Cari disini...
Seputar Kaltim
Sirkuit Kalan yang rencananya bakal direvitalisasi tahun 2026, Jumat (25/4/2025). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda – Pemerintah Kota Samarinda bertekad menghidupkan kembali geliat olahraga otomotif dengan merevitalisasi Sirkuit Kalan yang ada di Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Loa Janan Ilir, Samarinda.
Fasilitas yang pernah menjadi kebanggaan Kaltim saat PON 2008 itu kini kembali menjadi sorotan. Disusul dengan rencana penyelenggaraan sejumlah event balap motor yang terus berlangsung hampir setiap bulan.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Samarinda, Muslimin, menyampaikan bahwa pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Wali Kota Samarinda dan Dinas PUPR untuk membahas rencana rehabilitasi lintasan dan akses jalan menuju sirkuit.
Sirkuit ini disebutnya akan dipakai untuk kejuaraan daerah balap motor dan Piala Wali Kota yang rencananya bakal diselenggarakan Mei mendatang.
"Karena kondisinya belum ideal, kami upayakan tambal sulam terlebih dahulu sembari menunggu proses revitalisasi penuh dan jalanan bisa dilewati,” jelas Muslimin.
Ia mengatakan, perbaikan jalan akses masuk akan dimulai dari depan kawasan Grand Taman Sari. Jalan tersebut merupakan satu-satunya akses yang bisa dilalui saat ini, karena jalan utama yang direncanakan masih dalam tahap rencana pengaspalan dan pengecoran.
Sementara itu, fasilitas gedung sudah dicat ulang dan lapangan yang sebelumnya kerap tergenang kini telah dibenahi.
Untuk mendukung event-event ke depan, Muslimin menyebutkan akan disediakan ruang bagi pelaku UMKM dan PKL yang ingin berjualan saat gelaran nasional berlangsung.
Sementara itu, Wali Kota Samarinda, Andi Harun, yang turut meninjau langsung kondisi sirkuit pada pekan lalu juga menegaskan pentingnya rehabilitasi menyeluruh. Apalagi, sejak digunakan untuk PON 2008, sirkuit ini belum pernah mendapatkan pemeliharaan berarti.
Ia menilai, aspal lintasan sudah tidak memenuhi standar nasional, akses masuk yang dulunya dua jalur kini hanya tersisa satu dan rusak berat.
"Tapi karena semangat teman-teman pecinta otomotif, sirkuit ini masih terus dipakai,” ujar Andi Harun.
Ia mengungkapkan, anggaran untuk perencanaan rehabilitasi akan diupayakan pada 2025, sedangkan pengerjaan fisik bangunan dan lintasan dijadwalkan pada 2026.
Pemerintah kota juga tengah mempertimbangkan penambahan fasilitas seperti lintasan motor cross dan pengganti lapangan softball di GOR Segiri yang kini telah beralih fungsi menjadi area driving golf.
“Kalau hasil kajian teknis tanah memungkinkan, kita akan manfaatkan lahan 15 hektare milik pemkot untuk fasilitas tambahan. Bukan tidak mungkin ini jadi pusat kegiatan otomotif nasional,” tambahnya.
Potensi Sirkuit Kalan menurutnya dinilai sangat besar. Selain menyalurkan bakat atlet balap muda, ia memprediksi keberadaan fasilitas berstandar nasional dapat mendorong peningkatan ekonomi daerah melalui penyelenggaraan event-event nasional yang berkelanjutan.
“Kita bisa membayangkan apabila selesai direhab maka ini akan menjadi tidak saja event regional kaltim, samarinda, tapi diprediksi bisa menjadi kegiatan nasional.,” pungkas Andi Harun.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Sirkuit Kalan yang rencananya bakal direvitalisasi tahun 2026, Jumat (25/4/2025). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda – Pemerintah Kota Samarinda bertekad menghidupkan kembali geliat olahraga otomotif dengan merevitalisasi Sirkuit Kalan yang ada di Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Loa Janan Ilir, Samarinda.
Fasilitas yang pernah menjadi kebanggaan Kaltim saat PON 2008 itu kini kembali menjadi sorotan. Disusul dengan rencana penyelenggaraan sejumlah event balap motor yang terus berlangsung hampir setiap bulan.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Samarinda, Muslimin, menyampaikan bahwa pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Wali Kota Samarinda dan Dinas PUPR untuk membahas rencana rehabilitasi lintasan dan akses jalan menuju sirkuit.
Sirkuit ini disebutnya akan dipakai untuk kejuaraan daerah balap motor dan Piala Wali Kota yang rencananya bakal diselenggarakan Mei mendatang.
"Karena kondisinya belum ideal, kami upayakan tambal sulam terlebih dahulu sembari menunggu proses revitalisasi penuh dan jalanan bisa dilewati,” jelas Muslimin.
Ia mengatakan, perbaikan jalan akses masuk akan dimulai dari depan kawasan Grand Taman Sari. Jalan tersebut merupakan satu-satunya akses yang bisa dilalui saat ini, karena jalan utama yang direncanakan masih dalam tahap rencana pengaspalan dan pengecoran.
Sementara itu, fasilitas gedung sudah dicat ulang dan lapangan yang sebelumnya kerap tergenang kini telah dibenahi.
Untuk mendukung event-event ke depan, Muslimin menyebutkan akan disediakan ruang bagi pelaku UMKM dan PKL yang ingin berjualan saat gelaran nasional berlangsung.
Sementara itu, Wali Kota Samarinda, Andi Harun, yang turut meninjau langsung kondisi sirkuit pada pekan lalu juga menegaskan pentingnya rehabilitasi menyeluruh. Apalagi, sejak digunakan untuk PON 2008, sirkuit ini belum pernah mendapatkan pemeliharaan berarti.
Ia menilai, aspal lintasan sudah tidak memenuhi standar nasional, akses masuk yang dulunya dua jalur kini hanya tersisa satu dan rusak berat.
"Tapi karena semangat teman-teman pecinta otomotif, sirkuit ini masih terus dipakai,” ujar Andi Harun.
Ia mengungkapkan, anggaran untuk perencanaan rehabilitasi akan diupayakan pada 2025, sedangkan pengerjaan fisik bangunan dan lintasan dijadwalkan pada 2026.
Pemerintah kota juga tengah mempertimbangkan penambahan fasilitas seperti lintasan motor cross dan pengganti lapangan softball di GOR Segiri yang kini telah beralih fungsi menjadi area driving golf.
“Kalau hasil kajian teknis tanah memungkinkan, kita akan manfaatkan lahan 15 hektare milik pemkot untuk fasilitas tambahan. Bukan tidak mungkin ini jadi pusat kegiatan otomotif nasional,” tambahnya.
Potensi Sirkuit Kalan menurutnya dinilai sangat besar. Selain menyalurkan bakat atlet balap muda, ia memprediksi keberadaan fasilitas berstandar nasional dapat mendorong peningkatan ekonomi daerah melalui penyelenggaraan event-event nasional yang berkelanjutan.
“Kita bisa membayangkan apabila selesai direhab maka ini akan menjadi tidak saja event regional kaltim, samarinda, tapi diprediksi bisa menjadi kegiatan nasional.,” pungkas Andi Harun.
(Sf/Rs)