Cari disini...
Seputarfakta.com - Maulana -
Seputar Kaltim
Para pemain Borneo FC sedang berlatih jelang lawan Semen Padang. (Foto: Borneo FC)
Samarinda - Menjelang laga pekan ke-29 BRI Super League 2025/2026, Borneo FC Samarinda pantang kehilangan poin. Skuad Pesut Etam diwajibkan tampil maksimal dan haram terpeleset saat menjamu Semen Padang di Stadion Segiri, Sabtu (25/4/2026).
Dengan menyisakan enam pertandingan lagi musim ini, setiap poin sangat krusial dalam perburuan gelar juara.
Hal tersebut ditegaskan langsung oleh Pelatih Kepala Borneo FC, Fabio Lefundes, dalam Pre-match Press Conference pada Jumat (24/4/2026) sore.
Mengawali pernyataannya, pelatih asal Brasil itu menyempatkan diri menyampaikan belasungkawa mendalam atas berpulangnya Risaldi, salah satu jurnalis olahraga yang kerap meliput keseharian tim di Samarinda.
Memasuki pembahasan teknis, Fabio menekankan bahwa tim pelatih sudah menanamkan mindset kepada seluruh pemain bahwa setiap laga tersisa adalah partai final.
"Kita menyisakan enam pertandingan lagi dan kami menghadapinya dari satu laga ke laga lainnya. Jika kita ingin terus bersaing di papan atas, kita harus meraih poin penuh. Kemenangan di kandang adalah hal yang tidak bisa ditawar. Kami akan berjuang habis-habisan hingga kompetisi selesai," tegas Fabio.
Jadwal padat dengan jeda istirahat yang sempit membuat skuad Borneo FC harus ekstra fokus. Terlebih lagi, tensi tinggi di ujung kompetisi kerap memunculkan tantangan non-teknis, salah satunya terkait kepemimpinan pengadil lapangan.
Fabio secara khusus menyoroti pentingnya kejelian Komite Wasit dalam menentukan wasit di fase krusial ini agar tidak merugikan tim yang sudah berjuang keras sepanjang musim.
"Wasit harus pintar dan tidak boleh terbawa stres yang dibawa pemain ke dalam lapangan. Saya sangat berharap di enam laga sisa ini mereka bisa memimpin dengan lebih seimbang dan adil. Jangan sampai ada wasit yang condong ke satu tim," ungkapnya merujuk pada beberapa insiden kartu kontroversial di laga sebelumnya melawan PSM Makassar.
Meski sering dihadapkan pada permainan keras lawan maupun keputusan wasit yang patut dipertanyakan, Borneo FC enggan terbawa emosi. Penyerang asing Borneo FC, Koldo Obieta, menyatakan bahwa skuadnya diinstruksikan untuk tidak meladeni permainan kotor dan tetap fokus pada taktik jitu mereka sendiri.
"Pelatih selalu menekankan agar kami fokus pada permainan sendiri. Kalau lawan bermain kasar, itu bukan gaya kami. Kita harus menikmati permainan, karena sepak bola saat ini dimenangkan dengan cara bermain yang baik dan rapi. Kalau kami mampu melakukan itu, kami bisa mencetak gol kapan saja," jelas Obieta.
Striker asal Spanyol itu juga mengaku sangat termotivasi untuk kembali merobek jala lawan di Stadion Segiri. Merayakan gol bersama suporter di kandang menjadi bahan bakar utamanya, meskipun kemenangan tim tetap menjadi tujuan akhir.
Menanggapi tekad Obieta, Coach Fabio pun menimpali dengan nada bercanda. "Mana ada striker digaji mahal tapi tidak mau cetak gol? Pasti dia tetap mau cari gol!" kelakarnya.
Sebagai penutup, Fabio Lefundes menyerukan panggilan kepada seluruh masyarakat Samarinda.
Ia berharap tribun Stadion Segiri akan penuh sesak untuk memberikan tekanan kepada tim tamu sekaligus menjadi pemain ke-12 yang mengawal langkah Borneo FC menuju tangga juara.
