Cari disini...
Seputar Kaltim
Patroli Satpol-PP Kabupaten Paser. (Foto: Dok. Satpol-PP Kabupaten Paser)
Tana Paser - Kebiasaan para pelajar bolos pada jam belajar mendapatkan perhatian serius dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Paser.
Ketika melakukan patroli di sejumlah wilayah, petugas masih menemukan pelajar yang berkumpul di luar sekolah pada jam belajar seharusnya dilaksanakan.
Kepala Satpol PP Paser, M Guntur menyebut para pelajar seharusnya harus lebih disiplin dalam memanfaatkan waktu sekolah.
"Masa pendidikan merupakan kesempatan untuk membentuk karakter dan tanggung jawab," kata M Guntur, Sabtu (15/8/2026).
Hal tersebut ia sampaikan ketika memberikan pembinaan dan penyuluhan ketertiban sekolah beberapa waktu lalu.
Guntur mengungkapkan, pada kegiatan patroli yang dilaksanakan tim yang bertugas masih menemukan adanya pelajar yang berkeliaran di luar sekolah. Bahkan ada beberapa anak yang berpasangan berkumpulan di tempat yang sepi dan minim penerangan.
Hal tersebut menjadi perhatian serius bagi pihaknya. Guntur menilai, pertemanan di generasi muda bukan berarti dilarang hanya saja pergaulan dan tempat berkumpul dapat menjadi salah satu faktor yang berpengaruh terhadap perilaku anak.
"Bukan berarti dilarang bergaul bersama teman. Hanya saja harus bisa memilih tempat dan lokasi. Cari lokasi yang terbuka, terang dan aman," tambahnya.
Hal tersebut ia sampaikan agar pelajar juga memiliki kesadaran terhadap penjagaan diri sendiri ketika tidak sedang berada dalam pantauan guru ataupun orang tua.
Guntur menegaskan, pelajar tetap harus disiplin. Tidak dibenarkan jika membolos hanya untuk mengejar kesenangan sesaat bersama teman dan mengorbankan jam yang seharusnya digunakan untuk belajar.
Ia juga mengingatkan kepada pelajar, di era digitalisasi seperti sekarang ini untuk tidak menggunakan handphone yang mereka miliki digunakan dalam kegiatan seperti perundungan, menyebarkan konten tidak pantas ataupun menghina orang lain.
"Kecanggihan teknologi harus digunakan untuk hal-hal positif. Bisa untuk membuka wawasan, mencari pengetahuan. Jangan biarkan HP menjadi jalan yang dapat merusak diri sendiri," tutupnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Patroli Satpol-PP Kabupaten Paser. (Foto: Dok. Satpol-PP Kabupaten Paser)
Tana Paser - Kebiasaan para pelajar bolos pada jam belajar mendapatkan perhatian serius dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Paser.
Ketika melakukan patroli di sejumlah wilayah, petugas masih menemukan pelajar yang berkumpul di luar sekolah pada jam belajar seharusnya dilaksanakan.
Kepala Satpol PP Paser, M Guntur menyebut para pelajar seharusnya harus lebih disiplin dalam memanfaatkan waktu sekolah.
"Masa pendidikan merupakan kesempatan untuk membentuk karakter dan tanggung jawab," kata M Guntur, Sabtu (15/8/2026).
Hal tersebut ia sampaikan ketika memberikan pembinaan dan penyuluhan ketertiban sekolah beberapa waktu lalu.
Guntur mengungkapkan, pada kegiatan patroli yang dilaksanakan tim yang bertugas masih menemukan adanya pelajar yang berkeliaran di luar sekolah. Bahkan ada beberapa anak yang berpasangan berkumpulan di tempat yang sepi dan minim penerangan.
Hal tersebut menjadi perhatian serius bagi pihaknya. Guntur menilai, pertemanan di generasi muda bukan berarti dilarang hanya saja pergaulan dan tempat berkumpul dapat menjadi salah satu faktor yang berpengaruh terhadap perilaku anak.
"Bukan berarti dilarang bergaul bersama teman. Hanya saja harus bisa memilih tempat dan lokasi. Cari lokasi yang terbuka, terang dan aman," tambahnya.
Hal tersebut ia sampaikan agar pelajar juga memiliki kesadaran terhadap penjagaan diri sendiri ketika tidak sedang berada dalam pantauan guru ataupun orang tua.
Guntur menegaskan, pelajar tetap harus disiplin. Tidak dibenarkan jika membolos hanya untuk mengejar kesenangan sesaat bersama teman dan mengorbankan jam yang seharusnya digunakan untuk belajar.
Ia juga mengingatkan kepada pelajar, di era digitalisasi seperti sekarang ini untuk tidak menggunakan handphone yang mereka miliki digunakan dalam kegiatan seperti perundungan, menyebarkan konten tidak pantas ataupun menghina orang lain.
"Kecanggihan teknologi harus digunakan untuk hal-hal positif. Bisa untuk membuka wawasan, mencari pengetahuan. Jangan biarkan HP menjadi jalan yang dapat merusak diri sendiri," tutupnya.
(Sf/Lo)