Seputar Kaltim

    Sensus Ekonomi 2026 Berjalan, PPU Cari Peta Baru Potensi Usaha Daerah

    Penulis:Cindy|Redaktur:Rusdianto
    26 Juni 2026 pukul 16:00 WITA

    Kepala BPS Provinsi Kalimantan Timur, Mas'ud Rifai. (Foto: Cindy/Seputarfakta.com)

    Penajam - Badan Pusat Statistik (BPS) kembali melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Pendataan yang berlangsung sejak Mei hingga Agustus itu dilakukan secara menyeluruh untuk memotret kondisi riil usaha dan potensi ekonomi daerah.

    Kepala BPS Provinsi Kalimantan Timur, Mas'ud Rifai mengatakan sensus ekonomi berbeda dengan survei karena dilakukan terhadap seluruh unit usaha atau perusahaan, kecuali sektor pertanian.

    Melalui pendataan tersebut, pemerintah diharapkan memperoleh gambaran utuh mengenai sektor unggulan, pola pertumbuhan hingga titik lemah ekonomi daerah sebagai dasar penyusunan kebijakan.

    "Kalau survei sifatnya sampel, sensus dilakukan menyeluruh atau door to door. Semua skala usaha didata," kata Mas'ud, diwawancarai saat kegiatan di Kabupaten PPU, Rabu (24/6/2026). 

    Ia menjelaskan hasil sensus tidak hanya mencatat jumlah pelaku usaha, tetapi juga menghitung penyerapan tenaga kerja di masing-masing sektor sehingga dapat terlihat usaha yang paling berkontribusi terhadap perekonomian daerah.

    Sebanyak 191 petugas diterjunkan untuk melakukan pendataan di wilayah PPU.

    Mas'ud menyebut hasil Sensus Ekonomi 2016 menunjukkan sektor perdagangan menjadi salah satu kekuatan ekonomi PPU. Saat itu tercatat sekitar 19 ribu unit usaha berhasil didata atau tumbuh sekitar 75 persen dibandingkan hasil pendataan tahun 2006.

    Namun, menurut dia, kondisi ekonomi daerah saat ini masih menunggu hasil pendataan terbaru yang sedang berjalan.

    BPS mengimbau masyarakat dan pelaku usaha menerima petugas sensus serta memberikan data yang benar karena seluruh informasi yang dikumpulkan dijamin kerahasiaannya sesuai ketentuan.

    Saat ini proses pendataan masih berlangsung. Hasil lengkap Sensus Ekonomi 2026 direncanakan dipublikasikan pada akhir tahun.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Sensus Ekonomi 2026 Berjalan, PPU Cari Peta Baru Potensi Usaha Daerah

    Penulis:Cindy|Redaktur:Rusdianto
    26 Juni 2026 pukul 16:00 WITA

    Kepala BPS Provinsi Kalimantan Timur, Mas'ud Rifai. (Foto: Cindy/Seputarfakta.com)

    Penajam - Badan Pusat Statistik (BPS) kembali melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Pendataan yang berlangsung sejak Mei hingga Agustus itu dilakukan secara menyeluruh untuk memotret kondisi riil usaha dan potensi ekonomi daerah.

    Kepala BPS Provinsi Kalimantan Timur, Mas'ud Rifai mengatakan sensus ekonomi berbeda dengan survei karena dilakukan terhadap seluruh unit usaha atau perusahaan, kecuali sektor pertanian.

    Melalui pendataan tersebut, pemerintah diharapkan memperoleh gambaran utuh mengenai sektor unggulan, pola pertumbuhan hingga titik lemah ekonomi daerah sebagai dasar penyusunan kebijakan.

    "Kalau survei sifatnya sampel, sensus dilakukan menyeluruh atau door to door. Semua skala usaha didata," kata Mas'ud, diwawancarai saat kegiatan di Kabupaten PPU, Rabu (24/6/2026). 

    Ia menjelaskan hasil sensus tidak hanya mencatat jumlah pelaku usaha, tetapi juga menghitung penyerapan tenaga kerja di masing-masing sektor sehingga dapat terlihat usaha yang paling berkontribusi terhadap perekonomian daerah.

    Sebanyak 191 petugas diterjunkan untuk melakukan pendataan di wilayah PPU.

    Mas'ud menyebut hasil Sensus Ekonomi 2016 menunjukkan sektor perdagangan menjadi salah satu kekuatan ekonomi PPU. Saat itu tercatat sekitar 19 ribu unit usaha berhasil didata atau tumbuh sekitar 75 persen dibandingkan hasil pendataan tahun 2006.

    Namun, menurut dia, kondisi ekonomi daerah saat ini masih menunggu hasil pendataan terbaru yang sedang berjalan.

    BPS mengimbau masyarakat dan pelaku usaha menerima petugas sensus serta memberikan data yang benar karena seluruh informasi yang dikumpulkan dijamin kerahasiaannya sesuai ketentuan.

    Saat ini proses pendataan masih berlangsung. Hasil lengkap Sensus Ekonomi 2026 direncanakan dipublikasikan pada akhir tahun.

    (Sf/Rs)