Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala BPS PPU, Suko Haryono. (Foto: Cindy/Seputarfakta.com)
Penajam - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mencatat angka kemiskinan pada 2025 turun menjadi 5,78 persen, lebih rendah dibandingkan 2024 yang berada di angka 6,69 persen.
Kepala BPS PPU, Suko Haryono, mengatakan capaian tersebut dipengaruhi berbagai faktor. Salah satunya pertumbuhan ekonomi PPU yang melonjak pada 2024 seiring masifnya pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
"Kemiskinan dipengaruhi banyak variabel. Kalau melihat indikator yang kami miliki, pertumbuhan ekonomi PPU pada 2024 mencapai 30,68 persen. Pertumbuhan itu ikut mendorong penyerapan tenaga kerja," kata Suko, belum lama ini.
Ia menjelaskan, tingginya aktivitas ekonomi saat itu berdampak pada rendahnya tingkat pengangguran. Pada 2024, tingkat pengangguran terbuka (TPT) PPU tercatat hanya 2,05 persen.
Kondisi tersebut berubah pada 2025 ketika aktivitas pembangunan IKN sempat melambat. Perlambatan pertumbuhan ekonomi ikut memengaruhi pasar tenaga kerja hingga tingkat pengangguran meningkat menjadi 4,26 persen.
Meski begitu, Suko menegaskan dampak perlambatan ekonomi terhadap angka kemiskinan tidak selalu terlihat dalam waktu yang sama.
"Kemiskinan itu tidak selalu bergerak bersamaan dengan kondisi ekonomi. Ada jeda. Saat ekonomi membaik, dampaknya ke masyarakat juga tidak langsung terasa. Begitu juga ketika ekonomi melambat, pengaruhnya terhadap angka kemiskinan bisa baru terlihat beberapa waktu kemudian," ujarnya.
Karena itu, BPS belum dapat menyimpulkan apakah perlambatan ekonomi dan kenaikan tingkat pengangguran pada 2025 akan memengaruhi angka kemiskinan tahun ini.
Menurut Suko, BPS telah menyelesaikan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) sebagai dasar penghitungan angka kemiskinan 2026. Hasil resminya dijadwalkan diumumkan pada September mendatang.
"Untuk angka kemiskinan 2026 belum kami rilis karena masih dalam proses penghitungan. Survei sudah dilakukan, hasilnya akan keluar sekitar September nanti," pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala BPS PPU, Suko Haryono. (Foto: Cindy/Seputarfakta.com)
Penajam - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mencatat angka kemiskinan pada 2025 turun menjadi 5,78 persen, lebih rendah dibandingkan 2024 yang berada di angka 6,69 persen.
Kepala BPS PPU, Suko Haryono, mengatakan capaian tersebut dipengaruhi berbagai faktor. Salah satunya pertumbuhan ekonomi PPU yang melonjak pada 2024 seiring masifnya pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
"Kemiskinan dipengaruhi banyak variabel. Kalau melihat indikator yang kami miliki, pertumbuhan ekonomi PPU pada 2024 mencapai 30,68 persen. Pertumbuhan itu ikut mendorong penyerapan tenaga kerja," kata Suko, belum lama ini.
Ia menjelaskan, tingginya aktivitas ekonomi saat itu berdampak pada rendahnya tingkat pengangguran. Pada 2024, tingkat pengangguran terbuka (TPT) PPU tercatat hanya 2,05 persen.
Kondisi tersebut berubah pada 2025 ketika aktivitas pembangunan IKN sempat melambat. Perlambatan pertumbuhan ekonomi ikut memengaruhi pasar tenaga kerja hingga tingkat pengangguran meningkat menjadi 4,26 persen.
Meski begitu, Suko menegaskan dampak perlambatan ekonomi terhadap angka kemiskinan tidak selalu terlihat dalam waktu yang sama.
"Kemiskinan itu tidak selalu bergerak bersamaan dengan kondisi ekonomi. Ada jeda. Saat ekonomi membaik, dampaknya ke masyarakat juga tidak langsung terasa. Begitu juga ketika ekonomi melambat, pengaruhnya terhadap angka kemiskinan bisa baru terlihat beberapa waktu kemudian," ujarnya.
Karena itu, BPS belum dapat menyimpulkan apakah perlambatan ekonomi dan kenaikan tingkat pengangguran pada 2025 akan memengaruhi angka kemiskinan tahun ini.
Menurut Suko, BPS telah menyelesaikan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) sebagai dasar penghitungan angka kemiskinan 2026. Hasil resminya dijadwalkan diumumkan pada September mendatang.
"Untuk angka kemiskinan 2026 belum kami rilis karena masih dalam proses penghitungan. Survei sudah dilakukan, hasilnya akan keluar sekitar September nanti," pungkasnya.
(Sf/Rs)