Cari disini...
Seputar Kaltim
Stadion Utama Palaran, sebagai tempat olahraga dan penyelenggaraan event. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Stadion Utama Palaran, salah satu aset milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), semakin menunjukkan potensinya sebagai venue multifungsi. Setelah sukses menggelar konser musik skala besar pada akhir Juli lalu, stadion berkapasitas 60 ribu penonton ini terus berbenah.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, Agus Hari Kesuma, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan perbaikan secara bertahap di stadion tersebut sejak akhir tahun lalu, mengikuti arahan Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim.
Perbaikan-perbaikan yang sudah di lakukan ini merupakan cita-cita Pemprov agar Stadion ini tidak hanya untuk olahraga saja, melainkan edukasi dan wisata. Dengan itu Pemprov ingin mengusung pusat olahraga ini sebagai "sport tourism".
“Perbaikan difokuskan pada beberapa titik, seperti pagar, gapura, dan stadion utama. Meski demikian, lapangan utama masih membutuhkan perbaikan lebih lanjut untuk bisa digunakan kembali untuk pertandingan sepak bola,” ujar AHK panggilan akrabnya.
Apalagi Borneo FC juga menyampaikan keresehannya atas hombase di Balikpapan, harapannya Stadion Palaran bisa menjadi opsi utama. Namun stadion yang pernah digunakan untuk PON 2008 ini belum layak digunakan untuk pertandingan sepak bola.
AHK menjelaskan bahwa kondisi rumput dan kemiringan lapangan saat ini belum memenuhi standar untuk pertandingan sepak bola dan kursi penonton yang rusak. Sehingga diperlukan anggaran yang cukup besar untuk memperbaiki kondisi tersebut.
Sebelumnya pernah diberitakan media ini, total anggaran yang akan digelontorkan sementara adalah Rp10 miliar. Namun kepastian anggaran ini AHK masih belum bisa ungkapkan. Banyak komponen yang harus diperhitungkan untuk membentuk sport tourism. Bahkan jika diprediksi menelan ratusan miliar.
“Untuk kegiatan seperti konser dan acara besar lainnya, Stadion Utama Palaran sudah sangat layak. Bahkan, stadion ini akan menjadi lokasi utama perayaan Hari Ulang Tahun ke-79 Republik Indonesia tingkat Provinsi Kaltim,” imbuhnya.
Lebih lanjut, AHK berharap dengan semakin banyaknya event yang digelar di Kaltim, Stadion Utama Palaran dapat menjadi pilihan utama sebagai venue. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk memaksimalkan potensi pariwisata dan ekonomi daerah.
Dengan event tersebut memasifkan pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pemprov kini juga telah menerapkan pemungutan dari pengunjung yang ingin olahraga dikenakan tarif masuk Rp3.000 per kepala. Walaupun demikian, Pemprov juga membutuhkan dana dari pihak lain seperti CSR.
"Harapannya ada dukungan semua pihak, stadion ini bisa berkembang," ucapnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Stadion Utama Palaran, sebagai tempat olahraga dan penyelenggaraan event. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Stadion Utama Palaran, salah satu aset milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), semakin menunjukkan potensinya sebagai venue multifungsi. Setelah sukses menggelar konser musik skala besar pada akhir Juli lalu, stadion berkapasitas 60 ribu penonton ini terus berbenah.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, Agus Hari Kesuma, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan perbaikan secara bertahap di stadion tersebut sejak akhir tahun lalu, mengikuti arahan Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim.
Perbaikan-perbaikan yang sudah di lakukan ini merupakan cita-cita Pemprov agar Stadion ini tidak hanya untuk olahraga saja, melainkan edukasi dan wisata. Dengan itu Pemprov ingin mengusung pusat olahraga ini sebagai "sport tourism".
“Perbaikan difokuskan pada beberapa titik, seperti pagar, gapura, dan stadion utama. Meski demikian, lapangan utama masih membutuhkan perbaikan lebih lanjut untuk bisa digunakan kembali untuk pertandingan sepak bola,” ujar AHK panggilan akrabnya.
Apalagi Borneo FC juga menyampaikan keresehannya atas hombase di Balikpapan, harapannya Stadion Palaran bisa menjadi opsi utama. Namun stadion yang pernah digunakan untuk PON 2008 ini belum layak digunakan untuk pertandingan sepak bola.
AHK menjelaskan bahwa kondisi rumput dan kemiringan lapangan saat ini belum memenuhi standar untuk pertandingan sepak bola dan kursi penonton yang rusak. Sehingga diperlukan anggaran yang cukup besar untuk memperbaiki kondisi tersebut.
Sebelumnya pernah diberitakan media ini, total anggaran yang akan digelontorkan sementara adalah Rp10 miliar. Namun kepastian anggaran ini AHK masih belum bisa ungkapkan. Banyak komponen yang harus diperhitungkan untuk membentuk sport tourism. Bahkan jika diprediksi menelan ratusan miliar.
“Untuk kegiatan seperti konser dan acara besar lainnya, Stadion Utama Palaran sudah sangat layak. Bahkan, stadion ini akan menjadi lokasi utama perayaan Hari Ulang Tahun ke-79 Republik Indonesia tingkat Provinsi Kaltim,” imbuhnya.
Lebih lanjut, AHK berharap dengan semakin banyaknya event yang digelar di Kaltim, Stadion Utama Palaran dapat menjadi pilihan utama sebagai venue. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk memaksimalkan potensi pariwisata dan ekonomi daerah.
Dengan event tersebut memasifkan pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pemprov kini juga telah menerapkan pemungutan dari pengunjung yang ingin olahraga dikenakan tarif masuk Rp3.000 per kepala. Walaupun demikian, Pemprov juga membutuhkan dana dari pihak lain seperti CSR.
"Harapannya ada dukungan semua pihak, stadion ini bisa berkembang," ucapnya.
(Sf/Rs)