Seputar Kaltim

    Sidak 8 Titik Penyaluran BBM di Sangatta, Polisi Pastikan Stok Aman Pascaperubahan Harga

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    11 Juni 2026 pukul 14:13 WITA

    Monitoring stok dan distribusi BBM di salah satu titik penyaluran di wilayah Sangatta. (Foto:Lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta  - Polsek Sangatta Utara memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) di delapan titik penyaluran di wilayah Sangatta Utara dan Sangatta Selatan masih aman. Kepastian itu diperoleh setelah polisi melakukan sidak dan monitoring pascaperubahan harga BBM yang mulai berlaku pada 10 Juni 2026.

    Dalam kegiatan tersebut, petugas mengecek ketersediaan stok BBM sekaligus memantau dampak perubahan harga terhadap aktivitas pengisian bahan bakar di sejumlah SPBU.

    Pengecekan menyasar sejumlah titik penyaluran BBM, mulai dari SPBU di Jalan APT Pranoto, Jalan Yos Sudarso, Jalan Soekarno-Hatta, Jalan AW Syahrani, hingga beberapa APMS dan Pertashop di wilayah Sangatta.

    Berdasarkan hasil pemantauan, harga Pertamax naik dari Rp12.600 menjadi Rp16.650 per liter atau bertambah Rp4.050 per liter. Pertamax Turbo juga mengalami kenaikan dari Rp20.350 menjadi Rp21.200 per liter.

    Di sisi lain, beberapa jenis BBM non-subsidi mengalami penurunan harga. Dexlite turun dari Rp26.600 menjadi Rp23.500 per liter, sedangkan Pertamina Dex turun dari Rp28.500 menjadi Rp25.350 per liter.

    Kapolsek Sangatta Utara IPTU Bambang Eko mengatakan pengecekan dilakukan untuk memastikan ketersediaan BBM tetap mencukupi kebutuhan masyarakat dan mengantisipasi potensi penyimpangan dalam distribusi.

    "Hasil pengecekan menunjukkan bahwa ketersediaan BBM masih mencukupi kebutuhan masyarakat dan tidak ditemukan adanya kecurangan niaga BBM," ujar IPTU Eko. 

    Hasil sidak menunjukkan seluruh titik penyaluran BBM yang diperiksa masih memiliki stok Pertalite, Pertamax, Pertamax Turbo, Solar, Dexlite, dan Pertamina Dex dalam jumlah yang mencukupi kebutuhan masyarakat.

    Petugas juga mengidentifikasi potensi meningkatnya antrean kendaraan pada jalur pengisian Pertalite seiring kenaikan harga Pertamax. Kondisi tersebut diperkirakan dapat mendorong sebagian pengguna beralih ke BBM bersubsidi.

    Untuk mengantisipasi hal itu, Bambang Eko mengingatkan pengelola dan operator SPBU agar memberikan pelayanan sesuai ketentuan serta tidak melayani praktik pengisian berulang yang berpotensi mengarah pada penyalahgunaan BBM.

    "Kami mengingatkan pengelola dan operator SPBU untuk tetap mematuhi aturan distribusi BBM. Apabila ditemukan indikasi pelanggaran, kami akan mengambil langkah sesuai ketentuan yang berlaku. Tujuannya agar distribusi BBM tetap tepat sasaran dan tidak merugikan masyarakat," tegasnya.

    Dari hasil monitoring tersebut, polisi menyimpulkan pasokan BBM di wilayah Sangatta Utara dan Sangatta Selatan masih aman. Distribusi berjalan normal dan belum ditemukan praktik penimbunan maupun kecurangan dalam penyaluran BBM.

    Kepolisian memastikan pengawasan akan terus dilakukan secara berkala guna menjaga stabilitas pasokan BBM dan mengantisipasi potensi gangguan distribusi di Kabupaten Kutim. 

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Sidak 8 Titik Penyaluran BBM di Sangatta, Polisi Pastikan Stok Aman Pascaperubahan Harga

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    11 Juni 2026 pukul 14:13 WITA

    Monitoring stok dan distribusi BBM di salah satu titik penyaluran di wilayah Sangatta. (Foto:Lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta  - Polsek Sangatta Utara memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) di delapan titik penyaluran di wilayah Sangatta Utara dan Sangatta Selatan masih aman. Kepastian itu diperoleh setelah polisi melakukan sidak dan monitoring pascaperubahan harga BBM yang mulai berlaku pada 10 Juni 2026.

    Dalam kegiatan tersebut, petugas mengecek ketersediaan stok BBM sekaligus memantau dampak perubahan harga terhadap aktivitas pengisian bahan bakar di sejumlah SPBU.

    Pengecekan menyasar sejumlah titik penyaluran BBM, mulai dari SPBU di Jalan APT Pranoto, Jalan Yos Sudarso, Jalan Soekarno-Hatta, Jalan AW Syahrani, hingga beberapa APMS dan Pertashop di wilayah Sangatta.

    Berdasarkan hasil pemantauan, harga Pertamax naik dari Rp12.600 menjadi Rp16.650 per liter atau bertambah Rp4.050 per liter. Pertamax Turbo juga mengalami kenaikan dari Rp20.350 menjadi Rp21.200 per liter.

    Di sisi lain, beberapa jenis BBM non-subsidi mengalami penurunan harga. Dexlite turun dari Rp26.600 menjadi Rp23.500 per liter, sedangkan Pertamina Dex turun dari Rp28.500 menjadi Rp25.350 per liter.

    Kapolsek Sangatta Utara IPTU Bambang Eko mengatakan pengecekan dilakukan untuk memastikan ketersediaan BBM tetap mencukupi kebutuhan masyarakat dan mengantisipasi potensi penyimpangan dalam distribusi.

    "Hasil pengecekan menunjukkan bahwa ketersediaan BBM masih mencukupi kebutuhan masyarakat dan tidak ditemukan adanya kecurangan niaga BBM," ujar IPTU Eko. 

    Hasil sidak menunjukkan seluruh titik penyaluran BBM yang diperiksa masih memiliki stok Pertalite, Pertamax, Pertamax Turbo, Solar, Dexlite, dan Pertamina Dex dalam jumlah yang mencukupi kebutuhan masyarakat.

    Petugas juga mengidentifikasi potensi meningkatnya antrean kendaraan pada jalur pengisian Pertalite seiring kenaikan harga Pertamax. Kondisi tersebut diperkirakan dapat mendorong sebagian pengguna beralih ke BBM bersubsidi.

    Untuk mengantisipasi hal itu, Bambang Eko mengingatkan pengelola dan operator SPBU agar memberikan pelayanan sesuai ketentuan serta tidak melayani praktik pengisian berulang yang berpotensi mengarah pada penyalahgunaan BBM.

    "Kami mengingatkan pengelola dan operator SPBU untuk tetap mematuhi aturan distribusi BBM. Apabila ditemukan indikasi pelanggaran, kami akan mengambil langkah sesuai ketentuan yang berlaku. Tujuannya agar distribusi BBM tetap tepat sasaran dan tidak merugikan masyarakat," tegasnya.

    Dari hasil monitoring tersebut, polisi menyimpulkan pasokan BBM di wilayah Sangatta Utara dan Sangatta Selatan masih aman. Distribusi berjalan normal dan belum ditemukan praktik penimbunan maupun kecurangan dalam penyaluran BBM.

    Kepolisian memastikan pengawasan akan terus dilakukan secara berkala guna menjaga stabilitas pasokan BBM dan mengantisipasi potensi gangguan distribusi di Kabupaten Kutim. 

    (Sf/Rs)