Cari disini...
Seputar Kaltim
Upaya pencarian dari Basarnas Kota Samarinda di Sungai Karang Mumus. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Warga Samarinda dikejutkan dengan kabar seorang wanita yang diduga melompat ke Sungai Karang Mumus pada Kamis (29/2/2024) sekira pukul 07.55 WITA. Elisabeth, seorang warga berusia 60 tahun dari Jalan Pulau Sulawesi, Perumahan Harapan Permai, dilaporkan meninggalkan rumahnya sejak pagi hari sekitar pukul 07.10 WITA.
Kabar mengenai Elisabeth yang hilang segera menyebar, memicu kepanikan di kalangan keluarganya. Mereka bergegas mencari keberadaannya dengan menyusuri jalan-jalan di Kota Samarinda. Nico, anak kandung Elisabeth, mengungkapkan bahwa saat ia melintas di bantaran Sungai Karang Mumus, ia menemukan sepeda motor matik dan sepasang sandal yang diduga milik ibunya tergeletak di pondasi sungai.
Dengan tindakan cepat, Nico langsung terjun ke sungai, berenang untuk mencari ibunya. "Saya langsung berenang mencoba mencari keberadaan ibu saya," kata Nico. Namun, upaya pencarian yang dilakukan secara mandiri oleh Nico tidak membuahkan hasil.
Menghadapi situasi yang tidak menentu, Nico segera menghubungi anggota keluarga lainnya dan melaporkan insiden tersebut ke Polsek Kawasan Pelabuhan. "Kami langsung laporkan kejadian ini ke kantor polisi terdekat," tambah Nico.
Informasi yang dihimpun dari keluarga menunjukkan bahwa belakangan ini Elisabeth sering menunjukkan tanda-tanda gelisah. "Beliau seperti depresi, sering mengeluhkan sakit," ungkap anggota keluarganya.
Hingga berita ini diturunkan, upaya pencarian masih terus dilakukan. Kepolisian, KSOP, Basarnas, relawan, dan keluarga korban telah bergabung dalam operasi pencarian di perairan Sungai Karang Mumus. Masyarakat diimbau untuk memberikan informasi apabila mengetahui keberadaan Elisabeth.
Sementara itu tim Basarnas Kota Samarinda, Hendri telah melakukan penyelaman. "Proses pencarian pagi hari ini kita melakukan penyelaman dengan radius sejauh 10 meter," ungkap Hendri.
Pihaknya melakukan sortir, dalam penyelaman itu dilakukan menjadi tiga tahap. Pertama mereka melakukan penyelaman selama 20 menit, kemudian istirahat dan kembali selama 15 menit.
Ia mengungkapkan hasil penyelaman tersebut tidak terjadi kendala apapun. Namun air sungai Karang Mumus sedang tinggi hingga 7 meter kedalaman.
"Untuk kondisi di dalam air cenderung turun ke tengah. Penyelaman tadi sampai tujuh meter kemudian ada tumpukan pasir dan bekas pancangan kayu. Untuk lumpurnya juga dalam setinggi lutut orang dewasa," jabarnya.
"Untuk jarak pandang kurang lebih 50 sentimeter," lanjutnya.
Keluarga Elisabeth berharap agar pencarian yang dilakukan dapat segera membuahkan hasil dan mengungkap keberadaan Elisabeth. Mereka juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam pencarian ini.
Pihak kepolisian menghimbau kepada siapapun yang memiliki informasi terkait keberadaan Elisabeth untuk segera melapor ke kantor polisi terdekat atau menghubungi nomor darurat yang telah disediakan.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Upaya pencarian dari Basarnas Kota Samarinda di Sungai Karang Mumus. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Warga Samarinda dikejutkan dengan kabar seorang wanita yang diduga melompat ke Sungai Karang Mumus pada Kamis (29/2/2024) sekira pukul 07.55 WITA. Elisabeth, seorang warga berusia 60 tahun dari Jalan Pulau Sulawesi, Perumahan Harapan Permai, dilaporkan meninggalkan rumahnya sejak pagi hari sekitar pukul 07.10 WITA.
Kabar mengenai Elisabeth yang hilang segera menyebar, memicu kepanikan di kalangan keluarganya. Mereka bergegas mencari keberadaannya dengan menyusuri jalan-jalan di Kota Samarinda. Nico, anak kandung Elisabeth, mengungkapkan bahwa saat ia melintas di bantaran Sungai Karang Mumus, ia menemukan sepeda motor matik dan sepasang sandal yang diduga milik ibunya tergeletak di pondasi sungai.
Dengan tindakan cepat, Nico langsung terjun ke sungai, berenang untuk mencari ibunya. "Saya langsung berenang mencoba mencari keberadaan ibu saya," kata Nico. Namun, upaya pencarian yang dilakukan secara mandiri oleh Nico tidak membuahkan hasil.
Menghadapi situasi yang tidak menentu, Nico segera menghubungi anggota keluarga lainnya dan melaporkan insiden tersebut ke Polsek Kawasan Pelabuhan. "Kami langsung laporkan kejadian ini ke kantor polisi terdekat," tambah Nico.
Informasi yang dihimpun dari keluarga menunjukkan bahwa belakangan ini Elisabeth sering menunjukkan tanda-tanda gelisah. "Beliau seperti depresi, sering mengeluhkan sakit," ungkap anggota keluarganya.
Hingga berita ini diturunkan, upaya pencarian masih terus dilakukan. Kepolisian, KSOP, Basarnas, relawan, dan keluarga korban telah bergabung dalam operasi pencarian di perairan Sungai Karang Mumus. Masyarakat diimbau untuk memberikan informasi apabila mengetahui keberadaan Elisabeth.
Sementara itu tim Basarnas Kota Samarinda, Hendri telah melakukan penyelaman. "Proses pencarian pagi hari ini kita melakukan penyelaman dengan radius sejauh 10 meter," ungkap Hendri.
Pihaknya melakukan sortir, dalam penyelaman itu dilakukan menjadi tiga tahap. Pertama mereka melakukan penyelaman selama 20 menit, kemudian istirahat dan kembali selama 15 menit.
Ia mengungkapkan hasil penyelaman tersebut tidak terjadi kendala apapun. Namun air sungai Karang Mumus sedang tinggi hingga 7 meter kedalaman.
"Untuk kondisi di dalam air cenderung turun ke tengah. Penyelaman tadi sampai tujuh meter kemudian ada tumpukan pasir dan bekas pancangan kayu. Untuk lumpurnya juga dalam setinggi lutut orang dewasa," jabarnya.
"Untuk jarak pandang kurang lebih 50 sentimeter," lanjutnya.
Keluarga Elisabeth berharap agar pencarian yang dilakukan dapat segera membuahkan hasil dan mengungkap keberadaan Elisabeth. Mereka juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam pencarian ini.
Pihak kepolisian menghimbau kepada siapapun yang memiliki informasi terkait keberadaan Elisabeth untuk segera melapor ke kantor polisi terdekat atau menghubungi nomor darurat yang telah disediakan.
(Sf/Rs)