Seputar Kaltim

    Sempat Tak Lolos di Kukar, Alvionita Budiaris Raih Juara 1 Seleksi Pemuda Berprestasi Kaltim

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Rusdianto
    25 Februari 2024 pukul 19:19 WITA

    Alvionita Budiaris saat meraih Juara 1 di Seleksi Pemuda Berprestasi Kaltim. (Foto: Alvionita Budiaris)

    Tenggarong - Gadis asal Kabupaten Kutai Kartanegara, (Kukar) Alvionita Budiaris  berhasil meraih predikat Juara Pertama pada ajang Seleksi Pemuda Berprestasi tingkat provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) yang digelar Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, belum lama ini.

    Kepada Seputar Fakta, perempuan berusia 24 tahun itu mengaku pernah mengikuti seleksi serupa untuk tingkat Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). 
    "Tapi tidak lolos (di Kukar).  Kemudian, pada saat dibuka pendaftaran (seleksi) di (tingkat) provinsi, saya langsung daftar sendiri," ungkap Alvionita, Minggu (25/2/2024).

    Dengan tantangan yang tergolong berat, Alvi meyakinkan diri berkompetisi melawan perwakilan anak-anak muda berbakat dari seluruh Kabupaten/kota se-Kaltim yang tentunya memiliki potensi untuk mendapatkan juara.
     
    "Sempat pesimis. Akhirnya saya meyakinkan diri untuk ikut di tingkat Provinsi," kenang Alvi.

    Ia mengaku, selama mengikuti tes dan sampai berhasil meraih juara, dirinya sangat gugup karena berhadapan dengan juri yang memang sudah berpengalaman di bidangnya.

    Alvi menjelaskan bahwa saat itu dirinya memilih kategori Kesadaran Bela Negara dengan mengangkat tema Menjaga Budaya dan Memajukan Pariwisata. Menurutnya karena banyak hal yang harus dibela di negara ini khususnya daerah Kukar.
     
    "Menjaga budaya dan memajukan pariwisata sudah seharusnya menjadi tanggung jawab khususnya pemuda dan pemudi di Kukar, bagaimana mereka bisa memajukan pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Ekraf) di Kaltim khususnya Kukar," jelas Alvi.

    Ia bersama rekannya yang tergabung dalam Asosiasi Duta Wisata Indonesia (Adwindo) Kaltim terus berupaya untuk menjaga kebudayaan dan memajukan pariwisata. Pihaknya terus mempromosikan potensi sektor pariwisata maupun kebudayaannya, agar terus eksis dan dikenal lebih luas.
     
    "Tanggapan Pemprov Kaltim sangat bangga terhadap tema yang saya bawakan, karena sudah seharusnya kita sebagai pemuda memajukan pariwisata dan menjaga kebudayaan," sebutnya.
     
    Alvi yang memiliki jiwa menjaga seni budaya hingga memajukan pariwisata di Kukar menilai, Kukar memiliki potensi yang sangat luar biasa. Diperkirakan 90 persen merupakan potensi wisata alam dan 10 persen wisata buatan, serta keeksistensian budaya masih tetap terjaga dengan baik.
     
    "Semua orang bisa menjadi duta wisata, kalian bisa mempromosikan potensi wisata atau budaya yang ada di daerahnya masing masing," ucapnya.
     
    Hal itu harus dilakukan karena mengingat Kaltim merupakan bagian dari Ibu Kota Negara (IKN). Sehingga sektor pariwisata dan budaya merupakan peluang sebagai tanda ciri khas Kukar.

    Sejatinya bela negara adalah tantangan peran, dan peran yang baik adalah sesuai dengan passion serta skill yang dimiliki. Perwujudan bela negara di bidang sosial budaya dapat dilakukan dengan menjalani kehidupan bermasyarakat, ber-Bhineka Tunggal Ika.

