Seputar Kaltim

    Sering Banjir dan Sedimentasi Menumpuk, Sang Pemilik Pilih Tinggalkan Rumahnya 

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Lodya A
    08 April 2025 pukul 16:09 WITA

    Rumah yang ditinggal sang pemilik di Kanaan, akibat kerap tenggelam banjir dan lumpur setiap tahun. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)

    Bontang - Sebuah rumah di Kelurahan Kanaan Kecamatan Bontang Barat, Kota Bontang ditinggal sang pemilik akibat sering mengalami banjir besar disertai lumput yang masuk ke rumah. 

    Ketua RT 08 Kelurahan Kanaan Rusmanto mengatakan sudah sekitar 3 tahun lalu sang pemilik meninggalkan rumah tersebut. Sebab dalam setahun rumah itu bisa terendam banjir hingga tiga kali.

    Letak rumah tersebut berada di samping sungai, tempat mengalirnya air dan lumpur dari beberapa tambang galian C di dataran tinggi wilayah kanaan. 

    “Sebelumnya mereka sempat menanggul pinggiran sungai untuk mengatasi banjir, tapi tetap saja setiap hujan dan banjir selalu masuk ke rumah mereka,” ujarnya, Selasa (8/4/2025).

    Tanggul yang mereka bangun di samping rumah tidak kuat menahan pasir dan lumpur yang terbawa oleh arus air. “Kalau cuma air mungkin sungai ini mampu menahan, tapi karena beserta lumpur jadi tidak kuat,” sambungnya.

    Akibat sudah tidak betah lagi dan merasa kesulitan mengatasi banjir, pemilik rumah memutuskan untuk mencari tempat tinggal yang lebih aman dan menjual rumah yang sudah beberapa tahun ditinggali itu.

    Rusmanto juga mengatakan turap sungai terlalu rendah dan tidak cukup untuk menahan debit air yang sangat besar mengalir ke sungai. Belum lagi, lumpur dan pasir menyebabkan penumpukan sedimen di bawah sungai yang menyebabkan kuantitas menampung air di sungai tersebut semakin terbatas.

    Akibatnya, air yang disertai lumpur meluap ke rumah-rumah warga sekitar dan menyebabkan banjir yang cukup tinggi setiap tahunnya. Ada sekitar enam rumah di RT 01 Kelurahan Kanaan yang menjadi langganan tergenang banjir tinggi setiap kali hujan deras.

    “Terparah memang satu rumah ini, tapi ada beberapa rumah lain juga yang langganan banjir setiap tahun,” kata Rusmanto.

    Rusmanto menyebut, dinas terkait belakangan terkahir telah melakukan pengerukan di sepanjang sungai untuk mengangkut sedimentasi yang mengendap. “Tapi dalam 10 hari aja sudah tinggi lagi sedimentasi, karena lumpur di sungai ini,” pungkasnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Sering Banjir dan Sedimentasi Menumpuk, Sang Pemilik Pilih Tinggalkan Rumahnya 

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Lodya A
    08 April 2025 pukul 16:09 WITA

    Rumah yang ditinggal sang pemilik di Kanaan, akibat kerap tenggelam banjir dan lumpur setiap tahun. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)

    Bontang - Sebuah rumah di Kelurahan Kanaan Kecamatan Bontang Barat, Kota Bontang ditinggal sang pemilik akibat sering mengalami banjir besar disertai lumput yang masuk ke rumah. 

    Ketua RT 08 Kelurahan Kanaan Rusmanto mengatakan sudah sekitar 3 tahun lalu sang pemilik meninggalkan rumah tersebut. Sebab dalam setahun rumah itu bisa terendam banjir hingga tiga kali.

    Letak rumah tersebut berada di samping sungai, tempat mengalirnya air dan lumpur dari beberapa tambang galian C di dataran tinggi wilayah kanaan. 

    “Sebelumnya mereka sempat menanggul pinggiran sungai untuk mengatasi banjir, tapi tetap saja setiap hujan dan banjir selalu masuk ke rumah mereka,” ujarnya, Selasa (8/4/2025).

    Tanggul yang mereka bangun di samping rumah tidak kuat menahan pasir dan lumpur yang terbawa oleh arus air. “Kalau cuma air mungkin sungai ini mampu menahan, tapi karena beserta lumpur jadi tidak kuat,” sambungnya.

    Akibat sudah tidak betah lagi dan merasa kesulitan mengatasi banjir, pemilik rumah memutuskan untuk mencari tempat tinggal yang lebih aman dan menjual rumah yang sudah beberapa tahun ditinggali itu.

    Rusmanto juga mengatakan turap sungai terlalu rendah dan tidak cukup untuk menahan debit air yang sangat besar mengalir ke sungai. Belum lagi, lumpur dan pasir menyebabkan penumpukan sedimen di bawah sungai yang menyebabkan kuantitas menampung air di sungai tersebut semakin terbatas.

    Akibatnya, air yang disertai lumpur meluap ke rumah-rumah warga sekitar dan menyebabkan banjir yang cukup tinggi setiap tahunnya. Ada sekitar enam rumah di RT 01 Kelurahan Kanaan yang menjadi langganan tergenang banjir tinggi setiap kali hujan deras.

    “Terparah memang satu rumah ini, tapi ada beberapa rumah lain juga yang langganan banjir setiap tahun,” kata Rusmanto.

    Rusmanto menyebut, dinas terkait belakangan terkahir telah melakukan pengerukan di sepanjang sungai untuk mengangkut sedimentasi yang mengendap. “Tapi dalam 10 hari aja sudah tinggi lagi sedimentasi, karena lumpur di sungai ini,” pungkasnya.

    (Sf/Lo)