Seputar Kaltim

    Sering Kebakaran, Legislator Gerindra Minta Warga Samarinda Rawat Instalasi Listrik

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    16 Oktober 2024 pukul 13:36 WITA

    Kebakaran yang menghanguskan sekitar tujuh bangunan di Kelurahan Gunung Kelua, Samarinda Ulu, Selasa (15/10/2024). (Foto: Disdamkar Samarinda/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Melihat belakangan ini kerap kali terjadi kebakaran di samarinda yang diakibatkan dari arus pendek listrik, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar meminta agar masyarakat selalu memperhatikan keamanan kondisi rumah, terutama instalasi listrik. 

    Apalagi menurutnya peristiwa kebakaran bisa terjadi kapan saja, tanpa kita tahu secara jelas kapan hal itu akan menimpa. Oleh karenanya ia mingimbau kepada masyarakat agar dapat melakukan pencegahan salah satunya dengan melakukan peremajaan instalasi listrik. 

    “Kebakaran itu mengintai siapa saja, dan bisa kita cegah dengan peremajaan listrik, karena banyak penyebabnya itu disebabkan oleh arus pendek atau korsleting listrik,”ungkap Deni, Rabu (16/10/2024). 

    Melihat laporan yang diterima oleh Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) dan Penyelamatan Kota Samarinda yang diposting pada akun instagramnya, dari tanggal 1 sampai 15 Oktober sudah terjadi empat kali kebakaran dengan dugaan penyebabnya adalah korsleting listrik. 

    Dalam satu kali kebakaran menimbulkan kerugian materi yang cukup besar. Sebab dalam satu insiden kebakaran yang terjadi bisa menghanguskan lebih dari satu rumah. Pada akhirnya membuat beberapa keluarga kehilangan tempat berteduhnya. 

    Seperti yang terjadi kemarin di Kelurahan Gunung Kelua Gang H Sabran I dan II yang menghanguskan sekitar tujuh bangunan, terdiri dari lima rumah tunggal dan dua bangsalan dua pintu pada Selasa (15/10/2024). 

    “Karena itu ketika meninggalkan rumah wajib dipastikan dalam keadaan aman, kompor juga jadi salah satu penyebab kebakaran, jangan sampai lupa dimatikan,” tuturnya. 

    Selain itu, kata Deni, tata letak rumah yang berdekatan juga menjadi salah satu penyebab mengapa dalam setiap peristiwa terdapat lebih dari satu bangunan yang terkena. Apalagi kalau bangunan itu masih memakai struktur bangunan berbahan dasar kayu, maka api akan cepat menyambar. 

    Politisi Parta Gerindra itu juga menilai kondisi rumah yang berdekatan juga membuat akses jalan menjadi sempit, sehingga mobil pemadam tidak dapat masuk dan memperlambat proses pemadaman. 

    Oleh karenanya, saat ini penataan kawasan juga menjadi hal penting dalam pencegahan terjadinya bencana, selain dilihat dari segi estetika kota.  
    “Ketika membangun rumah diberikan jarak antara satu dan lain. Karena itu mengakibatkan petugas pemadam susah akses masuknya, kemudian rumah yg berdempetan itu juga jadi penyebab api susah untuk dipadamkan,” tutup Deni. 

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Sering Kebakaran, Legislator Gerindra Minta Warga Samarinda Rawat Instalasi Listrik

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    16 Oktober 2024 pukul 13:36 WITA

    Kebakaran yang menghanguskan sekitar tujuh bangunan di Kelurahan Gunung Kelua, Samarinda Ulu, Selasa (15/10/2024). (Foto: Disdamkar Samarinda/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Melihat belakangan ini kerap kali terjadi kebakaran di samarinda yang diakibatkan dari arus pendek listrik, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar meminta agar masyarakat selalu memperhatikan keamanan kondisi rumah, terutama instalasi listrik. 

    Apalagi menurutnya peristiwa kebakaran bisa terjadi kapan saja, tanpa kita tahu secara jelas kapan hal itu akan menimpa. Oleh karenanya ia mingimbau kepada masyarakat agar dapat melakukan pencegahan salah satunya dengan melakukan peremajaan instalasi listrik. 

    “Kebakaran itu mengintai siapa saja, dan bisa kita cegah dengan peremajaan listrik, karena banyak penyebabnya itu disebabkan oleh arus pendek atau korsleting listrik,”ungkap Deni, Rabu (16/10/2024). 

    Melihat laporan yang diterima oleh Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) dan Penyelamatan Kota Samarinda yang diposting pada akun instagramnya, dari tanggal 1 sampai 15 Oktober sudah terjadi empat kali kebakaran dengan dugaan penyebabnya adalah korsleting listrik. 

    Dalam satu kali kebakaran menimbulkan kerugian materi yang cukup besar. Sebab dalam satu insiden kebakaran yang terjadi bisa menghanguskan lebih dari satu rumah. Pada akhirnya membuat beberapa keluarga kehilangan tempat berteduhnya. 

    Seperti yang terjadi kemarin di Kelurahan Gunung Kelua Gang H Sabran I dan II yang menghanguskan sekitar tujuh bangunan, terdiri dari lima rumah tunggal dan dua bangsalan dua pintu pada Selasa (15/10/2024). 

    “Karena itu ketika meninggalkan rumah wajib dipastikan dalam keadaan aman, kompor juga jadi salah satu penyebab kebakaran, jangan sampai lupa dimatikan,” tuturnya. 

    Selain itu, kata Deni, tata letak rumah yang berdekatan juga menjadi salah satu penyebab mengapa dalam setiap peristiwa terdapat lebih dari satu bangunan yang terkena. Apalagi kalau bangunan itu masih memakai struktur bangunan berbahan dasar kayu, maka api akan cepat menyambar. 

    Politisi Parta Gerindra itu juga menilai kondisi rumah yang berdekatan juga membuat akses jalan menjadi sempit, sehingga mobil pemadam tidak dapat masuk dan memperlambat proses pemadaman. 

    Oleh karenanya, saat ini penataan kawasan juga menjadi hal penting dalam pencegahan terjadinya bencana, selain dilihat dari segi estetika kota.  
    “Ketika membangun rumah diberikan jarak antara satu dan lain. Karena itu mengakibatkan petugas pemadam susah akses masuknya, kemudian rumah yg berdempetan itu juga jadi penyebab api susah untuk dipadamkan,” tutup Deni. 

    (Sf/Rs)