Seputar Kaltim

    Setelah Dilantik, 177 PPS Samarinda Tak Boleh Undurkan Diri, Firman Hidayat: Jangan jadikan pekerjaan sampingan

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    27 Mei 2024 pukul 08:58 WITA

    177 PPS se-Kota Samarinda yang dilantik untuk Pilkada 2024, Minggu (26/5/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Samarinda melantik 177 Panitia Pemungutan Suara (PPS) untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota, yang akan digelar pada 27 November tahun 2024. 

    Pelantikan ini berlangsung di Hotel Mercure Samarinda pada Minggu (26/5/2024) malam. 

    Ketua KPU Samarinda, Firman Hidayat, menyampaikan bahwa setiap kelurahan memiliki tiga anggota PPS. Ia berharap seluruh anggota PPS tetap bertahan hingga tahapan pilkada selesai.

    "Kami akan segera melakukan pendataan pemilih di awal bulan Juni. Berdasarkan data dari KPU RI, jumlah pemilih di Samarinda bertambah hingga 12 ribu orang," ungkap Firman.

    Firman menegaskan pentingnya bekerja sesuai aturan dan memahami tahapan serta regulasi yang berlaku. Langkah itu diambil untuk meminimalisasi terjadinya pelanggaran pada penyelenggaraan pilkada mendatang. 

    Mengingat pada pemilhan umum (pemilu) Februari lalu, terjadi beberapa pelanggaran saat pencoblosan yang tak terlepas dari kelalaian petugas dan pemilih. 

    "Yang paling penting adalah pemahaman ibu bapak semua, terkait aturan dan tahapan dalam pilkada ini," ungkapnya. 

    Firman juga mengingatkan agar tidak ada ego di antara anggota PPS dan menekankan pentingnya kerja sama.

    Anggota PPS yang lebih senior diharapkan bisa menjadi mentor bagi anggota baru, sementara anggota baru diharapkan segera memahami semua aturan tentang pilkada.

    "Jangan ada yang mengundurkan diri hingga pemungutan suara selesai. Saat perekrutan, tidak ada yang mengatakan bahwa ini pekerjaan sampingan. Jadi saya meminta komitmen dari semua yang terpilih," tegasnya.

    Sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Firman, Wali Kota Samarinda, Andi Harun (AH) pun menekankan pentingnya merefleksikan pakta integritas dan komitmen dalam melaksanakan tugas.

    AH menjabarkan, secara etimologi, integritas adalah sikap pribadi yang menunjukkan kewibawaan dan kejujuran. Sedangkan pakta adalah sebuah dokumen sikap atau janji, baik tertulis maupun lisan. 

    "Jadi, bisa diartikan sebagai janji kepada diri sendiri, negara, dan rakyat untuk melaksanakan pilkada 2024 dengan demokrasi netral, jujur, dan akuntabel," jelas AH. 

    Ia menegaskan bahwa PPS harus melaksanakan tugasnya sesuai dengan aturan yang berlaku dan menjadikan tugas ini sebagai kontribusi dalam menegakkan keadilan.

    Lebih lanjut, orang nomor satu di Samarinda itu menekankan pentingnya koordinasi antara PPS dengan pihak keamanan seperti kepolisian dan pemerintah setempat untuk memastikan kesuksesan penyelenggaraan pilkada.

    "Tugas kita semua adalah untuk meningkatkan partisipasi pemilu. Kita harus aktif dalam sosialisasi kepada masyarakat agar mereka mau datang ke TPS dan menggunakan hak suaranya. Jika partisipasi pemilih meningkat, itu adalah salah satu keberhasilan PPS," katanya.

    Ia pun berharap tidak ada anggota PPS yang mengundurkan diri dan semua bisa menjalankan tugasnya hingga selesai. Lantaran ia percaya bahwa PPS yang dilantik hari ini adalah yang terbaik.

