Seputar Kaltim

    Siswa Sekolah Rakyat di Samarinda Bakal Dibekali Laptop dan Belajar Coding hingga AI

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    08 Oktober 2025 pukul 13:56 WITA

    Siswa-siswi Sekolah Rakyat Terintegrasi 57 Samarinda yang sedang berkumpul. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) di Samarinda, Kalimantan Timur, bakal menjadi sekolah percontohan yang modern. 

    Bagaimana tidak, para siswa di sekolah khusus untuk anak dari keluarga kurang mampu ini akan dibekali laptop dan mendapatkan materi tambahan berupa pelajaran coding dan Artificial Intelligence (AI).

    Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 57 Samarinda, Rabiatul Adawiyah, saat kegiatan Dialog Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi di Asrama SMA Negeri 16 Samarinda, Rabu (8/10/2025). 

    Menurut Rabiatul, para siswa akan mendapatkan laptop yang hanya digunakan di area sekolah, khususnya saat jam pelajaran.

    "Laptop ini untuk belajar, Bu. Karena kita nanti ada guru khusus coding dan guru AI. Jadi, ekstrakurikulernya atau mata pelajaran tambahannya lebih fokus ke coding dan AI," jelas Rabiatul.

    Rabiatul menambahkan, penggunaan laptop akan diawasi secara ketat. Laptop tidak diperkenankan dibawa ke kamar atau area lain di luar jam pelajaran. 

    "Ketika jam pelajaran yang menggunakan laptop, silakan digunakan. Bisa jadi di luar jam pelajaran, seperti saat jam malam, ada waktu-waktu tertentu untuk belajar coding dan AI. Itu baru digunakan lagi laptopnya dengan bimbingan guru," imbuhnya.

    Program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto ini memang menjadi angin segar bagi banyak keluarga kurang mampu. 

    Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf, menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat adalah program nasional untuk pengentasan kemiskinan yang berkeadilan dan berkelanjutan. Program ini dijalankan oleh Kementerian Sosial bersama berbagai kementerian dan lembaga terkait.

    "Secara keseluruhan, akan ada 165 titik Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia, dan tiga di antaranya berada di Samarinda," ungkap Gus Ipul, sapaan akrabnya.

    Gus Ipul menegaskan bahwa siswa yang diterima harus benar-benar dari keluarga kurang mampu. Setiap siswa mendapatkan delapan set seragam, laptop untuk pembelajaran, dan fasilitas asrama yang layak. 

    Ke depannya, pemerintah juga akan membangun gedung permanen berkapasitas 1.000 siswa di atas lahan 7-8 hektare, lengkap dengan laboratorium, perpustakaan, dan sarana olahraga.

    Dalam kesempatan itu, Gus Ipul juga menekankan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman. Ia menegaskan ada tiga hal yang tidak boleh terjadi di Sekolah Rakyat, yaitu perundungan, kekerasan fisik maupun seksual, dan intoleransi.

    "Semua harus rukun dan saling menghormati," tegasnya.

    Saat ini, Sekolah Rakyat Terintegrasi 57 Samarinda menampung 49 siswa, terdiri dari 25 siswa SMA dan 24 siswa SD. Gus Ipul juga menitipkan pesan kepada Wakil Gubernur Kaltim agar terus mengawal pelaksanaan program ini agar berjalan lancar dan sukses.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Siswa Sekolah Rakyat di Samarinda Bakal Dibekali Laptop dan Belajar Coding hingga AI

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    08 Oktober 2025 pukul 13:56 WITA

    Siswa-siswi Sekolah Rakyat Terintegrasi 57 Samarinda yang sedang berkumpul. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) di Samarinda, Kalimantan Timur, bakal menjadi sekolah percontohan yang modern. 

    Bagaimana tidak, para siswa di sekolah khusus untuk anak dari keluarga kurang mampu ini akan dibekali laptop dan mendapatkan materi tambahan berupa pelajaran coding dan Artificial Intelligence (AI).

    Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 57 Samarinda, Rabiatul Adawiyah, saat kegiatan Dialog Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi di Asrama SMA Negeri 16 Samarinda, Rabu (8/10/2025). 

    Menurut Rabiatul, para siswa akan mendapatkan laptop yang hanya digunakan di area sekolah, khususnya saat jam pelajaran.

    "Laptop ini untuk belajar, Bu. Karena kita nanti ada guru khusus coding dan guru AI. Jadi, ekstrakurikulernya atau mata pelajaran tambahannya lebih fokus ke coding dan AI," jelas Rabiatul.

    Rabiatul menambahkan, penggunaan laptop akan diawasi secara ketat. Laptop tidak diperkenankan dibawa ke kamar atau area lain di luar jam pelajaran. 

    "Ketika jam pelajaran yang menggunakan laptop, silakan digunakan. Bisa jadi di luar jam pelajaran, seperti saat jam malam, ada waktu-waktu tertentu untuk belajar coding dan AI. Itu baru digunakan lagi laptopnya dengan bimbingan guru," imbuhnya.

    Program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto ini memang menjadi angin segar bagi banyak keluarga kurang mampu. 

    Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf, menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat adalah program nasional untuk pengentasan kemiskinan yang berkeadilan dan berkelanjutan. Program ini dijalankan oleh Kementerian Sosial bersama berbagai kementerian dan lembaga terkait.

    "Secara keseluruhan, akan ada 165 titik Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia, dan tiga di antaranya berada di Samarinda," ungkap Gus Ipul, sapaan akrabnya.

    Gus Ipul menegaskan bahwa siswa yang diterima harus benar-benar dari keluarga kurang mampu. Setiap siswa mendapatkan delapan set seragam, laptop untuk pembelajaran, dan fasilitas asrama yang layak. 

    Ke depannya, pemerintah juga akan membangun gedung permanen berkapasitas 1.000 siswa di atas lahan 7-8 hektare, lengkap dengan laboratorium, perpustakaan, dan sarana olahraga.

    Dalam kesempatan itu, Gus Ipul juga menekankan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman. Ia menegaskan ada tiga hal yang tidak boleh terjadi di Sekolah Rakyat, yaitu perundungan, kekerasan fisik maupun seksual, dan intoleransi.

    "Semua harus rukun dan saling menghormati," tegasnya.

    Saat ini, Sekolah Rakyat Terintegrasi 57 Samarinda menampung 49 siswa, terdiri dari 25 siswa SMA dan 24 siswa SD. Gus Ipul juga menitipkan pesan kepada Wakil Gubernur Kaltim agar terus mengawal pelaksanaan program ini agar berjalan lancar dan sukses.

    (Sf/Rs)