Seputar Kaltim

    Setelah Dikeluhkan Warga, Batching Plant Tanjung Laut Indah akan Dibongkar

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Lodya A
    02 Februari 2026 pukul 20:01 WITA

    Lokasi pembangunan batching plant di Kelurahan Tanjung Laut Indah yang segera dipindahkan. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)

    Bontang - Polemik pembangunan batching plant di Jalan Pelabuhan 3, Kelurahan Tanjung Laut Indah, akhirnya menemui titik terang. PT Tahta Indonesia Muda menyatakan kesediaannya untuk membongkar instalasi tersebut setelah menuai penolakan warga karena lokasinya dinilai terlalu dekat dengan permukiman.

    Informasi itu disampaikan Lurah Tanjung Laut Indah, Ardiansyah, saat mendampingi inspeksi mendadak (sidak) gabungan Komisi C dan Komisi A DPRD Kota Bontang, Senin (2/2/2026). Ia menyebut pihak perusahaan telah menghubunginya secara langsung guna menyampaikan rencana pembongkaran.

    Menurut Ardiansyah, keputusan tersebut menjadi kabar baik bagi warga yang selama ini resah terhadap potensi dampak debu dan kebisingan dari aktivitas batching plant.

    Salah satu warga terdampak, Hasriani, warga RT 14, mengatakan rumahnya hanya berjarak sekitar 10 meter dari lokasi proyek. Ia khawatir aktivitas industri itu dapat mengganggu kesehatan serta kenyamanan lingkungan, terutama bagi anak-anak yang belajar di rumah.

    Hasriani mengaku lega dan bersyukur setelah mendengar rencana pembongkaran tersebut. Ia menyebut sejak pembangunan dimulai pada 21 Januari lalu, aktivitas alat berat kerap menimbulkan kebisingan dan getaran.

    Sebelumnya, ia mengeluhkan adanya pembangunan batching plant di depan rumahnya itu karena banyak menimbulkan berbagai permasalahan yang merugikan dirinya dan warga sekitar. Lalu lalang ekskavator serta kendaraan besar untuk perataan jalan menyebabkan getaran hingga memicu retakan di bagian rumahnya. Selain itu, debu material proyek juga sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.

    “Debunya parah sekali, sampai kami tidak bisa menjemur pakaian di siang hari. Jadi kalau memang dibongkar dan tidak jadi beroperasi, kami tentu sangat lega,” kata Hasriani.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Setelah Dikeluhkan Warga, Batching Plant Tanjung Laut Indah akan Dibongkar

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Lodya A
    02 Februari 2026 pukul 20:01 WITA

    Lokasi pembangunan batching plant di Kelurahan Tanjung Laut Indah yang segera dipindahkan. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)

    Bontang - Polemik pembangunan batching plant di Jalan Pelabuhan 3, Kelurahan Tanjung Laut Indah, akhirnya menemui titik terang. PT Tahta Indonesia Muda menyatakan kesediaannya untuk membongkar instalasi tersebut setelah menuai penolakan warga karena lokasinya dinilai terlalu dekat dengan permukiman.

    Informasi itu disampaikan Lurah Tanjung Laut Indah, Ardiansyah, saat mendampingi inspeksi mendadak (sidak) gabungan Komisi C dan Komisi A DPRD Kota Bontang, Senin (2/2/2026). Ia menyebut pihak perusahaan telah menghubunginya secara langsung guna menyampaikan rencana pembongkaran.

    Menurut Ardiansyah, keputusan tersebut menjadi kabar baik bagi warga yang selama ini resah terhadap potensi dampak debu dan kebisingan dari aktivitas batching plant.

    Salah satu warga terdampak, Hasriani, warga RT 14, mengatakan rumahnya hanya berjarak sekitar 10 meter dari lokasi proyek. Ia khawatir aktivitas industri itu dapat mengganggu kesehatan serta kenyamanan lingkungan, terutama bagi anak-anak yang belajar di rumah.

    Hasriani mengaku lega dan bersyukur setelah mendengar rencana pembongkaran tersebut. Ia menyebut sejak pembangunan dimulai pada 21 Januari lalu, aktivitas alat berat kerap menimbulkan kebisingan dan getaran.

    Sebelumnya, ia mengeluhkan adanya pembangunan batching plant di depan rumahnya itu karena banyak menimbulkan berbagai permasalahan yang merugikan dirinya dan warga sekitar. Lalu lalang ekskavator serta kendaraan besar untuk perataan jalan menyebabkan getaran hingga memicu retakan di bagian rumahnya. Selain itu, debu material proyek juga sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.

    “Debunya parah sekali, sampai kami tidak bisa menjemur pakaian di siang hari. Jadi kalau memang dibongkar dan tidak jadi beroperasi, kami tentu sangat lega,” kata Hasriani.

    (Sf/Lo)