Cari disini...
Seputar Kaltim
Kondisi lokasi pascakejadian kebakaran di RT 33, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu, Minggu (25/2/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda – Kebakaran hebat yang terjadi Sabtu (24/2/2024) petang, membuat puluhan rumah warga hangus. Data terbaru yang diluncurkan oleh ITS – TRC – KIM dan Relawan Kota Samarinda Minggu (25/2/2024) pagi, terdapat 32 bangunan yang terbakar, dengan penghuni 190 jiwa dari 64 Kepala Keluarga (KK).
Camat Samarinda Ulu, Sujono menyampaikan, keperluan mendesak untuk warga terdampak ialah bahan pangan seperti sembako, dan pakaian untuk anak sekolah, lansia dan balita. Keperluan itu yang jadi fokus utama pemerintah dalam penanggulangan sementara.
“Biasa kami kalau ada bencana selalu komunikasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial (Dinsos) serta dengan Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) untuk bantuan logistik yang diperlukan,” kata Sujono pada Seputar Fakta, Minggu (25/2/2024).
Ia berencana akan mendirikan dapur umum untuk memfasilitasi warga terdampak. Namun, sebelum itu ia akan memastikan data terkait dengan jumlah warga yang terkena bencana. Sebab, malam pascakejadian itu tidak bisa dilakukan tindak lanjut, karena kondisi yang tidak memungkinkan.
“Karena tadi malam kan suasananya masih gelap, rumah pak RT nya juga terkena, masih belum bisa dimintai keterangan. Jadi masih belum tau data validnya yang terkena bencana. Juga di satu sisi ada temen-temen yang konsentrasi di kegiatan lain yaitu pleno Pemilihan Umum (Pemilu),” tuturnya.
Sujono menegaskan, pihaknya akan dengan segera mungkin mendirikan dapur umum. Terkait dengan lokasi, kemungkinan besar bertempat di area kantor kelurahan. Hanya saja belum ada keputusan pasti, sebab ia juga memberi kesempatan pada para warga untuk menentukan di mana lokasi yang strategis.
“Nanti habis investigasi saya dengan pak lurah ini, saya akan langsung eksekusi dengan memohon bantuan BPBD untuk menurunkan peralatan dapur umum, agar bisa menyuplai makanan para warga,” ujarnya.
Selain itu, terkait dengan tempat tinggal Sujono bilang akan ada posko yang disediakan bagi para warga yang tidak punya tempat tinggal di kelurahan.
“Untuk aula di kelurahan itu bisa menampung warga yang memang tidak punya tempat di sini atau di tempat lain, kita buka posko di sana untuk beberapa hari,” tuturnya.
Ia menegaskan, pihaknya akan mengupayakan dengan maksimal dalam memenuhi kebutuhan warga terdampak kebakaran, baik untuk tempat tinggal, makanan, dan logistik lainnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kondisi lokasi pascakejadian kebakaran di RT 33, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu, Minggu (25/2/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda – Kebakaran hebat yang terjadi Sabtu (24/2/2024) petang, membuat puluhan rumah warga hangus. Data terbaru yang diluncurkan oleh ITS – TRC – KIM dan Relawan Kota Samarinda Minggu (25/2/2024) pagi, terdapat 32 bangunan yang terbakar, dengan penghuni 190 jiwa dari 64 Kepala Keluarga (KK).
Camat Samarinda Ulu, Sujono menyampaikan, keperluan mendesak untuk warga terdampak ialah bahan pangan seperti sembako, dan pakaian untuk anak sekolah, lansia dan balita. Keperluan itu yang jadi fokus utama pemerintah dalam penanggulangan sementara.
“Biasa kami kalau ada bencana selalu komunikasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial (Dinsos) serta dengan Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) untuk bantuan logistik yang diperlukan,” kata Sujono pada Seputar Fakta, Minggu (25/2/2024).
Ia berencana akan mendirikan dapur umum untuk memfasilitasi warga terdampak. Namun, sebelum itu ia akan memastikan data terkait dengan jumlah warga yang terkena bencana. Sebab, malam pascakejadian itu tidak bisa dilakukan tindak lanjut, karena kondisi yang tidak memungkinkan.
“Karena tadi malam kan suasananya masih gelap, rumah pak RT nya juga terkena, masih belum bisa dimintai keterangan. Jadi masih belum tau data validnya yang terkena bencana. Juga di satu sisi ada temen-temen yang konsentrasi di kegiatan lain yaitu pleno Pemilihan Umum (Pemilu),” tuturnya.
Sujono menegaskan, pihaknya akan dengan segera mungkin mendirikan dapur umum. Terkait dengan lokasi, kemungkinan besar bertempat di area kantor kelurahan. Hanya saja belum ada keputusan pasti, sebab ia juga memberi kesempatan pada para warga untuk menentukan di mana lokasi yang strategis.
“Nanti habis investigasi saya dengan pak lurah ini, saya akan langsung eksekusi dengan memohon bantuan BPBD untuk menurunkan peralatan dapur umum, agar bisa menyuplai makanan para warga,” ujarnya.
Selain itu, terkait dengan tempat tinggal Sujono bilang akan ada posko yang disediakan bagi para warga yang tidak punya tempat tinggal di kelurahan.
“Untuk aula di kelurahan itu bisa menampung warga yang memang tidak punya tempat di sini atau di tempat lain, kita buka posko di sana untuk beberapa hari,” tuturnya.
Ia menegaskan, pihaknya akan mengupayakan dengan maksimal dalam memenuhi kebutuhan warga terdampak kebakaran, baik untuk tempat tinggal, makanan, dan logistik lainnya.
(Sf/Rs)