Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala SLB Megeri Samarinda, Margono. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Kepala Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Samarinda, Margono, mengusulkan perubahan menu susu dalam program makan bergizi gratis untuk anak dengan autisme. Ia meminta agar susu formula atau susu sapi diganti dengan susu kedelai.
"Kami mengusulkan agar susu untuk anak-autis diganti dengan susu kedelai. Hal ini karena beberapa anak autis memiliki sensitivitas terhadap kandungan tertentu dalam susu sapi," ujar Margono setelah simulasi makan bergizi gratis di sekolahnya, Selasa (10/12/2024).
SLB Negeri Samarinda menampung 167 siswa dari berbagai tingkat pendidikan, mulai dari SDLB, SMPLB, hingga SMALB. Siswa-siswa tersebut memiliki beragam jenis disabilitas, seperti tunanetra, tunarungu, tunagrahita, tunadaksa, dan autisme.
"Program makan bergizi gratis ini sangat membantu, terutama bagi siswa dengan kebutuhan khusus yang seringkali sulit makan. Namun, kami berharap menu susu bisa disesuaikan dengan kebutuhan khusus mereka," tambah Margono.
Margono menjelaskan bahwa susu kedelai dianggap lebih cocok untuk anak autis karena beberapa alasan. Pertama, susu kedelai bebas dari laktosa yang seringkali menjadi penyebab alergi pada sebagian anak. Kedua, susu kedelai mengandung protein nabati yang lebih mudah dicerna oleh sistem pencernaan anak autis.
"Kami berharap usulan ini dapat dipertimbangkan oleh pihak terkait, sehingga program makan bergizi gratis dapat lebih optimal dalam memenuhi kebutuhan nutrisi siswa-siswa kami," harap Margono.
Selain usulan pergantian menu susu, Margono juga menyoroti kendala lain dalam pelaksanaan program makan bergizi gratis. Ia mengeluhkan kemasan makanan yang kurang praktis, seperti sayur yang dikemas dalam bungkusan yang sulit dibuka.
"Kami berharap penyedia makanan dapat menyajikan menu yang lebih praktis, sehingga siswa dapat langsung mengkonsumsinya tanpa kesulitan," tukas Margono.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala SLB Megeri Samarinda, Margono. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Kepala Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Samarinda, Margono, mengusulkan perubahan menu susu dalam program makan bergizi gratis untuk anak dengan autisme. Ia meminta agar susu formula atau susu sapi diganti dengan susu kedelai.
"Kami mengusulkan agar susu untuk anak-autis diganti dengan susu kedelai. Hal ini karena beberapa anak autis memiliki sensitivitas terhadap kandungan tertentu dalam susu sapi," ujar Margono setelah simulasi makan bergizi gratis di sekolahnya, Selasa (10/12/2024).
SLB Negeri Samarinda menampung 167 siswa dari berbagai tingkat pendidikan, mulai dari SDLB, SMPLB, hingga SMALB. Siswa-siswa tersebut memiliki beragam jenis disabilitas, seperti tunanetra, tunarungu, tunagrahita, tunadaksa, dan autisme.
"Program makan bergizi gratis ini sangat membantu, terutama bagi siswa dengan kebutuhan khusus yang seringkali sulit makan. Namun, kami berharap menu susu bisa disesuaikan dengan kebutuhan khusus mereka," tambah Margono.
Margono menjelaskan bahwa susu kedelai dianggap lebih cocok untuk anak autis karena beberapa alasan. Pertama, susu kedelai bebas dari laktosa yang seringkali menjadi penyebab alergi pada sebagian anak. Kedua, susu kedelai mengandung protein nabati yang lebih mudah dicerna oleh sistem pencernaan anak autis.
"Kami berharap usulan ini dapat dipertimbangkan oleh pihak terkait, sehingga program makan bergizi gratis dapat lebih optimal dalam memenuhi kebutuhan nutrisi siswa-siswa kami," harap Margono.
Selain usulan pergantian menu susu, Margono juga menyoroti kendala lain dalam pelaksanaan program makan bergizi gratis. Ia mengeluhkan kemasan makanan yang kurang praktis, seperti sayur yang dikemas dalam bungkusan yang sulit dibuka.
"Kami berharap penyedia makanan dapat menyajikan menu yang lebih praktis, sehingga siswa dapat langsung mengkonsumsinya tanpa kesulitan," tukas Margono.
(Sf/Rs)