Seputar Kaltim

    Shahib Minta PUPRK Bontang Lelang Proyek Besar di Awal Tahun

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Rusdianto
    16 Maret 2025 pukul 19:52 WITA

    Anggota Komisi C DPRD Bontang, Muhammad Shahib. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)

    Bontang - Anggota Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang, Muhammad Shahib meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Kota Bontang, untuk lebih memaksimalkan perencanaan setiap proyek yang akan dilakukan.

    Hal itu, ia katakan sebab banyaknya pengerjaan yang molor dan tidak maksimal pada tahun 2024 lalu. Contohnya kata Shahib yakni, pengerjaan drainase di Jalan P Suryata (eks Sendawar) Kelurahan Bontang Baru, yang hasilnya banyak dikeluhkan masyarakat akibat menimbulkan banjir justru semakin parah. Belum lagi, kualitas trotoar yang buruk dan tidak rapi.

    Kemudian, proyek drainase dan jalanan di Jalan Ahmad Yani Kelurahan Api-api yang molor hingga perpanjangan waktu sampai dua kali, serta pembangunan tugu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di simpang empat traffic light Tanjung Laut yang mendapat banyak kritik akibat tidak rapi dan terkesan asal-asalan sehingga harus direvisi.

    “PUPRK harus lebih jeli, bahwa sebelum waktu pengerjaan selesai, hasil dari proyek tersebut benar-benar sudah sesuai perencanaan,” ujarnya belum lama ini.

    Menurutnya, sebagian besar proyek yang dilakukan PUPRK pada tahun 2024 lalu, bisa dikatakan gagal. Sehingga, memerlukan banyak evaluasi untuk pembangunan kedepan, khusunya yang akan dilakukan pada tahun 2025.

    “Kegagalan ini, harus ditebus di tahun 2025, tidak boleh lagi ada hal seperti itu,” lanjut Shahib.

    Caranya, lanjut Shahib, pengawasan harus dilakukan secarea detail dari awal hingga akhir pengerjaan. 

    “Konsultan pengawas itu harus dari awal sudah bekerja, jangan akhir-akhir saat bangunan sudah hampir jadi baru mau dirubah, pasti susah,” tegasnya.

    Kemudian, proyek besar sebaiknya sudah dilelang sejak awal tahun yakni pada Januari hingga Maret, dan jangan di pertengahan apalagi di akhir tahun. Pasalnya, akan menyebabkan kontraktor kelabakan, dan menyebabkan pekerjaan tidak maksimal.

    “Karena kalau proyek misalnya senilai Rp10 miliar baru dilelang pada bulan Juli atau Agustus, pengerjaannya bisa jadi di bulan September,” tandasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Shahib Minta PUPRK Bontang Lelang Proyek Besar di Awal Tahun

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Rusdianto
    16 Maret 2025 pukul 19:52 WITA

    Anggota Komisi C DPRD Bontang, Muhammad Shahib. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)

    Bontang - Anggota Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang, Muhammad Shahib meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Kota Bontang, untuk lebih memaksimalkan perencanaan setiap proyek yang akan dilakukan.

    Hal itu, ia katakan sebab banyaknya pengerjaan yang molor dan tidak maksimal pada tahun 2024 lalu. Contohnya kata Shahib yakni, pengerjaan drainase di Jalan P Suryata (eks Sendawar) Kelurahan Bontang Baru, yang hasilnya banyak dikeluhkan masyarakat akibat menimbulkan banjir justru semakin parah. Belum lagi, kualitas trotoar yang buruk dan tidak rapi.

    Kemudian, proyek drainase dan jalanan di Jalan Ahmad Yani Kelurahan Api-api yang molor hingga perpanjangan waktu sampai dua kali, serta pembangunan tugu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di simpang empat traffic light Tanjung Laut yang mendapat banyak kritik akibat tidak rapi dan terkesan asal-asalan sehingga harus direvisi.

    “PUPRK harus lebih jeli, bahwa sebelum waktu pengerjaan selesai, hasil dari proyek tersebut benar-benar sudah sesuai perencanaan,” ujarnya belum lama ini.

    Menurutnya, sebagian besar proyek yang dilakukan PUPRK pada tahun 2024 lalu, bisa dikatakan gagal. Sehingga, memerlukan banyak evaluasi untuk pembangunan kedepan, khusunya yang akan dilakukan pada tahun 2025.

    “Kegagalan ini, harus ditebus di tahun 2025, tidak boleh lagi ada hal seperti itu,” lanjut Shahib.

    Caranya, lanjut Shahib, pengawasan harus dilakukan secarea detail dari awal hingga akhir pengerjaan. 

    “Konsultan pengawas itu harus dari awal sudah bekerja, jangan akhir-akhir saat bangunan sudah hampir jadi baru mau dirubah, pasti susah,” tegasnya.

    Kemudian, proyek besar sebaiknya sudah dilelang sejak awal tahun yakni pada Januari hingga Maret, dan jangan di pertengahan apalagi di akhir tahun. Pasalnya, akan menyebabkan kontraktor kelabakan, dan menyebabkan pekerjaan tidak maksimal.

    “Karena kalau proyek misalnya senilai Rp10 miliar baru dilelang pada bulan Juli atau Agustus, pengerjaannya bisa jadi di bulan September,” tandasnya.

    (Sf/Rs)