     "Harapan kita sama, di antara mereka yang dikukuhkan tidak ada yang mengundurkan diri dan semua bisa menjalankan tugasnya sampai tuntas," pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Setelah Dilantik, 177 PPS Samarinda Tak Boleh Undurkan Diri, Firman Hidayat: Jangan jadikan pekerjaan sampingan

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    27 Mei 2024 pukul 08:58 WITA

    177 PPS se-Kota Samarinda yang dilantik untuk Pilkada 2024, Minggu (26/5/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Samarinda melantik 177 Panitia Pemungutan Suara (PPS) untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota, yang akan digelar pada 27 November tahun 2024. 

    Pelantikan ini berlangsung di Hotel Mercure Samarinda pada Minggu (26/5/2024) malam. 

    Ketua KPU Samarinda, Firman Hidayat, menyampaikan bahwa setiap kelurahan memiliki tiga anggota PPS. Ia berharap seluruh anggota PPS tetap bertahan hingga tahapan pilkada selesai.

    "Kami akan segera melakukan pendataan pemilih di awal bulan Juni. Berdasarkan data dari KPU RI, jumlah pemilih di Samarinda bertambah hingga 12 ribu orang," ungkap Firman.

    Firman menegaskan pentingnya bekerja sesuai aturan dan memahami tahapan serta regulasi yang berlaku. Langkah itu diambil untuk meminimalisasi terjadinya pelanggaran pada penyelenggaraan pilkada mendatang. 

    Mengingat pada pemilhan umum (pemilu) Februari lalu, terjadi beberapa pelanggaran saat pencoblosan yang tak terlepas dari kelalaian petugas dan pemilih. 

    "Yang paling penting adalah pemahaman ibu bapak semua, terkait aturan dan tahapan dalam pilkada ini," ungkapnya. 

    Firman juga mengingatkan agar tidak ada ego di antara anggota PPS dan menekankan pentingnya kerja sama.

    Anggota PPS yang lebih senior diharapkan bisa menjadi mentor bagi anggota baru, sementara anggota baru diharapkan segera memahami semua aturan tentang pilkada.

    "Jangan ada yang mengundurkan diri hingga pemungutan suara selesai. Saat perekrutan, tidak ada yang mengatakan bahwa ini pekerjaan sampingan. Jadi saya meminta komitmen dari semua yang terpilih," tegasnya.

    Sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Firman, Wali Kota Samarinda, Andi Harun (AH) pun menekankan pentingnya merefleksikan pakta integritas dan komitmen dalam melaksanakan tugas.

    AH menjabarkan, secara etimologi, integritas adalah sikap pribadi yang menunjukkan kewibawaan dan kejujuran. Sedangkan pakta adalah sebuah dokumen sikap atau janji, baik tertulis maupun lisan. 

    "Jadi, bisa diartikan sebagai janji kepada diri sendiri, negara, dan rakyat untuk melaksanakan pilkada 2024 dengan demokrasi netral, jujur, dan akuntabel," jelas AH. 

    Ia menegaskan bahwa PPS harus melaksanakan tugasnya sesuai dengan aturan yang berlaku dan menjadikan tugas ini sebagai kontribusi dalam menegakkan keadilan.

    Lebih lanjut, orang nomor satu di Samarinda itu menekankan pentingnya koordinasi antara PPS dengan pihak keamanan seperti kepolisian dan pemerintah setempat untuk memastikan kesuksesan penyelenggaraan pilkada.

    "Tugas kita semua adalah untuk meningkatkan partisipasi pemilu. Kita harus aktif dalam sosialisasi kepada masyarakat agar mereka mau datang ke TPS dan menggunakan hak suaranya. Jika partisipasi pemilih meningkat, itu adalah salah satu keberhasilan PPS," katanya.

    Ia pun berharap tidak ada anggota PPS yang mengundurkan diri dan semua bisa menjalankan tugasnya hingga selesai. Lantaran ia percaya bahwa PPS yang dilantik hari ini adalah yang terbaik.

     "Harapan kita sama, di antara mereka yang dikukuhkan tidak ada yang mengundurkan diri dan semua bisa menjalankan tugasnya sampai tuntas," pungkasnya.

    (Sf/Rs)