Seputar Kaltim

    Seorang Sopir di Sangatta Ditemukan Tewas Membusuk di Rumah Kebun Km 08 Sangatta, Diduga Sudah 4 Hari

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    13 April 2026 pukul 12:57 WITA

    Proses evakuasi jenazah pria yang ditemukan meninggal dunia di rumah kebun Km 08 Sangatta. (Foto: Polres Kutim)

    Sangatta - Warga Dusun Bumi Indah, Desa Sangatta Selatan, Kecamatan Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), dikejutkan dengan penemuan seorang pria dalam kondisi meninggal dunia di sebuah rumah kebun di Jalan Poros Sangatta–Bontang Km 08, Sabtu (11/4/2026).

    Korban diketahui bernama Suparman (66), seorang sopir yang berdomisili di Jalan Cut Nyak Dien Gang Milenium, Desa Sangatta Utara. Saat ditemukan, korban dalam posisi terlentang dan telah mengeluarkan bau tidak sedap, diduga meninggal dunia beberapa hari sebelumnya.

    Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh seorang warga bernama Musrifa yang tengah mencari ayam peliharaannya di sekitar lokasi. Karena tidak mendapat respons saat memanggil korban, ia mendekat dan mendapati korban sudah tergeletak. Musrifa kemudian meminta bantuan warga lain, Antok, yang memastikan kondisi korban telah meninggal dunia.

    Kejadian tersebut selanjutnya dilaporkan kepada aparat setempat dan diteruskan ke pihak kepolisian. Mendapat laporan, petugas langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.

    Tim Inafis Sat Reskrim Polres Kutim juga turut melakukan pemeriksaan awal terhadap jasad korban. Dari hasil sementara, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Polisi memperkirakan korban telah meninggal dunia sekitar empat hari sebelum ditemukan.

    Jenazah kemudian dievakuasi ke RSUD Kudungga menggunakan ambulans PMI untuk penanganan lebih lanjut.

    Kapolres Kutim, AKBP Fauzan Arianto, menyampaikan pihaknya masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kematian korban.

    “Dari hasil pemeriksaan awal tidak ditemukan tanda kekerasan, namun kami masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab kematian,” ujar AKBP Fauzan Minggu (12/4/2026)

    Ia juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan kejadian serupa atau hal mencurigakan di lingkungan sekitar.

    Saat ini, kepolisian masih melakukan penyelidikan lanjutan untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Seorang Sopir di Sangatta Ditemukan Tewas Membusuk di Rumah Kebun Km 08 Sangatta, Diduga Sudah 4 Hari

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    13 April 2026 pukul 12:57 WITA

    Proses evakuasi jenazah pria yang ditemukan meninggal dunia di rumah kebun Km 08 Sangatta. (Foto: Polres Kutim)

    Sangatta - Warga Dusun Bumi Indah, Desa Sangatta Selatan, Kecamatan Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), dikejutkan dengan penemuan seorang pria dalam kondisi meninggal dunia di sebuah rumah kebun di Jalan Poros Sangatta–Bontang Km 08, Sabtu (11/4/2026).

    Korban diketahui bernama Suparman (66), seorang sopir yang berdomisili di Jalan Cut Nyak Dien Gang Milenium, Desa Sangatta Utara. Saat ditemukan, korban dalam posisi terlentang dan telah mengeluarkan bau tidak sedap, diduga meninggal dunia beberapa hari sebelumnya.

    Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh seorang warga bernama Musrifa yang tengah mencari ayam peliharaannya di sekitar lokasi. Karena tidak mendapat respons saat memanggil korban, ia mendekat dan mendapati korban sudah tergeletak. Musrifa kemudian meminta bantuan warga lain, Antok, yang memastikan kondisi korban telah meninggal dunia.

    Kejadian tersebut selanjutnya dilaporkan kepada aparat setempat dan diteruskan ke pihak kepolisian. Mendapat laporan, petugas langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.

    Tim Inafis Sat Reskrim Polres Kutim juga turut melakukan pemeriksaan awal terhadap jasad korban. Dari hasil sementara, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Polisi memperkirakan korban telah meninggal dunia sekitar empat hari sebelum ditemukan.

    Jenazah kemudian dievakuasi ke RSUD Kudungga menggunakan ambulans PMI untuk penanganan lebih lanjut.

    Kapolres Kutim, AKBP Fauzan Arianto, menyampaikan pihaknya masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kematian korban.

    “Dari hasil pemeriksaan awal tidak ditemukan tanda kekerasan, namun kami masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab kematian,” ujar AKBP Fauzan Minggu (12/4/2026)

    Ia juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan kejadian serupa atau hal mencurigakan di lingkungan sekitar.

    Saat ini, kepolisian masih melakukan penyelidikan lanjutan untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban.

    (Sf/Rs)