Cari disini...
Seputar Kaltim
Bupati PPU, Mudyat Noor. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)
Penajam - Kemarau mulai menekan ketersediaan air bersih di Penajam Paser Utara (PPU). Kesulitan paling terasa di Kecamatan Sepaku, tempat sejumlah warga mulai bergantung pada bantuan air bersih karena sumber air menipis.
Kondisi tersebut mendapat perhatian Bupati PPU, Mudyat Noor. Menurutnya, penyediaan air bersih untuk warga Sepaku perlu dibahas bersama pihak yang berkepentingan di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), termasuk Otorita IKN (OIKN) dan Balai Wilayah Sungai (BWS).
"Kita lagi kesulitan air. Di IKN sudah melaksanakan air minum, kita air bersih saja susah," kata Mudyat, Senin (17/8/2026).
Mudyat mengatakan keberadaan IKN di Sepaku membuat persoalan air di kawasan tersebut tidak bisa dilihat hanya sebagai persoalan kemarau. Kebutuhan masyarakat sekitar juga harus ikut diamankan dalam pengelolaan air.
Karena itu, Pemkab PPU melakukan koordinasi dengan OIKN dan BWS untuk membahas penyediaan air minum maupun air bersih bagi masyarakat Sepaku.
"Teman-teman sudah melakukan koordinasi dengan BWS untuk air minum dan air bersih di Sepaku untuk bisa dikerjasamakan dan diamankan untuk masyarakat sekitar," ujarnya.
Sebelumnya, BPBD PPU telah menyalurkan 48 ribu liter air bersih ke Kelurahan Sepaku dan Desa Karang Jinawi setelah warga mengajukan bantuan karena kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Distribusi tersebut menjadi penanganan sementara di tengah kondisi kemarau yang membuat sejumlah sumber air warga menurun.
Mudyat mengatakan penetapan status siaga darurat bencana hidrometeorologi juga menjadi langkah pemerintah untuk mengantisipasi dampak kekeringan agar tidak semakin berat.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Bupati PPU, Mudyat Noor. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)
Penajam - Kemarau mulai menekan ketersediaan air bersih di Penajam Paser Utara (PPU). Kesulitan paling terasa di Kecamatan Sepaku, tempat sejumlah warga mulai bergantung pada bantuan air bersih karena sumber air menipis.
Kondisi tersebut mendapat perhatian Bupati PPU, Mudyat Noor. Menurutnya, penyediaan air bersih untuk warga Sepaku perlu dibahas bersama pihak yang berkepentingan di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), termasuk Otorita IKN (OIKN) dan Balai Wilayah Sungai (BWS).
"Kita lagi kesulitan air. Di IKN sudah melaksanakan air minum, kita air bersih saja susah," kata Mudyat, Senin (17/8/2026).
Mudyat mengatakan keberadaan IKN di Sepaku membuat persoalan air di kawasan tersebut tidak bisa dilihat hanya sebagai persoalan kemarau. Kebutuhan masyarakat sekitar juga harus ikut diamankan dalam pengelolaan air.
Karena itu, Pemkab PPU melakukan koordinasi dengan OIKN dan BWS untuk membahas penyediaan air minum maupun air bersih bagi masyarakat Sepaku.
"Teman-teman sudah melakukan koordinasi dengan BWS untuk air minum dan air bersih di Sepaku untuk bisa dikerjasamakan dan diamankan untuk masyarakat sekitar," ujarnya.
Sebelumnya, BPBD PPU telah menyalurkan 48 ribu liter air bersih ke Kelurahan Sepaku dan Desa Karang Jinawi setelah warga mengajukan bantuan karena kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Distribusi tersebut menjadi penanganan sementara di tengah kondisi kemarau yang membuat sejumlah sumber air warga menurun.
Mudyat mengatakan penetapan status siaga darurat bencana hidrometeorologi juga menjadi langkah pemerintah untuk mengantisipasi dampak kekeringan agar tidak semakin berat.
(Sf/Lo)