Cari disini...
Seputar Kaltim
Bulog Paser-PPU serap gabah dari petani lokal (Foto: Padliannor/seputarfalta.com)
Tana Paser - Badan Urusan Logistik (Bulog) Kantor Cabang (Kancab) Paser-Penajam Paser Utara (PPU) tidak akan melakukan impor gabah dari luar daerah sepanjang 2026.
Hal tersebut dikarenakan pasokan dari petani lokal di daerah dinilai sudah mencukupi guna memenuhi kebutuhan dua kabupaten yang berada di ujung Utara Kalimantan Timur (Kaltim) tersebut.
Kepala Bulog Kancab Paser-PPU, Muhammad Mukhlis menjelaskan sejak pertengahan 2025 lalu pihaknya sudah tidak melakukan impor gabah dari luar daerah dan hanya menyerap gabah dari petani lokal.
"Kita menyerap gabah dari petani lokal dan sudah tidak melakukan impor dari luar daerah sejak 2025 lalu," ujar Muhammad Mukhlis, Selasa (10/3/2026).
Stok beras impor yang disimpan di gudang Bulog oleh pihaknya juga telah dinyatakan habis pada pertengahan 2025.
Sejak pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengeluarkan surat keputusan Nomor 2 Tahun 2025 tentang penetapan harga Gabah Kering Panen (GKP), hal itu memudahkan pihaknya untuk mengambil langsung gabah dari petani lokal dengan harga yang sesuai ketetapan tersebut, yaitu di angka Rp6.500 per kilogram.
Bahkan gabah yang diserap dari petani lokal di daerah tidak hanya mencukupi kebutuhan masyarakat di Paser-PPU, namun juga mampu menjadi stok cadangan.
"Sangat mencukupi bahkan kita mamiliki stok cadangan dari serapan gabah petani lokal," tuturnya.
Selain itu, guna menyambut perayaan hari raya Idulfitri 1447 Hijriah, stok beras untuk kebutuhan di peringatan hari besar umat muslim tersebut dapat tercukupi.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Bulog Paser-PPU serap gabah dari petani lokal (Foto: Padliannor/seputarfalta.com)
Tana Paser - Badan Urusan Logistik (Bulog) Kantor Cabang (Kancab) Paser-Penajam Paser Utara (PPU) tidak akan melakukan impor gabah dari luar daerah sepanjang 2026.
Hal tersebut dikarenakan pasokan dari petani lokal di daerah dinilai sudah mencukupi guna memenuhi kebutuhan dua kabupaten yang berada di ujung Utara Kalimantan Timur (Kaltim) tersebut.
Kepala Bulog Kancab Paser-PPU, Muhammad Mukhlis menjelaskan sejak pertengahan 2025 lalu pihaknya sudah tidak melakukan impor gabah dari luar daerah dan hanya menyerap gabah dari petani lokal.
"Kita menyerap gabah dari petani lokal dan sudah tidak melakukan impor dari luar daerah sejak 2025 lalu," ujar Muhammad Mukhlis, Selasa (10/3/2026).
Stok beras impor yang disimpan di gudang Bulog oleh pihaknya juga telah dinyatakan habis pada pertengahan 2025.
Sejak pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengeluarkan surat keputusan Nomor 2 Tahun 2025 tentang penetapan harga Gabah Kering Panen (GKP), hal itu memudahkan pihaknya untuk mengambil langsung gabah dari petani lokal dengan harga yang sesuai ketetapan tersebut, yaitu di angka Rp6.500 per kilogram.
Bahkan gabah yang diserap dari petani lokal di daerah tidak hanya mencukupi kebutuhan masyarakat di Paser-PPU, namun juga mampu menjadi stok cadangan.
"Sangat mencukupi bahkan kita mamiliki stok cadangan dari serapan gabah petani lokal," tuturnya.
Selain itu, guna menyambut perayaan hari raya Idulfitri 1447 Hijriah, stok beras untuk kebutuhan di peringatan hari besar umat muslim tersebut dapat tercukupi.
(Sf/Lo)