Seputar Kaltim

    Seno Aji Tanggapi Pernyataan Wamen Lingkungan Hidup Soal Absen Raker Karhutla

    Penulis:Arman Maulana|Redaktur:Lodya A
    16 September 2026 pukul 15:40 WITA

    Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji. (Foto: Arman/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Seno Aji menanggapi pernyataan Wakil Menteri Lingkungan Hidup soal ketidakhadirannya pada Rapat Kerjq (Raker) Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kantor Gubernur, Senin (14/9/2026).

    Hal itu disampaikan Seno usai kegiatan di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kaltim, Rabu (16/9/2026).

    Seno menjelaskan, saat raker berlangsung dirinya baru kembali usai menempuh 22 jam perjalanan dari Long Apari, Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), untuk menyalurkan bantuan.

    "Ya kebetulan saya baru pulang dari Mahulu, 22 jam ke Long Apari dan kita menyerahkan bantuan di sana. Tidak ada jalan, kita harus membawa pompa naik kapal ketinting,” ujarnya.

    “Jadi saya rasa itu lebih penting bagi kami menyelamatkan anak-anak bangsa di ujung perbatasan Malaysia," timpalnya.

    Ia pun meminta maaf karena tak bisa mendampingi Wamen Lingkungan Hidup.

    "Kami mohon maaf tidak bisa mendampingi Pak Wamen. Kita akan ke Jakarta nanti kalau beliau berkenan atau beliau kembali ke Kaltim lagi untuk memberi bantuan yang lebih banyak," tutupnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Seno Aji Tanggapi Pernyataan Wamen Lingkungan Hidup Soal Absen Raker Karhutla

    Penulis:Arman Maulana|Redaktur:Lodya A
    16 September 2026 pukul 15:40 WITA

    Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji. (Foto: Arman/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Seno Aji menanggapi pernyataan Wakil Menteri Lingkungan Hidup soal ketidakhadirannya pada Rapat Kerjq (Raker) Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kantor Gubernur, Senin (14/9/2026).

    Hal itu disampaikan Seno usai kegiatan di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kaltim, Rabu (16/9/2026).

    Seno menjelaskan, saat raker berlangsung dirinya baru kembali usai menempuh 22 jam perjalanan dari Long Apari, Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), untuk menyalurkan bantuan.

    "Ya kebetulan saya baru pulang dari Mahulu, 22 jam ke Long Apari dan kita menyerahkan bantuan di sana. Tidak ada jalan, kita harus membawa pompa naik kapal ketinting,” ujarnya.

    “Jadi saya rasa itu lebih penting bagi kami menyelamatkan anak-anak bangsa di ujung perbatasan Malaysia," timpalnya.

    Ia pun meminta maaf karena tak bisa mendampingi Wamen Lingkungan Hidup.

    "Kami mohon maaf tidak bisa mendampingi Pak Wamen. Kita akan ke Jakarta nanti kalau beliau berkenan atau beliau kembali ke Kaltim lagi untuk memberi bantuan yang lebih banyak," tutupnya.

    (Sf/Lo)