Cari disini...
Seputarfakta.com-Lisda -
Seputar Kaltim
Disperindag Kutim melakukan Sidak di Pasar Induk Sangatta untuk memantau ketersediaan dan harga bahan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). (Foto: Lisda/Seputarfakta.com)
Sangatta - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kutai Timur (Disperindag Kutim) memastikan ketersediaan bahan pokok penting di pasaran dalam kondisi aman menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Hal tersebut disampaikan Kepala Disperindag Kutim, Nora Ramadhani, usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Induk Sangatta, Agen Beras Toko Pulau Mas, dan SPBU Jalan Yos Sudarso II.
Nora menyampaikan sidak tersebut dilakukan mewakili Bupati Kutim untuk melihat langsung kondisi stok dan harga pangan di pasar. Dari hasil pemantauan, secara umum ketersediaan barang masih aman.
“Pada dasarnya semua stok aman. Itu yang paling penting. Sekarang bagi masyarakat yang utama itu barangnya ada,” ujar Nora.
Ia menambahkan, meskipun stok aman, terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga. Kenaikan tersebut terutama terjadi pada bahan pokok penting, salah satunya cabai.
“Memang ada beberapa komoditas yang naik, terutama cabai. Tapi kenaikan ini masih wajar menjelang Nataru dan biasanya setelah itu harga akan berangsur menyesuaikan,” tambahnya.
Nora menegaskan kenaikan harga tersebut masih dalam batas wajar, khususnya menjelang hari besar keagamaan dan pergantian tahun.
Ia juga mengatakan ke depan masih akan ada beberapa momen besar yang berpotensi memengaruhi harga pangan. Mulai dari Tahun Baru, Imlek, Ramadan hingga Idul Fitri.
“Rangkaian hari besarnya cukup panjang. Dari tahun baru, kemudian Imlek, lalu puasa dan Idul Fitri. Di antara itu pasti ada fluktuasi harga, tapi secara umum masih terkendali dan masih wajar,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian Setkab Kutim, Vita Nurhasanah, mengungkapkan terkait kondisi harga cabai rawit. Harga cabai rawit lokal lebih tinggi dibandingkan cabai yang didatangkan dari luar daerah.
Ketersediaan cabai rawit lokal saat ini juga cukup melimpah. Kondisi tersebut membuat pasokan cabai dari luar daerah berkurang, sehingga pasar lebih banyak diisi oleh cabai produksi petani lokal.
Vita menjelaskan, pemerintah daerah mendukung penuh petani cabai lokal agar terus konsisten dalam menanam dan memproduksi cabai. Dengan begitu, kebutuhan cabai di Kutim dapat dipenuhi dari hasil petani sendiri.
“Kami mendukung petani lokal supaya terus menanam, merawat, dan memproduksi cabai. Harapannya, cabai yang beredar di Kutim adalah cabai lokal, pasokannya terjaga, dan pendapatan petani juga meningkat,” jelasnya.
Sebagai bentuk dukungan, pemerintah melalui dinas terkait telah melakukan pendistribusian bibit cabai kepada petani. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan produksi cabai lokal, terutama menjelang berbagai hari besar keagamaan.
“Menjelang Nataru, kemudian tahun depan Imlek, Ramadan, hingga Idul Fitri, ini diharapkan menjadi waktu di mana petani kita bisa menghasilkan cabai yang melimpah. Suplai sudah bagus dan permintaan masyarakat juga meningkat,” katanya.
Disperindag Kutim juga mengimbau masyarakat agar berbelanja secara bijak menjelang Nataru.
"Kami mengimbau masyarakat belanja bijak. Belanja secukupnya dan tidak memborong belanjaan agar ketersediaan stok barang di pasar tetap terjaga,” pungkasnya.
(Sf/Rs)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com-Lisda -
Seputar Kaltim

Disperindag Kutim melakukan Sidak di Pasar Induk Sangatta untuk memantau ketersediaan dan harga bahan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). (Foto: Lisda/Seputarfakta.com)
Sangatta - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kutai Timur (Disperindag Kutim) memastikan ketersediaan bahan pokok penting di pasaran dalam kondisi aman menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Hal tersebut disampaikan Kepala Disperindag Kutim, Nora Ramadhani, usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Induk Sangatta, Agen Beras Toko Pulau Mas, dan SPBU Jalan Yos Sudarso II.
Nora menyampaikan sidak tersebut dilakukan mewakili Bupati Kutim untuk melihat langsung kondisi stok dan harga pangan di pasar. Dari hasil pemantauan, secara umum ketersediaan barang masih aman.
“Pada dasarnya semua stok aman. Itu yang paling penting. Sekarang bagi masyarakat yang utama itu barangnya ada,” ujar Nora.
Ia menambahkan, meskipun stok aman, terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga. Kenaikan tersebut terutama terjadi pada bahan pokok penting, salah satunya cabai.
“Memang ada beberapa komoditas yang naik, terutama cabai. Tapi kenaikan ini masih wajar menjelang Nataru dan biasanya setelah itu harga akan berangsur menyesuaikan,” tambahnya.
Nora menegaskan kenaikan harga tersebut masih dalam batas wajar, khususnya menjelang hari besar keagamaan dan pergantian tahun.
Ia juga mengatakan ke depan masih akan ada beberapa momen besar yang berpotensi memengaruhi harga pangan. Mulai dari Tahun Baru, Imlek, Ramadan hingga Idul Fitri.
“Rangkaian hari besarnya cukup panjang. Dari tahun baru, kemudian Imlek, lalu puasa dan Idul Fitri. Di antara itu pasti ada fluktuasi harga, tapi secara umum masih terkendali dan masih wajar,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian Setkab Kutim, Vita Nurhasanah, mengungkapkan terkait kondisi harga cabai rawit. Harga cabai rawit lokal lebih tinggi dibandingkan cabai yang didatangkan dari luar daerah.
Ketersediaan cabai rawit lokal saat ini juga cukup melimpah. Kondisi tersebut membuat pasokan cabai dari luar daerah berkurang, sehingga pasar lebih banyak diisi oleh cabai produksi petani lokal.
Vita menjelaskan, pemerintah daerah mendukung penuh petani cabai lokal agar terus konsisten dalam menanam dan memproduksi cabai. Dengan begitu, kebutuhan cabai di Kutim dapat dipenuhi dari hasil petani sendiri.
“Kami mendukung petani lokal supaya terus menanam, merawat, dan memproduksi cabai. Harapannya, cabai yang beredar di Kutim adalah cabai lokal, pasokannya terjaga, dan pendapatan petani juga meningkat,” jelasnya.
Sebagai bentuk dukungan, pemerintah melalui dinas terkait telah melakukan pendistribusian bibit cabai kepada petani. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan produksi cabai lokal, terutama menjelang berbagai hari besar keagamaan.
“Menjelang Nataru, kemudian tahun depan Imlek, Ramadan, hingga Idul Fitri, ini diharapkan menjadi waktu di mana petani kita bisa menghasilkan cabai yang melimpah. Suplai sudah bagus dan permintaan masyarakat juga meningkat,” katanya.
Disperindag Kutim juga mengimbau masyarakat agar berbelanja secara bijak menjelang Nataru.
"Kami mengimbau masyarakat belanja bijak. Belanja secukupnya dan tidak memborong belanjaan agar ketersediaan stok barang di pasar tetap terjaga,” pungkasnya.
(Sf/Rs)