Seputar Kaltim

    Setelah Kabar Kontes Waria Beredar, MUI Soroti 11 Kasus Pelecehan Seksual Anak Sesama Jenis di PPU 

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Rusdianto
    29 Desember 2024 pukul 19:41 WITA

    Sekretaris MUI PPU, Rakhmadi.(Istimewa)

    Penajam - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Penajam Paser Utara (PPU) menyoroti kasus soal 11 anak yang masih duduk di Sekolah Dasar (SD) menjadi korban kejahatan seksual sesama jenis.

    Kasus ini telah terjadi sejak lama dan baru mencuat berbarengan dengan informasi penyelenggaraan kontes Wanita Pria (Waria) di Pasar Induk Penajam, Kelurahan Nenang, Kecamatan Penajam belum lama ini.

    Kala itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) PPU mendapat laporan bahwa kontes waria tersebut ada hubungannya dengan pelaku dari 11 kasus pelecehan seksual anak, menurut seorang staf senior di Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB).

    “Data dari kasus itu, kita dapatkan melalui informasi yang disampaikan langsung oleh staf senior di lembaga sana,” ucap Sekretaris MUI PPU, Rakhmadi, Minggu (29/12/2024).

    Setelah menerima laporan tersebut, MUI PPU memberikan edukasi kepada masyarakat guna meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya. Selain itu, pihaknya juga bekerjasama dengan organisasi Islam dan tenaga pendidik di sekolah untuk mengawasi peserta didiknya.

    “Yang pasti informasi ini kita peroleh lewat data yang ter-record di DP3AP2KB secara privasi dan memang tidak bisa dijabarkan secara vulgar. Tapi, setelah ada kabar seperti ini kami dari MUI langsung bergerak ke masyarakat untuk memberikan edukasi dan pemahaman,” tandasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Setelah Kabar Kontes Waria Beredar, MUI Soroti 11 Kasus Pelecehan Seksual Anak Sesama Jenis di PPU 

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Rusdianto
    29 Desember 2024 pukul 19:41 WITA

    Sekretaris MUI PPU, Rakhmadi.(Istimewa)

    Penajam - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Penajam Paser Utara (PPU) menyoroti kasus soal 11 anak yang masih duduk di Sekolah Dasar (SD) menjadi korban kejahatan seksual sesama jenis.

    Kasus ini telah terjadi sejak lama dan baru mencuat berbarengan dengan informasi penyelenggaraan kontes Wanita Pria (Waria) di Pasar Induk Penajam, Kelurahan Nenang, Kecamatan Penajam belum lama ini.

    Kala itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) PPU mendapat laporan bahwa kontes waria tersebut ada hubungannya dengan pelaku dari 11 kasus pelecehan seksual anak, menurut seorang staf senior di Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB).

    “Data dari kasus itu, kita dapatkan melalui informasi yang disampaikan langsung oleh staf senior di lembaga sana,” ucap Sekretaris MUI PPU, Rakhmadi, Minggu (29/12/2024).

    Setelah menerima laporan tersebut, MUI PPU memberikan edukasi kepada masyarakat guna meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya. Selain itu, pihaknya juga bekerjasama dengan organisasi Islam dan tenaga pendidik di sekolah untuk mengawasi peserta didiknya.

    “Yang pasti informasi ini kita peroleh lewat data yang ter-record di DP3AP2KB secara privasi dan memang tidak bisa dijabarkan secara vulgar. Tapi, setelah ada kabar seperti ini kami dari MUI langsung bergerak ke masyarakat untuk memberikan edukasi dan pemahaman,” tandasnya.

    (Sf/Rs)