Seputar Kaltim

    Siswa SMAN 16 Puji Kualitas Seragam Gratis Pemprov Kaltim: Bahannya lemes, tidak kaku

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    06 Januari 2026 pukul 14:42 WITA

    Saat pembagian seragam gratis di SMAN 16 pada Desember lalu. (Foto: Dok. SMAN 16)

    Samarinda - Program bantuan seragam sekolah gratis yang digulirkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) menuai respons positif langsung dari para penerima manfaat. 

    Tak sekadar gratis, kualitas bahan seragam yang dibagikan dinilai melebihi ekspektasi karena kenyamanannya saat dikenakan.

    Maysita Altafunnisa, salah satu siswi kelas X-2 di SMAN 16 Samarinda, mengaku terkesan saat pertama kali mencoba paket bantuan tersebut. 

    Menurutnya, tekstur kain yang diberikan sangat ramah di kulit dan mendukung mobilitas siswa yang padat seharian.

    “Bahannya bagus, bahannya lemes dan nyaman dipakai. Bahannya tidak kaku,” ungkap Maysita saat ditemui di sekolahnya, Selasa (06/01/2026).

    Kenyamanan ini menjadi poin penting, mengingat para siswa menghabiskan waktu berjam-jam di sekolah. Bahan yang 'adem' dan menyerap keringat tentu menjadi nilai tambah tersendiri dibanding sekadar pembagian seragam massal biasa.

    Maysita menambahkan, paket yang ia terima tergolong sangat lengkap atau full set. Mulai dari seragam putih abu-abu, ikat pinggang, topi, dasi, kaos kaki, tas, hingga sepatu. 

    Bantuan ini dinilai sangat krusial, terutama bagi pelajar dengan latar belakang ekonomi menengah ke bawah, meskipun distribusinya sempat memakan waktu.

    “Menurut saya program ini sangat berguna. Walaupun memang sedikit telat, karena saya masuk sekolah bulan Juli tapi baru dapat seragam di bulan Desember. Namun perlengkapan yang diberikan itu sangat membantu," jelasnya jujur.

    Senada dengan siswanya, Kepala Sekolah SMAN 16 Samarinda, Abdul Rozak, mengonfirmasi bahwa kualitas barang yang diterima siswanya memang layak puji. Tidak hanya baju, aksesori penunjang seperti tas dan sepatu pun memiliki build quality yang baik.

    Pihak sekolah bahkan telah menginstruksikan penggunaan seragam tersebut secara serentak.

    “Seragam gratis tersebut telah digunakan secara resmi pada hari Senin lalu. Seluruh siswa kelas X kami instruksikan untuk mengenakan seragam bantuan dari pemerintah pada kegiatan sekolah hari itu,” tutur Rozak.

    Rozak menilai, di balik kualitas kain yang nyaman, terdapat dampak psikologis yang besar. Program yang menyasar sekitar 65.000 siswa baru SMA/SMK/SLB se-Kaltim ini dinilai sukses meningkatkan semangat belajar anak didik sekaligus meringankan beban orang tua.

    “Kita tetap apresiasi program ini, sudah berjalan dengan baik. Kita ingin kalau bisa tahun depan, jika memungkinkan tidak hanya seragam putih abu-abu saja, melainkan seragam lainnya juga,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Siswa SMAN 16 Puji Kualitas Seragam Gratis Pemprov Kaltim: Bahannya lemes, tidak kaku

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    06 Januari 2026 pukul 14:42 WITA

    Saat pembagian seragam gratis di SMAN 16 pada Desember lalu. (Foto: Dok. SMAN 16)

    Samarinda - Program bantuan seragam sekolah gratis yang digulirkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) menuai respons positif langsung dari para penerima manfaat. 

    Tak sekadar gratis, kualitas bahan seragam yang dibagikan dinilai melebihi ekspektasi karena kenyamanannya saat dikenakan.

    Maysita Altafunnisa, salah satu siswi kelas X-2 di SMAN 16 Samarinda, mengaku terkesan saat pertama kali mencoba paket bantuan tersebut. 

    Menurutnya, tekstur kain yang diberikan sangat ramah di kulit dan mendukung mobilitas siswa yang padat seharian.

    “Bahannya bagus, bahannya lemes dan nyaman dipakai. Bahannya tidak kaku,” ungkap Maysita saat ditemui di sekolahnya, Selasa (06/01/2026).

    Kenyamanan ini menjadi poin penting, mengingat para siswa menghabiskan waktu berjam-jam di sekolah. Bahan yang 'adem' dan menyerap keringat tentu menjadi nilai tambah tersendiri dibanding sekadar pembagian seragam massal biasa.

    Maysita menambahkan, paket yang ia terima tergolong sangat lengkap atau full set. Mulai dari seragam putih abu-abu, ikat pinggang, topi, dasi, kaos kaki, tas, hingga sepatu. 

    Bantuan ini dinilai sangat krusial, terutama bagi pelajar dengan latar belakang ekonomi menengah ke bawah, meskipun distribusinya sempat memakan waktu.

    “Menurut saya program ini sangat berguna. Walaupun memang sedikit telat, karena saya masuk sekolah bulan Juli tapi baru dapat seragam di bulan Desember. Namun perlengkapan yang diberikan itu sangat membantu," jelasnya jujur.

    Senada dengan siswanya, Kepala Sekolah SMAN 16 Samarinda, Abdul Rozak, mengonfirmasi bahwa kualitas barang yang diterima siswanya memang layak puji. Tidak hanya baju, aksesori penunjang seperti tas dan sepatu pun memiliki build quality yang baik.

    Pihak sekolah bahkan telah menginstruksikan penggunaan seragam tersebut secara serentak.

    “Seragam gratis tersebut telah digunakan secara resmi pada hari Senin lalu. Seluruh siswa kelas X kami instruksikan untuk mengenakan seragam bantuan dari pemerintah pada kegiatan sekolah hari itu,” tutur Rozak.

    Rozak menilai, di balik kualitas kain yang nyaman, terdapat dampak psikologis yang besar. Program yang menyasar sekitar 65.000 siswa baru SMA/SMK/SLB se-Kaltim ini dinilai sukses meningkatkan semangat belajar anak didik sekaligus meringankan beban orang tua.

    “Kita tetap apresiasi program ini, sudah berjalan dengan baik. Kita ingin kalau bisa tahun depan, jika memungkinkan tidak hanya seragam putih abu-abu saja, melainkan seragam lainnya juga,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)