Sempat Vakum, Pasar Barambang Bangkit Kembali, Rangkul Budaya dan Kuliner Berau

    Seputarfakta.com - Baiq Eliana -

    Seputar Kaltim

    19 Januari 2026 01:17 WIB

    Suasana di Pasar Barambang Kecamatan Gunung Tabur, Kabupaten Berau. (Foto:Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Pasar Barambang kembali diadakan setelah sempat vakum selama tujuh tahun di tepian Kecamatan Gunung Tabur, Kabupaten Berau. Kehadiran kembali pasar ini menjadi ruang pertemuan budaya dan kuliner khas Berau yang disambut antusias oleh ribuan masyarakat.

    Opening Pasar Barambang ini dilaksanakan selama sepekan, mulai 17-24 Januari 2026. Kedepan, pasar ini direncanakan akan rutin dilaksanakan setiap Sabtu dan Minggu malam. Berbagai kuliner tradisional, produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta pertunjukan seni budaya pun turut meramaikan suasana pasar.

    Ketua Pengurus Pasar Barambang, Anang Saprani, mengatakan bahwa Pasar Barambang dirancang sebagai pasar budaya yang menonjolkan kearifan lokal Berau, namun tetap membuka ruang kolaborasi dengan kuliner nasional.

    "Pasar Barambang ini merupakan pasar budaya dan pasar kuliner khas Kabupaten Berau, tetapi kami juga berkolaborasi dengan kuliner-kuliner nasional," ujar Anang.

    Ia juga menjelaskan filosofi nama Barambang yang memiliki makna kebersamaan dan persatuan masyarakat.

    "Barambang artinya saring merangkul. Saling merangkul antar sesama menjadikan masyarakat yang solid dan kokoh, sehingga tidak ada satu pun yang terjatuh," jelasnya.

    Dirinya menyampaikan bahwa alasan dihidupkannya kembali Pasar Barambang merupakan permintaan langsung dari masyarakat. Dimana, dalam pasar barambang ini juga kehadiran UMKM yang dalam jumlah besar turut mendorong tingginya minat pengunjung.

    "UMKM kita sudah banyak dan mereka membutuhkan tempat promosi serta penjualan. Selain itu, Pasar Barambang juga membantu pemerintah daerah dalam menggeliatkan pariwisata dan ekonomi lokal," katanya.

    Pengunjung yang hadir pun tidak hanya bisa menikmati kuliner tetapi bisa menikmati nuansa budaya asli Bumi Batiwakkal. Dimana, pengunjung bisa juga berfoto di depan Museum Gunung Tabur yang telah dipercantik ikon-ikon atau infrastruktur penunjang namun tetap tidak meninggalkan simbol atau ciri khas budaya Berau.

    "Untuk pelaksanaan awal, Pasar Barambang digelar penuh selama sepekan. Kedepan, pasar ini direncanakan akan rutin dilaksanakan setiap Sabtu malam dan Minggu malam," tuturnya.

    Sementara itu, Panitia Penyelenggara Pasar Barambang, Mardiatul Idalisah, mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat sejak hari pertama pembukaan.

    "Antusias masyarakat luar biasa. Dari sore tadi banyak pengunjung yang datang, bahkan beberapa dagangan cepat habis. Malam ini pengunjung terlihat semakin ramai," ungkapnya.

    Mardiatul Idalisah pun berharap Pasar Barambang dapat terus dilaksanakan secara konsisten dan menjadi penggerak ekonomi masyarakat, khususnya bagi pelaku UMKM dan jasa transportasi penyeberangan perahu dari Tanjung Redeb ke Gunung Tabur.

    "Yang membuat Pasar Barambang berbeda adalah unsur budayanya. Ada panggung seni dan kuliner khas Banua seperti telinga sagai dan ancur padas dan lain-lainnya yang biasanya hanya ada saat Ramadan, kini bisa ditemukan di Pasar Barambang," tutupnya.

