Cari disini...
Seputar Kaltim
Latihan atlet menembak Kabupaten Paser. (Foto: Dok. Cabor Menembak Paser)
Tana Paser - Fasilitas terhadap atlet di Cabang Olahraga (Cabor) menembak di Paser sempat dikeluhkan. Atlet yang seharusnya berlatih menggunakan alat yang baik terpaksa harus berlatih menggunakan alat dan venue latihan yang bisa mereka gunakan sebisanya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Olahraga Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Paser, Abdi Permana menjelaskan pembangunan venue menembak hingga saat ini masih terus berlanjut.
Fasilitas yang diperuntukkan bagi atlet di cabor tersebut juga sudah masuk proses pemesanan dan tinggal menunggu proses pengiriman.
"Sudah dalam proses pemesanan. Nanti kita akan menggunakan alat yang sesuai dengan standar perlombaan," kata Abdi Permana, Rabu (15/7/2026).
Abdi menyebut, Pada jarak target 10 m akan menggunakan sistem peralatan digital. Hal itu sesuai dengan standar yang digunakan dalam berbagai perlombaan resmi.
Sementara pada jarak 25 m, akan menggunakan alat manual. Hal tersebut dikarenakan terbatasnya anggaran jika seluruh fasilitas menggunakan sistem digital.
"Butuh sekitar Rp10 miliar jika semua menggunakan digital. Maka itu penggunaan digital kami prioritaskan di jarak 10 m yang memang paling banyak dipertandingkan," tambahnya.
Meskipun demikian, para atlet tepa menjalani latihan rutin untuk mempersiapkan diri menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke-VIII Kaltim pada November mendatang.
Venue yang belum sempurna juga sudah digunakan oleh para atlet untuk latihan selama kurang lebih satu bulan.
"Sementara memang masih sederhana. Sasaran tembak juga sementara dibuat sendiri agar latihan tetap dapat dilaksanakan," tutupnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Latihan atlet menembak Kabupaten Paser. (Foto: Dok. Cabor Menembak Paser)
Tana Paser - Fasilitas terhadap atlet di Cabang Olahraga (Cabor) menembak di Paser sempat dikeluhkan. Atlet yang seharusnya berlatih menggunakan alat yang baik terpaksa harus berlatih menggunakan alat dan venue latihan yang bisa mereka gunakan sebisanya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Olahraga Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Paser, Abdi Permana menjelaskan pembangunan venue menembak hingga saat ini masih terus berlanjut.
Fasilitas yang diperuntukkan bagi atlet di cabor tersebut juga sudah masuk proses pemesanan dan tinggal menunggu proses pengiriman.
"Sudah dalam proses pemesanan. Nanti kita akan menggunakan alat yang sesuai dengan standar perlombaan," kata Abdi Permana, Rabu (15/7/2026).
Abdi menyebut, Pada jarak target 10 m akan menggunakan sistem peralatan digital. Hal itu sesuai dengan standar yang digunakan dalam berbagai perlombaan resmi.
Sementara pada jarak 25 m, akan menggunakan alat manual. Hal tersebut dikarenakan terbatasnya anggaran jika seluruh fasilitas menggunakan sistem digital.
"Butuh sekitar Rp10 miliar jika semua menggunakan digital. Maka itu penggunaan digital kami prioritaskan di jarak 10 m yang memang paling banyak dipertandingkan," tambahnya.
Meskipun demikian, para atlet tepa menjalani latihan rutin untuk mempersiapkan diri menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke-VIII Kaltim pada November mendatang.
Venue yang belum sempurna juga sudah digunakan oleh para atlet untuk latihan selama kurang lebih satu bulan.
"Sementara memang masih sederhana. Sasaran tembak juga sementara dibuat sendiri agar latihan tetap dapat dilaksanakan," tutupnya.
(Sf/Lo)