Cari disini...
Seputar Kaltim
Evakuasi penemuan jenazah bocah 12 tahun di Kecamatan Kuaro (Foto: Humas Polres Paser)
Tana Paser - Penemuan jenazah seorang anak di sebuah rumah kosong Kecamatan Kuaro, Kabupaten Paser sempat menggegerkan warga di akhir tahun 2025 lalu.
Jenazah tersebut tak sengaja ditemukan seorang warga, Ibrahim (38) ketika sedang membersihkan rumah kosong yang sudah lama tidak dihuni.
Ia yang kaget dengan penemuan jenazah itu langsung melapor ke Polsek Kecamatan Kuaro dan pihak pemerintah desa. Kapolsek Kuaro, Iptu Achmad Gazali membenarkan adanya penemuan jenazah tersebut.
"Pada 28 Desember 2025 ada orang tua yang melaporkan kehilangan anaknya yang masih berusia 12 tahun," katanya, Jumat (2/1/2026).
Sejak dilaporkan hilang, polisi bersama BPBD dan masyarakat mencari keberadaan korban, tetapi tidak membuahkan hasil. Hingga pada 31 Desember 2025 anak itu ditemukan dengan kondisi sudah tak bernyawa.
"Ketika dilakukan identifikasi diketahui jenazah itu merupakan anak yang sempat dinyatakan hilang sejak 28 Desember 2025," tambahnya.
Dari keterangan orang tua sang anak, mereka sempat memarahinya karena membuat adiknya menangis, tapi mereka tidak menyangka peristiwa tersebut menjadi interaksi terakhir dengan anaknya.
"Orang tua menyampaikan penyesalan yang mendalam atas apa yang mereka ucapkan kepada korban," ucapnya.
Keluarga korban menolak untuk autopsi dan kemudian jenazah diserahkan kepada orang tua korban untuk dimakamkan.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Evakuasi penemuan jenazah bocah 12 tahun di Kecamatan Kuaro (Foto: Humas Polres Paser)
Tana Paser - Penemuan jenazah seorang anak di sebuah rumah kosong Kecamatan Kuaro, Kabupaten Paser sempat menggegerkan warga di akhir tahun 2025 lalu.
Jenazah tersebut tak sengaja ditemukan seorang warga, Ibrahim (38) ketika sedang membersihkan rumah kosong yang sudah lama tidak dihuni.
Ia yang kaget dengan penemuan jenazah itu langsung melapor ke Polsek Kecamatan Kuaro dan pihak pemerintah desa. Kapolsek Kuaro, Iptu Achmad Gazali membenarkan adanya penemuan jenazah tersebut.
"Pada 28 Desember 2025 ada orang tua yang melaporkan kehilangan anaknya yang masih berusia 12 tahun," katanya, Jumat (2/1/2026).
Sejak dilaporkan hilang, polisi bersama BPBD dan masyarakat mencari keberadaan korban, tetapi tidak membuahkan hasil. Hingga pada 31 Desember 2025 anak itu ditemukan dengan kondisi sudah tak bernyawa.
"Ketika dilakukan identifikasi diketahui jenazah itu merupakan anak yang sempat dinyatakan hilang sejak 28 Desember 2025," tambahnya.
Dari keterangan orang tua sang anak, mereka sempat memarahinya karena membuat adiknya menangis, tapi mereka tidak menyangka peristiwa tersebut menjadi interaksi terakhir dengan anaknya.
"Orang tua menyampaikan penyesalan yang mendalam atas apa yang mereka ucapkan kepada korban," ucapnya.
Keluarga korban menolak untuk autopsi dan kemudian jenazah diserahkan kepada orang tua korban untuk dimakamkan.
(Sf/Lo)