Seputar Kaltim

    Sistem Baru Adipura Bikin Nilai Kutim Merosot, Pemkab Siapkan Pembenahan

    Penulis:Lisda|Redaktur:Lodya A
    25 Februari 2026 pukul 12:53 WITA

    Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman. (Foto: Lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta – Seluruh kecamatan di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kini menjadi bagian dari penilaian penghargaan kebersihan nasional atau Adipura. Perubahan sistem penilaian disebut menjadi salah satu penyebab turunnya nilai Kutim tahun ini.

    Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman mengatakan sebelumnya penilaian terfokus di wilayah Sangatta. Namun kini semua kecamatan ikut masuk dalam indikator penilaian.

    “Sekarang penilaiannya tidak hanya Sangatta, semua kecamatan menjadi bagian dari penilaian. Ini yang mungkin membuat nilai kita turun dari sebelumnya,” ujar Ardiansyah, Senin (23/2/2026).

    Kutim pernah meraih Sertifikat Adipura pada 2014. Namun berdasarkan hasil evaluasi terbaru, nilainya masih belum cukup untuk kembali mendapatkan penghargaan tersebut.

    “Di 2014 kita sudah mendapatkan sertifikat Adipura. Tapi tahun ini kita masih di bawahnya. Penilaiannya sudah ada dan memang masih jauh dari target,” tambahnya.

    Untuk meningkatkan capaian tersebut, Pemkab Kutim berencana melakukan pembenahan, terutama dalam pengelolaan sampah dan peningkatan fasilitas kebersihan di seluruh kecamatan.

    Salah satu langkah yang disiapkan adalah mendorong setiap kecamatan memiliki Tempat Pembuangan Akhir (TPA) guna memperkuat sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh.

    “Kita akan terus berusaha. Kemungkinan besar nanti semua kecamatan punya TPA. Mudah-mudahan ya,” pungkasnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Sistem Baru Adipura Bikin Nilai Kutim Merosot, Pemkab Siapkan Pembenahan

    Penulis:Lisda|Redaktur:Lodya A
    25 Februari 2026 pukul 12:53 WITA

    Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman. (Foto: Lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta – Seluruh kecamatan di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kini menjadi bagian dari penilaian penghargaan kebersihan nasional atau Adipura. Perubahan sistem penilaian disebut menjadi salah satu penyebab turunnya nilai Kutim tahun ini.

    Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman mengatakan sebelumnya penilaian terfokus di wilayah Sangatta. Namun kini semua kecamatan ikut masuk dalam indikator penilaian.

    “Sekarang penilaiannya tidak hanya Sangatta, semua kecamatan menjadi bagian dari penilaian. Ini yang mungkin membuat nilai kita turun dari sebelumnya,” ujar Ardiansyah, Senin (23/2/2026).

    Kutim pernah meraih Sertifikat Adipura pada 2014. Namun berdasarkan hasil evaluasi terbaru, nilainya masih belum cukup untuk kembali mendapatkan penghargaan tersebut.

    “Di 2014 kita sudah mendapatkan sertifikat Adipura. Tapi tahun ini kita masih di bawahnya. Penilaiannya sudah ada dan memang masih jauh dari target,” tambahnya.

    Untuk meningkatkan capaian tersebut, Pemkab Kutim berencana melakukan pembenahan, terutama dalam pengelolaan sampah dan peningkatan fasilitas kebersihan di seluruh kecamatan.

    Salah satu langkah yang disiapkan adalah mendorong setiap kecamatan memiliki Tempat Pembuangan Akhir (TPA) guna memperkuat sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh.

    “Kita akan terus berusaha. Kemungkinan besar nanti semua kecamatan punya TPA. Mudah-mudahan ya,” pungkasnya.

    (Sf/Lo)