Cari disini...
Seputar Kaltim
Polisi bersama warga setempat saat mengevakuasi jasad korban (Dok: istimewa)
Tenggarong - Seorang purnawirawan polri berinisial P (67) di Desa Handil, Kecamatan Anggana, Kutai Kartanegara (Kukar) ditemukan meninggal dunia di depan pintu pondok sawit miliknya, Rabu (4/2/2026) sekitar pukul 21.00 WITA.
Jasad korban pertama kali ditemukan kerabatnya setelah mengetahui korban sempat menghilang tanpa kabar saat dihubungi oleh anaknya melalui handphone.
“Telah ditemukan sesosok jasad seorang pria di kebun sawit pada Rabu kemarin,” ujar Kapolsek Anggana, Iptu I Komang Mahendra Putra, Jumat (6/2/2026).
Sebelum ditemukan meninggal, korban sempat berpamitan pergi ke lahan kebun sawit miliknya dengan membawa jerigen air sekitar pukul 08.00 WITA.
Korban yang pergi sejak pagi hari, tidak kunjung kembali ke rumah meski matahari telah terbenam.
“Jadi anak korban yang pulang kerja pada pukul 16.00 WITA itu mencari keberadaan korban. Saat dihubungi, korban tidak dijawab, lalu anaknya menghubungi kerabat untuk mencari keberadaan korban,” terangnya.
Usai ditemukan, polisi langsung melakukan evakuasi terhadap jasad korban untuk dibawa ke puskesmas terdekat.
Dari hasil pemeriksaan, korban diketahui meninggal akibat kelelahan, sehingga membuat penyakit kolesterol yang diidapnya menjadi kambuh.
“Kemungkinan korban telah meninggal kurang lebih tujuh jam setelah ditemukan karena dilihat dari kondisi tubuhnya telah memasuki fase badan yang mulai kaku dan membeku,” ungkap Iptu I Komang.
Atas kematian korban, pihak keluarga menolak melakukan visum jasad yang ditandai dengan penandatanganan surat pernyataan resmi.
“Dari hasil kesepakatan, pihak korban menyatakan menerima penyebab kematian korban,” tandasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Polisi bersama warga setempat saat mengevakuasi jasad korban (Dok: istimewa)
Tenggarong - Seorang purnawirawan polri berinisial P (67) di Desa Handil, Kecamatan Anggana, Kutai Kartanegara (Kukar) ditemukan meninggal dunia di depan pintu pondok sawit miliknya, Rabu (4/2/2026) sekitar pukul 21.00 WITA.
Jasad korban pertama kali ditemukan kerabatnya setelah mengetahui korban sempat menghilang tanpa kabar saat dihubungi oleh anaknya melalui handphone.
“Telah ditemukan sesosok jasad seorang pria di kebun sawit pada Rabu kemarin,” ujar Kapolsek Anggana, Iptu I Komang Mahendra Putra, Jumat (6/2/2026).
Sebelum ditemukan meninggal, korban sempat berpamitan pergi ke lahan kebun sawit miliknya dengan membawa jerigen air sekitar pukul 08.00 WITA.
Korban yang pergi sejak pagi hari, tidak kunjung kembali ke rumah meski matahari telah terbenam.
“Jadi anak korban yang pulang kerja pada pukul 16.00 WITA itu mencari keberadaan korban. Saat dihubungi, korban tidak dijawab, lalu anaknya menghubungi kerabat untuk mencari keberadaan korban,” terangnya.
Usai ditemukan, polisi langsung melakukan evakuasi terhadap jasad korban untuk dibawa ke puskesmas terdekat.
Dari hasil pemeriksaan, korban diketahui meninggal akibat kelelahan, sehingga membuat penyakit kolesterol yang diidapnya menjadi kambuh.
“Kemungkinan korban telah meninggal kurang lebih tujuh jam setelah ditemukan karena dilihat dari kondisi tubuhnya telah memasuki fase badan yang mulai kaku dan membeku,” ungkap Iptu I Komang.
Atas kematian korban, pihak keluarga menolak melakukan visum jasad yang ditandai dengan penandatanganan surat pernyataan resmi.
“Dari hasil kesepakatan, pihak korban menyatakan menerima penyebab kematian korban,” tandasnya.
(Sf/Rs)