Seputar Kaltim

    Sepanjang 2024, Polda Kaltim Berhasil Gagalkan 91 Kg Sabu

    Penulis:Mayasari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Wakapolda Kaltim Brigjen Pol Sabilul Alif saat berkomunikasi dengan salah satu tersangka pengedar narkoba jeni sabu. (Foto: Humas/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Dalam upaya memerangi peredaran narkoba, Polda Kaltim telah menggagalkan distribusi narkotika dalam jumlah besar sepanjang tahun 2024.

    Hingga pertengahan November, hampir 91 kilogram sabu berhasil disita, dengan nilai pasar mencapai hampir Rp2 Miliar per kilogram.

    Wakil Kepala Polda Kaltim, Brigjen Pol Sabilul Alif menjelaskan, bahwa angka ini mencerminkan dampak besar yang dapat ditimbulkan oleh peredaran narkoba, baik dari sisi kesehatan maupun sosial. 

    "Dengan barang bukti yang kami sita, kami perkirakan sekitar 25 ribu orang dapat diselamatkan dari bahaya narkoba," kata Wakapolda Kaltim kepada media, Jumat (15/11/2024).

    Selain narkotika jenis sabu, kata dia, pihak kepolisian juga mengungkap beberapa jenis narkoba lainnya seperti ganja sebanyak 4 Kg, 3.000 butir ekstasi, serta 150.000 butir obat-obatan terlarang.

    Fenomena ini menunjukkan bahwa narkoba menjadi ancaman serius yang mengintai banyak lapisan masyarakat.

    “Bahkan dampaknya dapat mempengaruhi berbagai aspek kehidupan, mulai dari kesehatan hingga kestabilan sosial,” jelas Brigjen Pol Sabilul.

    Sebagai respons, Polda Kaltim menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program-program prioritas dari Presiden dan Kapolri, termasuk Asta Cita yang bertujuan untuk membersihkan lingkungan dari narkoba.

    Kerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN), pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci dalam pemberantasan narkoba, khususnya di wilayah rawan peredaran.

    "Salah satu langkah strategis kami adalah menciptakan wilayah yang bebas narkoba, dengan fokus pada daerah-daerah yang paling rentan," tambahnya.

    Perang melawan narkoba di Kaltim semakin intensif, namun juga membutuhkan peran serta semua pihak untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan aman bagi generasi mendatang.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Sepanjang 2024, Polda Kaltim Berhasil Gagalkan 91 Kg Sabu

    Penulis:Mayasari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Wakapolda Kaltim Brigjen Pol Sabilul Alif saat berkomunikasi dengan salah satu tersangka pengedar narkoba jeni sabu. (Foto: Humas/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Dalam upaya memerangi peredaran narkoba, Polda Kaltim telah menggagalkan distribusi narkotika dalam jumlah besar sepanjang tahun 2024.

    Hingga pertengahan November, hampir 91 kilogram sabu berhasil disita, dengan nilai pasar mencapai hampir Rp2 Miliar per kilogram.

    Wakil Kepala Polda Kaltim, Brigjen Pol Sabilul Alif menjelaskan, bahwa angka ini mencerminkan dampak besar yang dapat ditimbulkan oleh peredaran narkoba, baik dari sisi kesehatan maupun sosial. 

    "Dengan barang bukti yang kami sita, kami perkirakan sekitar 25 ribu orang dapat diselamatkan dari bahaya narkoba," kata Wakapolda Kaltim kepada media, Jumat (15/11/2024).

    Selain narkotika jenis sabu, kata dia, pihak kepolisian juga mengungkap beberapa jenis narkoba lainnya seperti ganja sebanyak 4 Kg, 3.000 butir ekstasi, serta 150.000 butir obat-obatan terlarang.

    Fenomena ini menunjukkan bahwa narkoba menjadi ancaman serius yang mengintai banyak lapisan masyarakat.

    “Bahkan dampaknya dapat mempengaruhi berbagai aspek kehidupan, mulai dari kesehatan hingga kestabilan sosial,” jelas Brigjen Pol Sabilul.

    Sebagai respons, Polda Kaltim menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program-program prioritas dari Presiden dan Kapolri, termasuk Asta Cita yang bertujuan untuk membersihkan lingkungan dari narkoba.

    Kerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN), pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci dalam pemberantasan narkoba, khususnya di wilayah rawan peredaran.

    "Salah satu langkah strategis kami adalah menciptakan wilayah yang bebas narkoba, dengan fokus pada daerah-daerah yang paling rentan," tambahnya.

    Perang melawan narkoba di Kaltim semakin intensif, namun juga membutuhkan peran serta semua pihak untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan aman bagi generasi mendatang.

    (Sf/Rs)