    "Tidak ada senjata yang lebih tajam dan lebih sempurna lagi selain persatuan," tutupnya melalui kutipan KH. Abdul Wahab Hasbullah.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Sempat Tak Lolos di Kukar, Alvionita Budiaris Raih Juara 1 Seleksi Pemuda Berprestasi Kaltim

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Rusdianto
    25 Februari 2024 pukul 19:19 WITA

    Alvionita Budiaris saat meraih Juara 1 di Seleksi Pemuda Berprestasi Kaltim. (Foto: Alvionita Budiaris)

    Tenggarong - Gadis asal Kabupaten Kutai Kartanegara, (Kukar) Alvionita Budiaris  berhasil meraih predikat Juara Pertama pada ajang Seleksi Pemuda Berprestasi tingkat provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) yang digelar Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, belum lama ini.

    Kepada Seputar Fakta, perempuan berusia 24 tahun itu mengaku pernah mengikuti seleksi serupa untuk tingkat Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). 
    "Tapi tidak lolos (di Kukar).  Kemudian, pada saat dibuka pendaftaran (seleksi) di (tingkat) provinsi, saya langsung daftar sendiri," ungkap Alvionita, Minggu (25/2/2024).

    Dengan tantangan yang tergolong berat, Alvi meyakinkan diri berkompetisi melawan perwakilan anak-anak muda berbakat dari seluruh Kabupaten/kota se-Kaltim yang tentunya memiliki potensi untuk mendapatkan juara.
     
    "Sempat pesimis. Akhirnya saya meyakinkan diri untuk ikut di tingkat Provinsi," kenang Alvi.

    Ia mengaku, selama mengikuti tes dan sampai berhasil meraih juara, dirinya sangat gugup karena berhadapan dengan juri yang memang sudah berpengalaman di bidangnya.

    Alvi menjelaskan bahwa saat itu dirinya memilih kategori Kesadaran Bela Negara dengan mengangkat tema Menjaga Budaya dan Memajukan Pariwisata. Menurutnya karena banyak hal yang harus dibela di negara ini khususnya daerah Kukar.
     
    "Menjaga budaya dan memajukan pariwisata sudah seharusnya menjadi tanggung jawab khususnya pemuda dan pemudi di Kukar, bagaimana mereka bisa memajukan pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Ekraf) di Kaltim khususnya Kukar," jelas Alvi.

    Ia bersama rekannya yang tergabung dalam Asosiasi Duta Wisata Indonesia (Adwindo) Kaltim terus berupaya untuk menjaga kebudayaan dan memajukan pariwisata. Pihaknya terus mempromosikan potensi sektor pariwisata maupun kebudayaannya, agar terus eksis dan dikenal lebih luas.
     
    "Tanggapan Pemprov Kaltim sangat bangga terhadap tema yang saya bawakan, karena sudah seharusnya kita sebagai pemuda memajukan pariwisata dan menjaga kebudayaan," sebutnya.
     
    Alvi yang memiliki jiwa menjaga seni budaya hingga memajukan pariwisata di Kukar menilai, Kukar memiliki potensi yang sangat luar biasa. Diperkirakan 90 persen merupakan potensi wisata alam dan 10 persen wisata buatan, serta keeksistensian budaya masih tetap terjaga dengan baik.
     
    "Semua orang bisa menjadi duta wisata, kalian bisa mempromosikan potensi wisata atau budaya yang ada di daerahnya masing masing," ucapnya.
     
    Hal itu harus dilakukan karena mengingat Kaltim merupakan bagian dari Ibu Kota Negara (IKN). Sehingga sektor pariwisata dan budaya merupakan peluang sebagai tanda ciri khas Kukar.

    Sejatinya bela negara adalah tantangan peran, dan peran yang baik adalah sesuai dengan passion serta skill yang dimiliki. Perwujudan bela negara di bidang sosial budaya dapat dilakukan dengan menjalani kehidupan bermasyarakat, ber-Bhineka Tunggal Ika.

    "Tidak ada senjata yang lebih tajam dan lebih sempurna lagi selain persatuan," tutupnya melalui kutipan KH. Abdul Wahab Hasbullah.

    (Sf/Rs)