Seputar Kaltim

    Sempat Keluhkan Sakit Maag, Sopir 61 Tahun Ditemukan Tewas di Pasar Senaken Paser

    Penulis:Padliannor|Redaktur:Lodya A
    03 September 2026 pukul 15:14 WITA

    Evakuasi penemuan mayat di Pasar Senaken. (Foto: Humas Polres Paser)

    Tana Paser -  Warga dan pedagang di kawasan Pasar Induk Senaken, Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser, digegerkan oleh peristiwa penemuan mayat seorang pria. Korban ditemukan sudah dalam keadaan tidak bernyawa di depan sebuah ruko toko sekitar pukul 07.00 WITA pada Kamis (3/9/2026).

    Kasat Reskrim Polres Paser, AKP Yoshimata Judoningrat Surya Manggala membenarkan adanya penemuan mayat tersebut. Ia menjelaskan Pos Pasar Senaken menerima laporan resmi mengenai peristiwa itu dari warga sekitar pada pukul 07.50 WITA. 

    Menindaklanjuti laporan itu, aparat kepolisian segera menuju ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan penanganan dan mengamankan lokasi.

    "Benar. Ditemukan mayat di sebuah toko Pasar Induk Senaken," kata AKP Yoshimata Judoningrat Surya Manggala, Kamis (3/9/2026).

    Berdasarkan data yang dihimpun oleh pihak kepolisian, korban diketahui bernama Hamdani (61). Korban merupakan warga kelahiran Amuntai yang bekerja sebagai wiraswasta dan berdomisili di Kecamatan Haur Gading, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan.

    Korban diketahui merupakan sopir pribadi salah satu pedagang di Pasar Senaken. Saat itu, korban menginap di toko baju lokasi kejadian dan tidur di bagian luar toko sedangkan saksi tidur di dalam toko.

    Saksi menuturkan bahwa sebelum berangkat mengantar barang dagangan dari Kalimantan Selatan ke Kalimantan Timur, korban sempat mengeluhkan kondisi kesehatannya. Dari keterangan saksi, korban memang kerap mengeluhkan sakit maag yang sering kambuh.

    "Korban sempat mengeluhkan penyakit maagnya ketika hendak mengirim barang dari Kalsel ke Kaltim," tambahnya.

    Peristiwa tersebut baru diketahui pemilik toko saat hendak membuka toko pakaian pada Kamis pagi. Saksi terkejut saat mendapati korban sudah tergeletak dalam posisi terlentang dengan mulut mengeluarkan busa di depan toko.

    Saat saksi mencoba memeriksa kondisi tubuh korban, jasad korban didapati sudah dalam keadaan kaku. Korban sendiri diketahui telah bekerja menjadi sopir pribadi mengantar barang dagangan saksi selama kurang lebih 30 tahun.

    Dari hasil pemeriksaan medis awal, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban. Selain itu, polisi juga menemukan tas milik korban yang berisi tiga kantong plastik obat-obatan, di antaranya obat maag, obat penurun tekanan darah, pereda nyeri dan pengencer darah.

    Atas permintaan pihak keluarga, jenazah korban langsung dipindahkan untuk dibawa ke rumah duka di Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan. Pihak keluarga menyatakan telah ikhlas menerima kejadian tersebut serta menolak dilakukan tindakan visum maupun autopsi dengan membuat surat pernyataan resmi di kepolisian.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Sempat Keluhkan Sakit Maag, Sopir 61 Tahun Ditemukan Tewas di Pasar Senaken Paser

    Penulis:Padliannor|Redaktur:Lodya A
    03 September 2026 pukul 15:14 WITA

    Evakuasi penemuan mayat di Pasar Senaken. (Foto: Humas Polres Paser)

    Tana Paser -  Warga dan pedagang di kawasan Pasar Induk Senaken, Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser, digegerkan oleh peristiwa penemuan mayat seorang pria. Korban ditemukan sudah dalam keadaan tidak bernyawa di depan sebuah ruko toko sekitar pukul 07.00 WITA pada Kamis (3/9/2026).

    Kasat Reskrim Polres Paser, AKP Yoshimata Judoningrat Surya Manggala membenarkan adanya penemuan mayat tersebut. Ia menjelaskan Pos Pasar Senaken menerima laporan resmi mengenai peristiwa itu dari warga sekitar pada pukul 07.50 WITA. 

    Menindaklanjuti laporan itu, aparat kepolisian segera menuju ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan penanganan dan mengamankan lokasi.

    "Benar. Ditemukan mayat di sebuah toko Pasar Induk Senaken," kata AKP Yoshimata Judoningrat Surya Manggala, Kamis (3/9/2026).

    Berdasarkan data yang dihimpun oleh pihak kepolisian, korban diketahui bernama Hamdani (61). Korban merupakan warga kelahiran Amuntai yang bekerja sebagai wiraswasta dan berdomisili di Kecamatan Haur Gading, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan.

    Korban diketahui merupakan sopir pribadi salah satu pedagang di Pasar Senaken. Saat itu, korban menginap di toko baju lokasi kejadian dan tidur di bagian luar toko sedangkan saksi tidur di dalam toko.

    Saksi menuturkan bahwa sebelum berangkat mengantar barang dagangan dari Kalimantan Selatan ke Kalimantan Timur, korban sempat mengeluhkan kondisi kesehatannya. Dari keterangan saksi, korban memang kerap mengeluhkan sakit maag yang sering kambuh.

    "Korban sempat mengeluhkan penyakit maagnya ketika hendak mengirim barang dari Kalsel ke Kaltim," tambahnya.

    Peristiwa tersebut baru diketahui pemilik toko saat hendak membuka toko pakaian pada Kamis pagi. Saksi terkejut saat mendapati korban sudah tergeletak dalam posisi terlentang dengan mulut mengeluarkan busa di depan toko.

    Saat saksi mencoba memeriksa kondisi tubuh korban, jasad korban didapati sudah dalam keadaan kaku. Korban sendiri diketahui telah bekerja menjadi sopir pribadi mengantar barang dagangan saksi selama kurang lebih 30 tahun.

    Dari hasil pemeriksaan medis awal, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban. Selain itu, polisi juga menemukan tas milik korban yang berisi tiga kantong plastik obat-obatan, di antaranya obat maag, obat penurun tekanan darah, pereda nyeri dan pengencer darah.

    Atas permintaan pihak keluarga, jenazah korban langsung dipindahkan untuk dibawa ke rumah duka di Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan. Pihak keluarga menyatakan telah ikhlas menerima kejadian tersebut serta menolak dilakukan tindakan visum maupun autopsi dengan membuat surat pernyataan resmi di kepolisian.

    (Sf/Lo)