Cari disini...
Seputar Kaltim
Operator Terminal Tipe B Sangatta, Budi Yanto. (Foto: Lisdawati/seputarfakta.com)
Sangatta – Sejumlah faktor ikut mempengaruhi penurunan jumlah penumpang bus di Terminal Sangatta, salah satunya adalah semakin banyaknya masyarakat yang memilih menggunakan kendaraan pribadi. Selain itu, keberadaan angkutan travel dan layanan transportasi online juga turut memberikan dampak sepinya penumpang di terminal tersebut.
Guna mengatasi kondisi itu, Dinas Perhubungan (Dishub) melalui Operator Terminal Tipe B Sangatta, Budi Yanto mengungkapkan beberapa rencana untuk menarik minat penumpang agar kembali mau menggunakan angkutan umum lagi. Salah satunya adalah dengan menambah jam operasional bus, yang sebelumnya hanya tersedia di pagi hari. Rencananya, jadwal sore hari akan ditambah, hingga sekitar pukul 15.00 WITA bus akan tetap berangkat meskipun penumpang terbatas.
“Nanti ke depannya rencananya akan ada jam sore. Bus sampai sore standby, bahkan meskipun penumpang sedikit, bus tetap berangkat. Misalnya, jika penumpang hanya lima atau empat orang, bus tetap berangkat,” ujar Budi saat diwawancarai di Terminal Sangatta, Minggu (9/3/2025).
Budi Yanto juga menjelaskan, bahwa terminal saat ini sudah dalam kondisi layak, dengan jalan yang baik, serta armada bus yang semakin baik bahkan banyak yang sudah dilengkapi AC atau pendingin ruangan. Meskipun diakuinya masih ada beberapa unit bus yang belum dilengkapi AC, perbaikan terus dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan penumpang.
Selain itu jelasnya, Dinas Perhubungan juga mempersiapkan berbagai fasilitas dan sumber daya manusia (SDM) untuk mendukung kelancaran transportasi di terminal. “Kami sudah mempersiapkan SDM dan fasilitas, serta transportasi yang diperlukan. Jalan sudah baik dan layak, tinggal pengaturan waktu saja. Biasanya selama ini hanya ada bus pagi hari, tetapi siang dan sore sudah sepi. Nanti itu yang mau kita kembalikan lagi kepercayaan masyarakat bahwa siang-sore ada bus,” tambahnya.
Dia menyebutkan, lonjakan penumpang biasanya terjadi menjelang Ramadan dan Idulfitri, terutama pada H-3 hingga H-1 sebelum Lebaran. Hal ini disebabkan oleh banyaknya pegawai termasuk karyawan Perusahaan yang mudik, dengan sebagian besar penumpang berasal dari luar daerah seperti Samarinda dan Tenggarong.
Sebagai tambahan informasi, Dinas Perhubungan juga berencana membangun posko di terminal untuk mendukung kelancaran arus mudik, yang akan dibangun pada H-7 Idulfitri. Posko tersebut akan bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk memastikan keamanan dan kenyamanan para penumpang.
(Sf/Mr)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Operator Terminal Tipe B Sangatta, Budi Yanto. (Foto: Lisdawati/seputarfakta.com)
Sangatta – Sejumlah faktor ikut mempengaruhi penurunan jumlah penumpang bus di Terminal Sangatta, salah satunya adalah semakin banyaknya masyarakat yang memilih menggunakan kendaraan pribadi. Selain itu, keberadaan angkutan travel dan layanan transportasi online juga turut memberikan dampak sepinya penumpang di terminal tersebut.
Guna mengatasi kondisi itu, Dinas Perhubungan (Dishub) melalui Operator Terminal Tipe B Sangatta, Budi Yanto mengungkapkan beberapa rencana untuk menarik minat penumpang agar kembali mau menggunakan angkutan umum lagi. Salah satunya adalah dengan menambah jam operasional bus, yang sebelumnya hanya tersedia di pagi hari. Rencananya, jadwal sore hari akan ditambah, hingga sekitar pukul 15.00 WITA bus akan tetap berangkat meskipun penumpang terbatas.
“Nanti ke depannya rencananya akan ada jam sore. Bus sampai sore standby, bahkan meskipun penumpang sedikit, bus tetap berangkat. Misalnya, jika penumpang hanya lima atau empat orang, bus tetap berangkat,” ujar Budi saat diwawancarai di Terminal Sangatta, Minggu (9/3/2025).
Budi Yanto juga menjelaskan, bahwa terminal saat ini sudah dalam kondisi layak, dengan jalan yang baik, serta armada bus yang semakin baik bahkan banyak yang sudah dilengkapi AC atau pendingin ruangan. Meskipun diakuinya masih ada beberapa unit bus yang belum dilengkapi AC, perbaikan terus dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan penumpang.
Selain itu jelasnya, Dinas Perhubungan juga mempersiapkan berbagai fasilitas dan sumber daya manusia (SDM) untuk mendukung kelancaran transportasi di terminal. “Kami sudah mempersiapkan SDM dan fasilitas, serta transportasi yang diperlukan. Jalan sudah baik dan layak, tinggal pengaturan waktu saja. Biasanya selama ini hanya ada bus pagi hari, tetapi siang dan sore sudah sepi. Nanti itu yang mau kita kembalikan lagi kepercayaan masyarakat bahwa siang-sore ada bus,” tambahnya.
Dia menyebutkan, lonjakan penumpang biasanya terjadi menjelang Ramadan dan Idulfitri, terutama pada H-3 hingga H-1 sebelum Lebaran. Hal ini disebabkan oleh banyaknya pegawai termasuk karyawan Perusahaan yang mudik, dengan sebagian besar penumpang berasal dari luar daerah seperti Samarinda dan Tenggarong.
Sebagai tambahan informasi, Dinas Perhubungan juga berencana membangun posko di terminal untuk mendukung kelancaran arus mudik, yang akan dibangun pada H-7 Idulfitri. Posko tersebut akan bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk memastikan keamanan dan kenyamanan para penumpang.
(Sf/Mr)