Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Disdik Berau, Mardiatul Idalisah. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau mengalokasikan anggaran sebesar Rp20 miliar untuk pelaksanaan program seragam sekolah gratis bagi siswa baru dari jenjang TK, SD, hingga SMP.
Program tersebut direncanakan mulai berjalan pada tahun ajaran baru 2026 dan menjadi salah satu program prioritas Pemkab Berau.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Berau, Mardiatul Idalisah, menyampaikan bahwa anggaran tersebut dialokasikan untuk pengadaan tiga jenis seragam, meliputi seragam nasional, seragam pramuka, dan seragam batik.
"Program seragam sekolah gratis ini merupakan program prioritas pemerintah daerah dan akan mulai dijalankan pada tahun ajaran 2026," ujar Mardiatul.
Ia pun menjelaskan, pemberian seragam tidak dilakukan secara langsung, melainkan melalui tahapan pendataan dan pengukuran setelah siswa resmi masuk sekolah. Hal ini dilakukan agar seragam yang diberikan sesuai dengan ukuran dan layak digunakan oleh para siswa.
"Untuk murid baru, otomatis seragamnya tidak bisa langsung jadi. Kita tunggu mereka masuk sekolah, didata, lalu diukur agar pas untuk dipakai," jelasnya.
Saat ini, Disdik Berau juga tengah menyiapkan petunjuk teknis (juknis) sebagai acuan pelaksanaan program, termasuk mekanisme pengadaan dan distribusi seragam ke sekolah-sekolah. Hal ini dilakukan agar berjalan tertib dan tepat sasaran.
Selain seragam nasional dan pramuka, seragam batik juga akan diberikan dengan sentuhan kearifan lokal. Ia menyebutkan, Disdik Berau telah menyiapkan motif batik bertema "Siap Didik" yang hak ciptanya telah didaftarkan dan akan digunakan sebagai identitas seragam batik sekolah di Berau.
“Motif batik dengan tema "Siap Didik" ini sudah kami siapkan dan hak ciptanya telah didaftarkan. Nantinya ini akan menjadi ciri khas seragam batik sekolah di Berau," katanya.
Kendati demikian, Mardiatul mengatakan bahwa penggunaan batik bermotif lokal tersebut sejalan dengan arahan Bupati Berau, Sri Juniarsih, yang menginginkan penguatan identitas Bumi Batiwakkal melalui dunia pendidikan.
"Ibu Bupati ingin di batiknya ada sentuhan kearifan lokal. Bukan berarti harus dibuat di sini, tetapi memiliki nuansa khas Berau," pungkas Mardiatul.
(Sf/Mr)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Disdik Berau, Mardiatul Idalisah. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau mengalokasikan anggaran sebesar Rp20 miliar untuk pelaksanaan program seragam sekolah gratis bagi siswa baru dari jenjang TK, SD, hingga SMP.
Program tersebut direncanakan mulai berjalan pada tahun ajaran baru 2026 dan menjadi salah satu program prioritas Pemkab Berau.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Berau, Mardiatul Idalisah, menyampaikan bahwa anggaran tersebut dialokasikan untuk pengadaan tiga jenis seragam, meliputi seragam nasional, seragam pramuka, dan seragam batik.
"Program seragam sekolah gratis ini merupakan program prioritas pemerintah daerah dan akan mulai dijalankan pada tahun ajaran 2026," ujar Mardiatul.
Ia pun menjelaskan, pemberian seragam tidak dilakukan secara langsung, melainkan melalui tahapan pendataan dan pengukuran setelah siswa resmi masuk sekolah. Hal ini dilakukan agar seragam yang diberikan sesuai dengan ukuran dan layak digunakan oleh para siswa.
"Untuk murid baru, otomatis seragamnya tidak bisa langsung jadi. Kita tunggu mereka masuk sekolah, didata, lalu diukur agar pas untuk dipakai," jelasnya.
Saat ini, Disdik Berau juga tengah menyiapkan petunjuk teknis (juknis) sebagai acuan pelaksanaan program, termasuk mekanisme pengadaan dan distribusi seragam ke sekolah-sekolah. Hal ini dilakukan agar berjalan tertib dan tepat sasaran.
Selain seragam nasional dan pramuka, seragam batik juga akan diberikan dengan sentuhan kearifan lokal. Ia menyebutkan, Disdik Berau telah menyiapkan motif batik bertema "Siap Didik" yang hak ciptanya telah didaftarkan dan akan digunakan sebagai identitas seragam batik sekolah di Berau.
“Motif batik dengan tema "Siap Didik" ini sudah kami siapkan dan hak ciptanya telah didaftarkan. Nantinya ini akan menjadi ciri khas seragam batik sekolah di Berau," katanya.
Kendati demikian, Mardiatul mengatakan bahwa penggunaan batik bermotif lokal tersebut sejalan dengan arahan Bupati Berau, Sri Juniarsih, yang menginginkan penguatan identitas Bumi Batiwakkal melalui dunia pendidikan.
"Ibu Bupati ingin di batiknya ada sentuhan kearifan lokal. Bukan berarti harus dibuat di sini, tetapi memiliki nuansa khas Berau," pungkas Mardiatul.
(Sf/Mr)