(Sf/Rs)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Maulana -
Seputar Kaltim

Para pemain Borneo FC sedang berlatih jelang lawan Semen Padang. (Foto: Borneo FC)
Samarinda - Menjelang laga pekan ke-29 BRI Super League 2025/2026, Borneo FC Samarinda pantang kehilangan poin. Skuad Pesut Etam diwajibkan tampil maksimal dan haram terpeleset saat menjamu Semen Padang di Stadion Segiri, Sabtu (25/4/2026).
Dengan menyisakan enam pertandingan lagi musim ini, setiap poin sangat krusial dalam perburuan gelar juara.
Hal tersebut ditegaskan langsung oleh Pelatih Kepala Borneo FC, Fabio Lefundes, dalam Pre-match Press Conference pada Jumat (24/4/2026) sore.
Mengawali pernyataannya, pelatih asal Brasil itu menyempatkan diri menyampaikan belasungkawa mendalam atas berpulangnya Risaldi, salah satu jurnalis olahraga yang kerap meliput keseharian tim di Samarinda.
Memasuki pembahasan teknis, Fabio menekankan bahwa tim pelatih sudah menanamkan mindset kepada seluruh pemain bahwa setiap laga tersisa adalah partai final.
"Kita menyisakan enam pertandingan lagi dan kami menghadapinya dari satu laga ke laga lainnya. Jika kita ingin terus bersaing di papan atas, kita harus meraih poin penuh. Kemenangan di kandang adalah hal yang tidak bisa ditawar. Kami akan berjuang habis-habisan hingga kompetisi selesai," tegas Fabio.
Jadwal padat dengan jeda istirahat yang sempit membuat skuad Borneo FC harus ekstra fokus. Terlebih lagi, tensi tinggi di ujung kompetisi kerap memunculkan tantangan non-teknis, salah satunya terkait kepemimpinan pengadil lapangan.
Fabio secara khusus menyoroti pentingnya kejelian Komite Wasit dalam menentukan wasit di fase krusial ini agar tidak merugikan tim yang sudah berjuang keras sepanjang musim.
"Wasit harus pintar dan tidak boleh terbawa stres yang dibawa pemain ke dalam lapangan. Saya sangat berharap di enam laga sisa ini mereka bisa memimpin dengan lebih seimbang dan adil. Jangan sampai ada wasit yang condong ke satu tim," ungkapnya merujuk pada beberapa insiden kartu kontroversial di laga sebelumnya melawan PSM Makassar.
Meski sering dihadapkan pada permainan keras lawan maupun keputusan wasit yang patut dipertanyakan, Borneo FC enggan terbawa emosi. Penyerang asing Borneo FC, Koldo Obieta, menyatakan bahwa skuadnya diinstruksikan untuk tidak meladeni permainan kotor dan tetap fokus pada taktik jitu mereka sendiri.
"Pelatih selalu menekankan agar kami fokus pada permainan sendiri. Kalau lawan bermain kasar, itu bukan gaya kami. Kita harus menikmati permainan, karena sepak bola saat ini dimenangkan dengan cara bermain yang baik dan rapi. Kalau kami mampu melakukan itu, kami bisa mencetak gol kapan saja," jelas Obieta.
Striker asal Spanyol itu juga mengaku sangat termotivasi untuk kembali merobek jala lawan di Stadion Segiri. Merayakan gol bersama suporter di kandang menjadi bahan bakar utamanya, meskipun kemenangan tim tetap menjadi tujuan akhir.
Menanggapi tekad Obieta, Coach Fabio pun menimpali dengan nada bercanda. "Mana ada striker digaji mahal tapi tidak mau cetak gol? Pasti dia tetap mau cari gol!" kelakarnya.
Sebagai penutup, Fabio Lefundes menyerukan panggilan kepada seluruh masyarakat Samarinda.
Ia berharap tribun Stadion Segiri akan penuh sesak untuk memberikan tekanan kepada tim tamu sekaligus menjadi pemain ke-12 yang mengawal langkah Borneo FC menuju tangga juara.
(Sf/Rs)