Cari disini...
Seputar Kaltim
Proses evakuasi korban diduga diterkam buaya. (Foto: Humas Polres Paser)
Tana Paser - Seorang buruh berinisial R (33) ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di pinggiran sungai.
Korban diketahui merupakan seorang buruh panen yang berasal dari Desa Kerang Dayo, Kecamatan Batu Engau, Paser.
Kapolres Paser, AKBP Novy Adi Wibowo menyebut peristiwa itu pertama kali diketahui dari dua rekannya yang melakukan pencarian terhadap R karena belum kembali ke barak hingga malam hari.
"Jasad korban ditemukan dengan bekas luka gigitan di kaki kanan yang diduga akibat diterkam buaya," kata AKBP Novy Adi Wibowo, Senin (18/5/2026).
Kedua rekan korban yang melihat kondisi tersebut langsung melaporkan kejadian itu kepada pihak berwenang.
Kemudian korban dievakuasi ke barak, namun dinyatakan telah meninggal dunia akibat kehabisan darah.
"Dari keterangan aksi korban diduga diterkam buaya pada saat sedang membersihkan badan di sungai," imbuhnya.
Keluarga korban menerima hal tersebut sebagai sebuah musibah dan menolak untuk dilakukan visum. Jasad kemudian diberikan kepada pihak keluarga korban untuk dikebumikan.
Kejadian itu menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat agar lebih berhati-hati ketika sedang melakukan aktivitas di seputaran sungai.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Proses evakuasi korban diduga diterkam buaya. (Foto: Humas Polres Paser)
Tana Paser - Seorang buruh berinisial R (33) ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di pinggiran sungai.
Korban diketahui merupakan seorang buruh panen yang berasal dari Desa Kerang Dayo, Kecamatan Batu Engau, Paser.
Kapolres Paser, AKBP Novy Adi Wibowo menyebut peristiwa itu pertama kali diketahui dari dua rekannya yang melakukan pencarian terhadap R karena belum kembali ke barak hingga malam hari.
"Jasad korban ditemukan dengan bekas luka gigitan di kaki kanan yang diduga akibat diterkam buaya," kata AKBP Novy Adi Wibowo, Senin (18/5/2026).
Kedua rekan korban yang melihat kondisi tersebut langsung melaporkan kejadian itu kepada pihak berwenang.
Kemudian korban dievakuasi ke barak, namun dinyatakan telah meninggal dunia akibat kehabisan darah.
"Dari keterangan aksi korban diduga diterkam buaya pada saat sedang membersihkan badan di sungai," imbuhnya.
Keluarga korban menerima hal tersebut sebagai sebuah musibah dan menolak untuk dilakukan visum. Jasad kemudian diberikan kepada pihak keluarga korban untuk dikebumikan.
Kejadian itu menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat agar lebih berhati-hati ketika sedang melakukan aktivitas di seputaran sungai.
(Sf/Lo)