Seputar Kaltim

    Sensus Ekonomi 2026 di Paser Capai 20 Persen, Kecamatan Long Kali dan Tanjung Harapan Tertinggi

    Penulis:Padliannor|Redaktur:Lodya A
    07 Juli 2026 pukul 13:36 WITA

    Petugas Sensus Ekonomi 2026 ketika menerima pembekalan dari BPS Paser. (Foto: Padliannor/seputarfakta.com)

    Tana Paser - Hingga awal Juli Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Paser mencapai angka 20 persen. Sensus itu telah berjalan sejak Juni dan ditargetkan rampung pada Agustus 2026.

    Di Paser, sebanyak 264 petugas sensus diturunkan guna melakukan pendataan dalam program nasional yang ditujukan untuk menjadi dasar pemetaan potensi ekonomi dan penyususan kebijakan oleh pemerintah.

    Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Paser, Bayu Prasetyo menjelaskan, petugas sensus di lapangan ditugaskan untuk mendata seluruh pelaku usaha mulai dari UMKM hingga usaha besar di berbagai sektor.

    "Dari total keseluruhan sudah mencapai 20 persen hingga awal Juli ini," kata Bayu Prasetyo, Selasa (7/7/2026).

    Dari data BPS Paser hingga saat ini, Kecamatan Long Kali dan Tanjung Harapan mencatat persentase penyelesaian tertinggi yaitu 40 persen dan 39 persen.

    Bayu mengungkapkan, isu yang beredar di media sosial (medsos) merupakan penggiringan opini yang keliru.

    Sensus Ekonomi 2026 tidak berkaitan dengan pajak dan murni merupakan pendataan 10 tahun sekali untuk mengukur struktur ekonomi wilayah dan ekonomi keluarga, sehingga pemerintah dapat menyusun program yang terarah dan tepat sasaran.

    "Tidak ada kaitannya dengan pajak. Petugas kami hanya mendata struktur ekonomi agar pemerintah punya dasar menyusun kebijakan yang terarah," tegasnya.

    Ia mengakui, hal tersebut menjadi salah satu kendala yang dihadapi oleh petugas di lapangan. Beberapa masyarakat melakukan penolakan karena takut pendataan yang dilakukan akan berdampak terhadap pengeluaran pajak mereka.

    Menyikapi hal tersebut, pihaknya telah melakukan koordinasi bersama pemerintah di tingkat kecamatan hingga desa untuk bekerja sama dan memberitahukan kepada masyarakat terkait Sensus Ekonomi 2026 dan tujuan pelaksanaannya.

    "Kami melakukan koordinasi bersama pemerintah di tingkat kecamatan hingga desa agar masyarakat tidak termakan isu miring di media sosial," tutupnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Sensus Ekonomi 2026 di Paser Capai 20 Persen, Kecamatan Long Kali dan Tanjung Harapan Tertinggi

    Penulis:Padliannor|Redaktur:Lodya A
    07 Juli 2026 pukul 13:36 WITA

    Petugas Sensus Ekonomi 2026 ketika menerima pembekalan dari BPS Paser. (Foto: Padliannor/seputarfakta.com)

    Tana Paser - Hingga awal Juli Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Paser mencapai angka 20 persen. Sensus itu telah berjalan sejak Juni dan ditargetkan rampung pada Agustus 2026.

    Di Paser, sebanyak 264 petugas sensus diturunkan guna melakukan pendataan dalam program nasional yang ditujukan untuk menjadi dasar pemetaan potensi ekonomi dan penyususan kebijakan oleh pemerintah.

    Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Paser, Bayu Prasetyo menjelaskan, petugas sensus di lapangan ditugaskan untuk mendata seluruh pelaku usaha mulai dari UMKM hingga usaha besar di berbagai sektor.

    "Dari total keseluruhan sudah mencapai 20 persen hingga awal Juli ini," kata Bayu Prasetyo, Selasa (7/7/2026).

    Dari data BPS Paser hingga saat ini, Kecamatan Long Kali dan Tanjung Harapan mencatat persentase penyelesaian tertinggi yaitu 40 persen dan 39 persen.

    Bayu mengungkapkan, isu yang beredar di media sosial (medsos) merupakan penggiringan opini yang keliru.

    Sensus Ekonomi 2026 tidak berkaitan dengan pajak dan murni merupakan pendataan 10 tahun sekali untuk mengukur struktur ekonomi wilayah dan ekonomi keluarga, sehingga pemerintah dapat menyusun program yang terarah dan tepat sasaran.

    "Tidak ada kaitannya dengan pajak. Petugas kami hanya mendata struktur ekonomi agar pemerintah punya dasar menyusun kebijakan yang terarah," tegasnya.

    Ia mengakui, hal tersebut menjadi salah satu kendala yang dihadapi oleh petugas di lapangan. Beberapa masyarakat melakukan penolakan karena takut pendataan yang dilakukan akan berdampak terhadap pengeluaran pajak mereka.

    Menyikapi hal tersebut, pihaknya telah melakukan koordinasi bersama pemerintah di tingkat kecamatan hingga desa untuk bekerja sama dan memberitahukan kepada masyarakat terkait Sensus Ekonomi 2026 dan tujuan pelaksanaannya.

    "Kami melakukan koordinasi bersama pemerintah di tingkat kecamatan hingga desa agar masyarakat tidak termakan isu miring di media sosial," tutupnya.

    (Sf/Lo)