilakukan panitia setelah sempat terjadinya polemik di beberapa penyelenggaraan sebelumnya yang sempat viral. 

    "Satu hal yang saya soroti, ini bagusnya panitia dari MPR RI mengevaluasi hasil lomba kemarin," ujar Fadli. 

    Menurutnya, perbaikan sistem penjurian di tahun ini sangat signifikan. Beberapa perbaikan tersebut antara lain diterapkannya sistem banding ala VAR, di mana tersedia rekaman lomba yang akan diputar ulang jika ada peserta yang mengajukan banding. 

    Hal ini dinilai efektif untuk meminimalisir kesalahan pendengaran oleh juri. Selain itu, panitia juga membekali dewan juri dengan fasilitas headset selama pertandingan berlangsung. 

    Aturan perlombaan pun diperketat melalui larangan jawaban sapu jagat. Kini, peserta tidak boleh lagi menyebutkan satu pasal penuh jika yang ditanyakan hanya salah satu unsur dalam UUD. Apabila hal tersebut dilanggar, maka jawaban peserta akan langsung disalahkan.  

    Perjalanan SMAN 1 Bontang menuju takhta juara Kaltim ini dilalui dengan cukup gemilang. Lomba yang terbagi menjadi tiga sesi (wawasan empat pilar, tematik mosi pro-kontra, dan rebutan) ini menuntut kecakapan tinggi. 

    Pada babak penyisihan, tim ini berhasil meraup 105 poin saat berhadapan dengan SMAN 1 Tenggarong dan SMAN 2 Berau. 

    Ketangguhan mereka kembali terbukti di partai final melalui perolehan 95 poin, mengalahkan SMAN 1 Sangatta Utara dan MAN IC Paser.  

    Fadli mengungkapkan bahwa tim tangguh ini dibentuk melalui proses open recruitment (seleksi terbuka) di sekolah. Dari 25 hingga 26 siswa yang mendaftar, tersaringlah 10 siswa terbaik yang kemudian masuk ke dalam tim.  

    Menjelang pertarungan di tingkat nasional, porsi latihan anak-anak akan semakin ditingkatkan dan aturan disiplin diperketat. 

    "Ke depan kita mau bikin jadwal pasti. Kalau mereka ada agenda, mereka yang harus sesuaikan dengan jadwal (latihan), bukan jadwal yang menyesuaikan mereka," tegasnya.  

    Sayangnya, di tengah persiapan matang tersebut, tim SMAN 1 Bontang masih harus murni mengandalkan dana dari internal sekolah. 

    Fadli menyebutkan bahwa hingga saat ini belum ada komunikasi maupun kucuran dana bantuan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang. Biasanya, untuk perwakilan tingkat nasional terdapat atensi dari wali kota atau wakil wali kota, namun hingga saat ini komunikasi terkait hal itu belum ada.  

    Meskipun demikian, Fadli menaruh harapan besar agar anak asuhnya dapat tampil maksimal di kancah nasional. 

    "Ini pertama kalinya sekolah saya masuk ke nasional, pertama kalinya juara 1 di Kaltim. Pengen memberikan yang terbaik, pengen dijuara satu. Harapannya kita bisa lancar aja tanpa ada kontroversi," tutupnya.  

    (Sf/Rs)