Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar, Muhammad Taufik. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Musim kemarau panjang di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menyebabkan minimnya perairan padi sawah sehingga memperlambat musim panen.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar Muhammad Taufik mengatakan, berbagai upaya telah dilakukan untuk sektor pertanian di Kukar, pihaknya telah memiliki dua unit drone spray untuk melakukan penyiraman melalui udara.
"Kami sudah melakukan uji coba drone spray di Loa Kulu, dengan menggunakan alat tersebut dalam satu jam sudah bisa berhektar-hektar yang dikerjakan," kata Muhammad Taufik Minggu (25/2/2024).
Ia menyebutkan bahwa sudah dua pekan ini tidak ada hujan, bahkan para petani mengharapkan sumber-sumber air yang ada di parit untuk dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin dalam melanjutkan pertumbuhan padi.
Kata dia, Distanak Kukar juga telah melakukan terobosan dengan membuatkan sumur bor yang bekerjasama dengan Kodim 0906 Kukar serta Dinas Pekerjaan Umum (PU).
"Kita terus mengawal musim tanam hingga panen, pemerintah bersama TNI membuat sumur bor untuk perairan persawahan," sebutnya.
Dirinya berharap, lima lahan pertanian berbasis kawasan yang telah ditetapkan bisa menjadi sentral pertanian yang produktif dan terintegrasi.
"Kami juga berharap dengan usaha yang telah dilakukan ini bisa berdampak positif untuk pertanian kita di kukar, apalagi saat musim kemarau ini kita harus mempertahankan lahan pertanian agar tetap teraliri air, sehingga tidak terjadinya gagal panen," pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar, Muhammad Taufik. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Musim kemarau panjang di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menyebabkan minimnya perairan padi sawah sehingga memperlambat musim panen.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar Muhammad Taufik mengatakan, berbagai upaya telah dilakukan untuk sektor pertanian di Kukar, pihaknya telah memiliki dua unit drone spray untuk melakukan penyiraman melalui udara.
"Kami sudah melakukan uji coba drone spray di Loa Kulu, dengan menggunakan alat tersebut dalam satu jam sudah bisa berhektar-hektar yang dikerjakan," kata Muhammad Taufik Minggu (25/2/2024).
Ia menyebutkan bahwa sudah dua pekan ini tidak ada hujan, bahkan para petani mengharapkan sumber-sumber air yang ada di parit untuk dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin dalam melanjutkan pertumbuhan padi.
Kata dia, Distanak Kukar juga telah melakukan terobosan dengan membuatkan sumur bor yang bekerjasama dengan Kodim 0906 Kukar serta Dinas Pekerjaan Umum (PU).
"Kita terus mengawal musim tanam hingga panen, pemerintah bersama TNI membuat sumur bor untuk perairan persawahan," sebutnya.
Dirinya berharap, lima lahan pertanian berbasis kawasan yang telah ditetapkan bisa menjadi sentral pertanian yang produktif dan terintegrasi.
"Kami juga berharap dengan usaha yang telah dilakukan ini bisa berdampak positif untuk pertanian kita di kukar, apalagi saat musim kemarau ini kita harus mempertahankan lahan pertanian agar tetap teraliri air, sehingga tidak terjadinya gagal panen," pungkasnya.
(Sf/Rs)