Seputar Kaltim

    Sensus Ekonomi 2026, BPS PPU Sudah Data 35 Ribu Responden

    Penulis:Cindy|Redaktur:Rusdianto
    10 Juli 2026 pukul 19:50 WITA

    Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten PPU, Suko Haryono. (Foto: Cindy/Seputarfakta.com)

    Penajam - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) telah menyelesaikan 39,44 persen pendataan Sensus Ekonomi 2026. Hingga Jumat (10/7/2026), sebanyak 35.193 responden telah didata dari total target sementara 89.224 responden.

    Kepala BPS PPU, Suko Haryono, mengatakan target tersebut terdiri atas 60.166 keluarga dan 29.058 usaha. Jumlah itu masih berupa estimasi awal yang dihimpun dari berbagai sumber, termasuk hasil Sensus Ekonomi 2016, kemudian dipadukan dengan data kementerian, lembaga, dan perangkat daerah.

    "Target itu tentu belum termasuk usaha-usaha baru, usaha pertanian ataupun usaha lainnya, khususnya usaha rumah tangga yang belum terdaftar dalam prelist," katanya.

    Karena itu, melalui pendataan lapangan BPS ingin mengetahui jumlah usaha yang sebenarnya di PPU, termasuk sebaran sektor usahanya.

    Pendataan lapangan berlangsung sejak 15 Juni dan ditargetkan selesai pada 31 Agustus 2026. Sebanyak 191 petugas diterjunkan untuk mendata langsung responden di seluruh wilayah PPU.

    "Alhamdulillah pelaksanaannya berjalan sesuai rencana. Kecepatan pendataan rata-rata 1,3 sampai 2 persen per hari," kata Suko.

    Melalui sensus tersebut, BPS akan mendata seluruh sektor usaha, mulai pertanian, pertambangan, penggalian, perdagangan, konstruksi, industri, listrik, air, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

    Data itu diharapkan memberi gambaran utuh kondisi perekonomian PPU setelah satu dekade sejak Sensus Ekonomi terakhir pada 2016.

    "Selama 10 tahun tentu banyak dinamika. Apalagi PPU sebagai gerbang IKN, sehingga sensus ini penting untuk melihat kondisi ekonomi terkini," ujarnya.

    Berdasarkan hasil Sensus Ekonomi 2016, sektor perdagangan menjadi usaha yang paling banyak dijalankan masyarakat. Sementara sektor pertanian juga masih mendominasi, terutama usaha skala rumah tangga yang dikelola secara perorangan.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Sensus Ekonomi 2026, BPS PPU Sudah Data 35 Ribu Responden

    Penulis:Cindy|Redaktur:Rusdianto
    10 Juli 2026 pukul 19:50 WITA

    Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten PPU, Suko Haryono. (Foto: Cindy/Seputarfakta.com)

    Penajam - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) telah menyelesaikan 39,44 persen pendataan Sensus Ekonomi 2026. Hingga Jumat (10/7/2026), sebanyak 35.193 responden telah didata dari total target sementara 89.224 responden.

    Kepala BPS PPU, Suko Haryono, mengatakan target tersebut terdiri atas 60.166 keluarga dan 29.058 usaha. Jumlah itu masih berupa estimasi awal yang dihimpun dari berbagai sumber, termasuk hasil Sensus Ekonomi 2016, kemudian dipadukan dengan data kementerian, lembaga, dan perangkat daerah.

    "Target itu tentu belum termasuk usaha-usaha baru, usaha pertanian ataupun usaha lainnya, khususnya usaha rumah tangga yang belum terdaftar dalam prelist," katanya.

    Karena itu, melalui pendataan lapangan BPS ingin mengetahui jumlah usaha yang sebenarnya di PPU, termasuk sebaran sektor usahanya.

    Pendataan lapangan berlangsung sejak 15 Juni dan ditargetkan selesai pada 31 Agustus 2026. Sebanyak 191 petugas diterjunkan untuk mendata langsung responden di seluruh wilayah PPU.

    "Alhamdulillah pelaksanaannya berjalan sesuai rencana. Kecepatan pendataan rata-rata 1,3 sampai 2 persen per hari," kata Suko.

    Melalui sensus tersebut, BPS akan mendata seluruh sektor usaha, mulai pertanian, pertambangan, penggalian, perdagangan, konstruksi, industri, listrik, air, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

    Data itu diharapkan memberi gambaran utuh kondisi perekonomian PPU setelah satu dekade sejak Sensus Ekonomi terakhir pada 2016.

    "Selama 10 tahun tentu banyak dinamika. Apalagi PPU sebagai gerbang IKN, sehingga sensus ini penting untuk melihat kondisi ekonomi terkini," ujarnya.

    Berdasarkan hasil Sensus Ekonomi 2016, sektor perdagangan menjadi usaha yang paling banyak dijalankan masyarakat. Sementara sektor pertanian juga masih mendominasi, terutama usaha skala rumah tangga yang dikelola secara perorangan.

    (Sf/Rs)