    (Sf/Rs)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Sempat Vakum, Pasar Barambang Bangkit Kembali, Rangkul Budaya dan Kuliner Berau

    Seputarfakta.com - Baiq Eliana -

    Seputar Kaltim

    19 Januari 2026 01:17 WIB

    Suasana di Pasar Barambang Kecamatan Gunung Tabur, Kabupaten Berau. (Foto:Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Pasar Barambang kembali diadakan setelah sempat vakum selama tujuh tahun di tepian Kecamatan Gunung Tabur, Kabupaten Berau. Kehadiran kembali pasar ini menjadi ruang pertemuan budaya dan kuliner khas Berau yang disambut antusias oleh ribuan masyarakat.

    Opening Pasar Barambang ini dilaksanakan selama sepekan, mulai 17-24 Januari 2026. Kedepan, pasar ini direncanakan akan rutin dilaksanakan setiap Sabtu dan Minggu malam. Berbagai kuliner tradisional, produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta pertunjukan seni budaya pun turut meramaikan suasana pasar.

    Ketua Pengurus Pasar Barambang, Anang Saprani, mengatakan bahwa Pasar Barambang dirancang sebagai pasar budaya yang menonjolkan kearifan lokal Berau, namun tetap membuka ruang kolaborasi dengan kuliner nasional.

    "Pasar Barambang ini merupakan pasar budaya dan pasar kuliner khas Kabupaten Berau, tetapi kami juga berkolaborasi dengan kuliner-kuliner nasional," ujar Anang.

    Ia juga menjelaskan filosofi nama Barambang yang memiliki makna kebersamaan dan persatuan masyarakat.

    "Barambang artinya saring merangkul. Saling merangkul antar sesama menjadikan masyarakat yang solid dan kokoh, sehingga tidak ada satu pun yang terjatuh," jelasnya.

    Dirinya menyampaikan bahwa alasan dihidupkannya kembali Pasar Barambang merupakan permintaan langsung dari masyarakat. Dimana, dalam pasar barambang ini juga kehadiran UMKM yang dalam jumlah besar turut mendorong tingginya minat pengunjung.

    "UMKM kita sudah banyak dan mereka membutuhkan tempat promosi serta penjualan. Selain itu, Pasar Barambang juga membantu pemerintah daerah dalam menggeliatkan pariwisata dan ekonomi lokal," katanya.

    Pengunjung yang hadir pun tidak hanya bisa menikmati kuliner tetapi bisa menikmati nuansa budaya asli Bumi Batiwakkal. Dimana, pengunjung bisa juga berfoto di depan Museum Gunung Tabur yang telah dipercantik ikon-ikon atau infrastruktur penunjang namun tetap tidak meninggalkan simbol atau ciri khas budaya Berau.

    "Untuk pelaksanaan awal, Pasar Barambang digelar penuh selama sepekan. Kedepan, pasar ini direncanakan akan rutin dilaksanakan setiap Sabtu malam dan Minggu malam," tuturnya.

    Sementara itu, Panitia Penyelenggara Pasar Barambang, Mardiatul Idalisah, mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat sejak hari pertama pembukaan.

    "Antusias masyarakat luar biasa. Dari sore tadi banyak pengunjung yang datang, bahkan beberapa dagangan cepat habis. Malam ini pengunjung terlihat semakin ramai," ungkapnya.

    Mardiatul Idalisah pun berharap Pasar Barambang dapat terus dilaksanakan secara konsisten dan menjadi penggerak ekonomi masyarakat, khususnya bagi pelaku UMKM dan jasa transportasi penyeberangan perahu dari Tanjung Redeb ke Gunung Tabur.

    "Yang membuat Pasar Barambang berbeda adalah unsur budayanya. Ada panggung seni dan kuliner khas Banua seperti telinga sagai dan ancur padas dan lain-lainnya yang biasanya hanya ada saat Ramadan, kini bisa ditemukan di Pasar Barambang," tutupnya.

    (Sf/Rs)