Cari disini...
Seputar Kaltim
UPTD Puskesmas Senaken. (Foto: Padliannor/seputarfakta.com)
Tana Paser - Tingginya intensitas kejadian Kebakaran Lahan dan Hutan (Karhutla) yang terjadi di Paser sejak Agustus 2026 lalu memberikan dampak negatif terhadap kesehatan masyarakat.
Berdasarkan data Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Senaken sejak 21 Juli hingga 30 Agustus 2026, setidaknya ada sekitar 26.984 jiwa mengalami Infeksi Saluran Pernapasan (ISPA) dan Pneumonia.
Dari total data tersebut, Desa Senaken mendominasi dengan 216 kasus ISPA dan empat kasus pneumonia. Selain itu, Desa Jone tercatat 156 kasus ISPA, Desa Tapis sebanyak 78 kasus, Desa Rantau Panjang 43 kasus, Desa Muara Pasir 38 kasus dan Desa Pulau Rantau 28 kasus ISPA serta satu kasus pneumonia.
Kepala UPTD Puskesmas Senaken, dr Riska Ulfah menyampaikan, pada kondisi saat ini masyarakat perlu menyadari langkah antisipatif yang bisa dilakukan guna menekan lonjakan penyakit ISPA akibat asap karhutla.
"Masyarakat diimbau untuk menjaga kesehatan dengan mengkonsumsi makanan bergizi dan pola hidup sehat," kata dr Riska Ulfah, Jumat (4/9/2026).
Hingga kini, wilayah Kecamatan Tanah Grogot diketahui merupakan kecamatan yang memiliki intensitas paling tinggi terhadap kasus karhutla di Paser. Hal itu juga menjadi salah satu pemicu lonjakan pasien yang mengalami ISPA di UPTD Senaken karena berada di kecamatan tersebut.
dr Riska juga mengingatkan kepada warga untuk mengurangi aktifitas di luar rumah jika tidak diperlukan. Sementara untuk aktifitas yang mengharuskan warga berada di luar rumah dianjurkan untuk memakai masker agar tidak terpapar asap karhutla.
Bagi masyarakat yang ingin berkonsultasi dengan tenaga medis tanpa harus ke luar rumah, pihaknya telah menyediakan layanan kesehatan digital. Layanan tersebut yaitu telemidicine yang dapat diakses melalui aplikasi Mobile JKN.
"Aplikasinya dapat diakses lewat Mobile JKN. Tujuannya agar masyarakat tidak perlu ke luar rumah kalau ingin konsultasi medis," tutupnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

UPTD Puskesmas Senaken. (Foto: Padliannor/seputarfakta.com)
Tana Paser - Tingginya intensitas kejadian Kebakaran Lahan dan Hutan (Karhutla) yang terjadi di Paser sejak Agustus 2026 lalu memberikan dampak negatif terhadap kesehatan masyarakat.
Berdasarkan data Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Senaken sejak 21 Juli hingga 30 Agustus 2026, setidaknya ada sekitar 26.984 jiwa mengalami Infeksi Saluran Pernapasan (ISPA) dan Pneumonia.
Dari total data tersebut, Desa Senaken mendominasi dengan 216 kasus ISPA dan empat kasus pneumonia. Selain itu, Desa Jone tercatat 156 kasus ISPA, Desa Tapis sebanyak 78 kasus, Desa Rantau Panjang 43 kasus, Desa Muara Pasir 38 kasus dan Desa Pulau Rantau 28 kasus ISPA serta satu kasus pneumonia.
Kepala UPTD Puskesmas Senaken, dr Riska Ulfah menyampaikan, pada kondisi saat ini masyarakat perlu menyadari langkah antisipatif yang bisa dilakukan guna menekan lonjakan penyakit ISPA akibat asap karhutla.
"Masyarakat diimbau untuk menjaga kesehatan dengan mengkonsumsi makanan bergizi dan pola hidup sehat," kata dr Riska Ulfah, Jumat (4/9/2026).
Hingga kini, wilayah Kecamatan Tanah Grogot diketahui merupakan kecamatan yang memiliki intensitas paling tinggi terhadap kasus karhutla di Paser. Hal itu juga menjadi salah satu pemicu lonjakan pasien yang mengalami ISPA di UPTD Senaken karena berada di kecamatan tersebut.
dr Riska juga mengingatkan kepada warga untuk mengurangi aktifitas di luar rumah jika tidak diperlukan. Sementara untuk aktifitas yang mengharuskan warga berada di luar rumah dianjurkan untuk memakai masker agar tidak terpapar asap karhutla.
Bagi masyarakat yang ingin berkonsultasi dengan tenaga medis tanpa harus ke luar rumah, pihaknya telah menyediakan layanan kesehatan digital. Layanan tersebut yaitu telemidicine yang dapat diakses melalui aplikasi Mobile JKN.
"Aplikasinya dapat diakses lewat Mobile JKN. Tujuannya agar masyarakat tidak perlu ke luar rumah kalau ingin konsultasi medis," tutupnya.
(Sf/Rs)