Seputar Kaltim

    Seragam Gratis Masih Produksi Jawa, Disdikbud Kaltim Siap Beralih ke Produksi Lokal

    Penulis:Maulana|Redaktur:Lodya A
    08 Januari 2026 pukul 20:00 WITA

    Sekretaris Disdikbud Kaltim, Rahmat Ramadan. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) sukses menuntaskan penyaluran 63.718 paket seragam gratis untuk jenjang SMA, SMK dan SLB tepat di penghujung tahun 2025.

    Meski program ini mendapat respons positif terkait kualitas bahan, Disdikbud Kaltim mengakui proses produksi massal tersebut masih mengandalkan konveksi dari luar daerah, khususnya Pulau Jawa. Ini dilakukan karena pertimbangan urgensi waktu dan kapasitas produksi yang besar.

    Sekretaris Disdikbud Kaltim, Rahmat Ramadan menjelaskan mekanisme lelang yang dimenangkan pihak dari Jawa tahun ini semata-mata untuk memastikan standar kualitas dan ketepatan distribusi.

    “Tahun ini karena mendesak dan volumenya besar, pemenang lelang memang dari luar. Kami memperjuangkan bahan yang tidak sembarangan, bahkan sampai melibatkan uji laboratorium,” ujar Rahmat di kantornya, Jalan Basuki Rahmat, Samarinda, Kamis (8/1/2026).

    Rahmat menegaskan komitmen Pemprov Kaltim untuk memberdayakan ekonomi daerah. Ia membuka peluang bagi konveksi lokal Kaltim untuk terlibat dalam pengadaan seragam gratis pada tahun anggaran berikutnya.

    Namun Rahmat memberikan catatan terkait konveksi lokal harus membuktikan kapasitas produksinya. Tantangannya adalah kesanggupan memproduksi puluhan ribu paket dalam waktu yang ditentukan.

    “Insyaallah tahun depan kami berusaha melibatkan orang-orang lokal. Nanti kami lihat kemampuannya, apakah sanggup memproduksi 63.000 paket tersebut atau tidak. Harapan kami tentu ada keterlibatan pengusaha lokal,” tegasnya.

    Berdasarkan data yang dihimpun, distribusi 63.718 paket seragam ke 558 sekolah telah rampung 100 persen pada 31 Desember 2025. 

    Paket tersebut berisi setelan putih abu-abu, sepatu, tas dan jilbab bagi siswi muslim. Mulai 5-6 Januari 2026, pihak sekolah telah membagikan paket tersebut kepada siswa.

    Menatap program serupa di 2026, Rahmat menargetkan proses distribusi bisa berjalan lebih cepat dan tidak menumpuk di akhir tahun.

    “Tahun kemarin (2025) kan masa transisi, jadi agak lambat menunggu kondisi keuangan. Tahun ini insyaallah lebih maju. Setelah PPDB dan pendataan ukuran baju siswa selesai, langsung kita proses. Jadi penyerahannya tidak sampai Desember atau Januari lagi,” paparnya.

    Disdikbud juga mempertimbangkan penambahan item seragam, seperti baju olahraga atau pramuka. Namun, hal ini sangat bergantung pada kondisi keuangan daerah.

    “Sangat memungkinkan (nambah item), tapi kita lihat keuangan daerah dulu. Jika membaik, mungkin kita tambah ke baju pramuka atau kedinasan lainnya,” pungkasnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Seragam Gratis Masih Produksi Jawa, Disdikbud Kaltim Siap Beralih ke Produksi Lokal

    Penulis:Maulana|Redaktur:Lodya A
    08 Januari 2026 pukul 20:00 WITA

    Sekretaris Disdikbud Kaltim, Rahmat Ramadan. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) sukses menuntaskan penyaluran 63.718 paket seragam gratis untuk jenjang SMA, SMK dan SLB tepat di penghujung tahun 2025.

    Meski program ini mendapat respons positif terkait kualitas bahan, Disdikbud Kaltim mengakui proses produksi massal tersebut masih mengandalkan konveksi dari luar daerah, khususnya Pulau Jawa. Ini dilakukan karena pertimbangan urgensi waktu dan kapasitas produksi yang besar.

    Sekretaris Disdikbud Kaltim, Rahmat Ramadan menjelaskan mekanisme lelang yang dimenangkan pihak dari Jawa tahun ini semata-mata untuk memastikan standar kualitas dan ketepatan distribusi.

    “Tahun ini karena mendesak dan volumenya besar, pemenang lelang memang dari luar. Kami memperjuangkan bahan yang tidak sembarangan, bahkan sampai melibatkan uji laboratorium,” ujar Rahmat di kantornya, Jalan Basuki Rahmat, Samarinda, Kamis (8/1/2026).

    Rahmat menegaskan komitmen Pemprov Kaltim untuk memberdayakan ekonomi daerah. Ia membuka peluang bagi konveksi lokal Kaltim untuk terlibat dalam pengadaan seragam gratis pada tahun anggaran berikutnya.

    Namun Rahmat memberikan catatan terkait konveksi lokal harus membuktikan kapasitas produksinya. Tantangannya adalah kesanggupan memproduksi puluhan ribu paket dalam waktu yang ditentukan.

    “Insyaallah tahun depan kami berusaha melibatkan orang-orang lokal. Nanti kami lihat kemampuannya, apakah sanggup memproduksi 63.000 paket tersebut atau tidak. Harapan kami tentu ada keterlibatan pengusaha lokal,” tegasnya.

    Berdasarkan data yang dihimpun, distribusi 63.718 paket seragam ke 558 sekolah telah rampung 100 persen pada 31 Desember 2025. 

    Paket tersebut berisi setelan putih abu-abu, sepatu, tas dan jilbab bagi siswi muslim. Mulai 5-6 Januari 2026, pihak sekolah telah membagikan paket tersebut kepada siswa.

    Menatap program serupa di 2026, Rahmat menargetkan proses distribusi bisa berjalan lebih cepat dan tidak menumpuk di akhir tahun.

    “Tahun kemarin (2025) kan masa transisi, jadi agak lambat menunggu kondisi keuangan. Tahun ini insyaallah lebih maju. Setelah PPDB dan pendataan ukuran baju siswa selesai, langsung kita proses. Jadi penyerahannya tidak sampai Desember atau Januari lagi,” paparnya.

    Disdikbud juga mempertimbangkan penambahan item seragam, seperti baju olahraga atau pramuka. Namun, hal ini sangat bergantung pada kondisi keuangan daerah.

    “Sangat memungkinkan (nambah item), tapi kita lihat keuangan daerah dulu. Jika membaik, mungkin kita tambah ke baju pramuka atau kedinasan lainnya,” pungkasnya.

    (Sf/Lo)