Seputar Kaltim

    Semester I 2025, Kasus Kekerasan Seksual di Paser Cenderung Meningkat

    Penulis:Padliannor|Redaktur:Lodya A
    17 Mei 2025 pukul 18:16 WITA

    Foto ilustrasi kekerasan seksual (foto: freepik)

    Tana Paser - Tren kasus kekerasan seksual di Kabupaten Paser pada semester pertama 2025 cenderung meningkat. 

    Diketahui pada 2024 tercatat 17 kasus kekerasan yang ditangani Polres Paser. Kemudian sampai Mei 2025 sudah tercatat ada delapan kasus yang ditangani.

    Kasat Reskrim Polres Paser, Agus Setyawan melalui Kanit PPA Satreskrim Polres Paser, Iptu Untung Hadi Harjo menyebut pada 2024 sebelumnya di semester pertama tercatat ada enam kasus dan tahun ini trennya naik. 

    "Semester pertama 2024 ada enam kasus dan pada 2025 yang belum genap semester pertama sudah ada delapan kasus," kata Untung, Sabtu (17/5/2025). 

    Menanggapi tren yang cenderung naik di 2025, pihaknya melakukan pencegahan berupa kegiatan sosialisasi 

    "Kami melaksanakan kegiatan sosialisasi di Kecamatan-kecamatan juga dibarengi dengan materi kasus KDRT," tambahnya

    Kemudian pihaknya juga menyediakan layanan konseling kepada masyarakat terkait persoalan yang ada di wilayah hukum Paser

    "Tidak hanya yang mengarah ke pidana, kami juga membuka layanan untuk konsultasi masalah yang tidak ada unsur pidana, seperti sebelumnya pernah ada konsultasi terkait anak karena perpisahan," tutupnya. 

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Semester I 2025, Kasus Kekerasan Seksual di Paser Cenderung Meningkat

    Penulis:Padliannor|Redaktur:Lodya A
    17 Mei 2025 pukul 18:16 WITA

    Foto ilustrasi kekerasan seksual (foto: freepik)

    Tana Paser - Tren kasus kekerasan seksual di Kabupaten Paser pada semester pertama 2025 cenderung meningkat. 

    Diketahui pada 2024 tercatat 17 kasus kekerasan yang ditangani Polres Paser. Kemudian sampai Mei 2025 sudah tercatat ada delapan kasus yang ditangani.

    Kasat Reskrim Polres Paser, Agus Setyawan melalui Kanit PPA Satreskrim Polres Paser, Iptu Untung Hadi Harjo menyebut pada 2024 sebelumnya di semester pertama tercatat ada enam kasus dan tahun ini trennya naik. 

    "Semester pertama 2024 ada enam kasus dan pada 2025 yang belum genap semester pertama sudah ada delapan kasus," kata Untung, Sabtu (17/5/2025). 

    Menanggapi tren yang cenderung naik di 2025, pihaknya melakukan pencegahan berupa kegiatan sosialisasi 

    "Kami melaksanakan kegiatan sosialisasi di Kecamatan-kecamatan juga dibarengi dengan materi kasus KDRT," tambahnya

    Kemudian pihaknya juga menyediakan layanan konseling kepada masyarakat terkait persoalan yang ada di wilayah hukum Paser

    "Tidak hanya yang mengarah ke pidana, kami juga membuka layanan untuk konsultasi masalah yang tidak ada unsur pidana, seperti sebelumnya pernah ada konsultasi terkait anak karena perpisahan," tutupnya. 

    (Sf/Lo)