Seputar Kaltim

    Semua Proyek Drainase di Samarinda Ditargetkan Selesai Akhir Tahun, Masyarakat Terdampak Diminta Sabar 

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    15 Desember 2024 pukul 13:01 WITA

    Padatnya lalu lintas akibat penyempitan jalan karena adanya proyek drainase di kawasan Jalan Niaga Utara, Kelurahan Pelabuhan, Samarinda, Sabtu (14/12/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Belakangan ini, Samarinda kerap kali mengalami kemacetan di beberapa ruas jalan, seperti Jalan Bhayangkara, KH Agus Salim, Juanda dan Ks Tubun. Hal itu terjadi, selain disebabkan oleh banyaknya kendaraan yang melintas, juga dikarenakan sejumlah proyek infrastruktur yang tengah berlangsung, seperti pembangunan drainase, perbaikan jalan, dan revitalisasi trotoar, sehingga makin mempersempit badan jalan. 

    Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda, Ilhamsyah, menyebutkan bahwa pengerjaan drainase yang menjadi salah satu penyebab utama kemacetan itu ditargetkan selesai pada Desember 2024.  

    “Pengerjaan drainase Insyaallah selesai Desember ini karena kontraknya sampai bulan itu,” ujar Ilham belum lama ini. 

    Ia menjelaskan bahwa pengerjaan proyek tersebut sempat terkendala oleh beberapa faktor, seperti adanya kabel telekomunikasi dan pipa yang tidak terdeteksi di bawah tanah. Sehingga harus dilakukan perbaikan pipa juga kabel bersamaan dengan pengerjaan drainase.  

    Namun, Ilham memastikan pihaknya telah berupaya meminimalkan dampak terhadap lalu lintas dengan segera menutup area pengerjaan setelah selesai.  

    “Kami langsung cepat pasang aspal supaya tidak ada penyempitan jalan. Jadi, setelah digali dan dicor, langsung diaspal,” tambahnya.  

    Sementara itu, belum lama ini Wali Kota Samarinda, Andi Harun, juga meminta masyarakat untuk tetap bersabar menghadapi situasi ini. Menurutnya, masyarakat dapat memahami bahwa kemacetan saat ini adalah konsekuensi dari pembangunan infrastruktur yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup warga.  

    “Kemacetan di Samarinda, terutama di pusat kota, karena banyaknya pembangunan drainase dan infrastruktur. Tapi masyarakat pada umumnya memahami bahwa sekarang ada pekerjaan infrastruktur trotoar, jalan, dan drainase,” ujar Andi Harun. 

    Ia optimistis proyek-proyek tersebut akan selesai pada Desember atau Januari mendatang, sehingga arus lalu lintas kembali normal. Menurut orang nomor satu di Samarinda ini, proyek tersebut tidak hanya memperbaiki kualitas jalan tetapi juga dapat menjadi solusi bagi masalah banjir yang kerap melanda Samarinda.  

    “Mudah-mudahan Desember atau Januari semuanya kelar dan kembali normal,” pungkasnya.  

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Semua Proyek Drainase di Samarinda Ditargetkan Selesai Akhir Tahun, Masyarakat Terdampak Diminta Sabar 

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    15 Desember 2024 pukul 13:01 WITA

    Padatnya lalu lintas akibat penyempitan jalan karena adanya proyek drainase di kawasan Jalan Niaga Utara, Kelurahan Pelabuhan, Samarinda, Sabtu (14/12/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Belakangan ini, Samarinda kerap kali mengalami kemacetan di beberapa ruas jalan, seperti Jalan Bhayangkara, KH Agus Salim, Juanda dan Ks Tubun. Hal itu terjadi, selain disebabkan oleh banyaknya kendaraan yang melintas, juga dikarenakan sejumlah proyek infrastruktur yang tengah berlangsung, seperti pembangunan drainase, perbaikan jalan, dan revitalisasi trotoar, sehingga makin mempersempit badan jalan. 

    Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda, Ilhamsyah, menyebutkan bahwa pengerjaan drainase yang menjadi salah satu penyebab utama kemacetan itu ditargetkan selesai pada Desember 2024.  

    “Pengerjaan drainase Insyaallah selesai Desember ini karena kontraknya sampai bulan itu,” ujar Ilham belum lama ini. 

    Ia menjelaskan bahwa pengerjaan proyek tersebut sempat terkendala oleh beberapa faktor, seperti adanya kabel telekomunikasi dan pipa yang tidak terdeteksi di bawah tanah. Sehingga harus dilakukan perbaikan pipa juga kabel bersamaan dengan pengerjaan drainase.  

    Namun, Ilham memastikan pihaknya telah berupaya meminimalkan dampak terhadap lalu lintas dengan segera menutup area pengerjaan setelah selesai.  

    “Kami langsung cepat pasang aspal supaya tidak ada penyempitan jalan. Jadi, setelah digali dan dicor, langsung diaspal,” tambahnya.  

    Sementara itu, belum lama ini Wali Kota Samarinda, Andi Harun, juga meminta masyarakat untuk tetap bersabar menghadapi situasi ini. Menurutnya, masyarakat dapat memahami bahwa kemacetan saat ini adalah konsekuensi dari pembangunan infrastruktur yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup warga.  

    “Kemacetan di Samarinda, terutama di pusat kota, karena banyaknya pembangunan drainase dan infrastruktur. Tapi masyarakat pada umumnya memahami bahwa sekarang ada pekerjaan infrastruktur trotoar, jalan, dan drainase,” ujar Andi Harun. 

    Ia optimistis proyek-proyek tersebut akan selesai pada Desember atau Januari mendatang, sehingga arus lalu lintas kembali normal. Menurut orang nomor satu di Samarinda ini, proyek tersebut tidak hanya memperbaiki kualitas jalan tetapi juga dapat menjadi solusi bagi masalah banjir yang kerap melanda Samarinda.  

    “Mudah-mudahan Desember atau Januari semuanya kelar dan kembali normal,” pungkasnya.  

    (Sf/Rs)