Cari disini...
Seputarfakta.com - Agus Saputra -
Seputar Kaltim
Petugas Damkar saat melakukan penanganan ular di permukiman warga (Dok: Disdamkar Matan Kukar)
Tenggarong – Kasus kemunculan ular di permukiman warga Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar) kerap terjadi belakangan ini.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar Matan) Kukar, Fida Hurasani mengungkapkan timnya hampir setiap hari menerima laporan dari warga untuk melakukan penanganan ular, mulai dari yang berbisa hingga tidak berbisa.
Berdasarkan data yang dihimpun Disdamkar Matan Kukar, petugas telah menangani sekitar 600 laporan ular masuk ke rumah warga sejak Januari hingga April 2026.
“Penanganan ular masuk rumah warga hampir setiap hari dan itu terjadi di wilayah Tenggarong. Ada macam-macam jenis ularnya, mulai dari kobra hingga ular sawah,” ujarnya.
Menurutnya, ada beberapa faktor yang menyebabkan ular mulai sering muncul di lingkungan permukiman. Salah satunya karena perubahan cuaca dan kondisi lingkungan yang membuat habitat ular terganggu.
Selain itu, letak permukiman warga yang berada dekat semak belukar serta keberadaan tikus di sekitar rumah juga menjadi pemicu ular masuk ke kawasan permukiman untuk mencari makan.
“Saat musim panas kemarin, kita memprediksi ular-ular itu muncul untuk mencari air. Selain itu, wilayah permukiman warga masih berdampingan langsung dengan semak-semak yang terkadang menjadi tempat persembunyian ular,” terang Fida.
Petugas mengimbau masyarakat untuk rutin membersihkan lingkungan sekitar rumah guna mengurangi potensi kemunculan ular.
Warga juga diminta untuk tidak mencoba menangkap ular sendiri apabila tidak memiliki kemampuan karena dikhawatirkan membahayakan keselamatan diri sendiri.
“Jika menemukan ular, segera laporkan ke petugas agar bisa dievakuasi dengan aman. Lagipula kita selalu siaga 24 jam,” tandasnya.
(Sf/Lo)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Agus Saputra -
Seputar Kaltim

Petugas Damkar saat melakukan penanganan ular di permukiman warga (Dok: Disdamkar Matan Kukar)
Tenggarong – Kasus kemunculan ular di permukiman warga Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar) kerap terjadi belakangan ini.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar Matan) Kukar, Fida Hurasani mengungkapkan timnya hampir setiap hari menerima laporan dari warga untuk melakukan penanganan ular, mulai dari yang berbisa hingga tidak berbisa.
Berdasarkan data yang dihimpun Disdamkar Matan Kukar, petugas telah menangani sekitar 600 laporan ular masuk ke rumah warga sejak Januari hingga April 2026.
“Penanganan ular masuk rumah warga hampir setiap hari dan itu terjadi di wilayah Tenggarong. Ada macam-macam jenis ularnya, mulai dari kobra hingga ular sawah,” ujarnya.
Menurutnya, ada beberapa faktor yang menyebabkan ular mulai sering muncul di lingkungan permukiman. Salah satunya karena perubahan cuaca dan kondisi lingkungan yang membuat habitat ular terganggu.
Selain itu, letak permukiman warga yang berada dekat semak belukar serta keberadaan tikus di sekitar rumah juga menjadi pemicu ular masuk ke kawasan permukiman untuk mencari makan.
“Saat musim panas kemarin, kita memprediksi ular-ular itu muncul untuk mencari air. Selain itu, wilayah permukiman warga masih berdampingan langsung dengan semak-semak yang terkadang menjadi tempat persembunyian ular,” terang Fida.
Petugas mengimbau masyarakat untuk rutin membersihkan lingkungan sekitar rumah guna mengurangi potensi kemunculan ular.
Warga juga diminta untuk tidak mencoba menangkap ular sendiri apabila tidak memiliki kemampuan karena dikhawatirkan membahayakan keselamatan diri sendiri.
“Jika menemukan ular, segera laporkan ke petugas agar bisa dievakuasi dengan aman. Lagipula kita selalu siaga 24 jam,” tandasnya.
(Sf/Lo)